
Pagi sekali Rafael pulang ke apartemen nya, di rumah sakit membuat dirinya tidak nyaman.
Sampai rumah langsung membersihkan diri, badannya sudah tidak seperti kemarin kemarin lagi, sudah lumayan segar.
Bak abg yang sedang kasmaran Rafael dan Fely tidak bisa jauh dari ponselnya, panggilan vidio terus terhubung meskipun sama sama sibuk dengan laptop masing masing.
"Gila istri gue kalau lagi serius pesonanya berlipat lipat", sesekali Rafael menatap ponselnya.
Fely masih tetap pokus, wanita itu benar benar sedang banyak pekerjaan apalagi ada rencana mau liburan dirinya harus membereskan kerjaan terlebih dahulu.
Punya beberapa kafe bahkan restoran terkenal hasil kerja kerasnya dari masih duduk di bangku sma.
Fely benar benar punya usaha sendiri tanpa ikut campur dari tangan Papa Pandi, meskipun anak kesayangan dan satu satunya anak perempuan tidak membuatnya manja malah semakin mandiri.
Fely wanita yang tidak terlalu suka dengan barang barang brand, dirinya lebih suka produk lokal membuat Mama Sandra sering menggelengkan kepala, mencari uang dari semenjak remaja untuk apa kalau bukan untuk menyenangkan diri sendiri.
"Sayang pokus banget suaminya di cuekin".
Fely hanya melirik dan tersenyum.
"Aku ke kantor kamu ya".
"Mau ngapain katanya lagi banyak kerjaan juga".
"Kerja di situ".
"Jangan Mami sebentar lagi sampe katanya, ada tlpon ke kamu gak?".
"Memangnya mau kemana?".
"Jenguk anak bandelnya lah".
"Siapa yang memberi tahunya".
"Mama, jangan protes tau sendiri ibu ibu itu kaya gimana, Dava juga pulang sekolah di antar ke situ sama Papa Mama".
__ADS_1
"Hmmm, tapi aku kangen banget sayang pliss boleh ya ke situ".
"Malam juga ketemu pulang kantor aku langsung ke situ karena Mami tidak bisa nginep Daddy lagi sibuk".
"Ohh begitu ya", cih Rafael merasa dirinya anak tiri bahkan anak yang tidak di anggap, karena Mami Lily tidak pernah membalas pesannya setiap di tanya kabar juga.
Tapi sama Fely sepertinya begitu dekat, buktinya Fely lebih tau di bandingkan dirinya.
"Sudah di makan buburnya, obatnya sudah di minum belum?".
"Sudah cinta, walawpun racun yang kamu beri pasti aku langsung meminumnya".
"Hustt suka gegabah kalau bicara".
"Hahahaaaa, kamu cantik banget sih sayang rasanya gak rela kecantikan kamu ini di lihat orang lain".
Pipi Fely merona, Rafael benar benar sering membuatnya salting dan merasa di terbangkan ke awan yang luas, padahal ini baru hari kedua mereka baikan.
"Jam 11 aku ada meeting ya".
"Sampai jam makan siang sekitar jam satuan selesainya".
"Buset itu terlalu lama".
"Ayolah kak hanya sebentar itu".
"Iya sayang iya, love you, ingat sudah punya suami jangan pergi dengan laki laki manapun apalagi tanpa ijin dariku".
"Niatnya sih setelah meeting aku ada janji sama temen mau makan siang bersama".
"Sayang jangan membuatku tambah gila".
"Hanya sebatas teman kak".
"Gak ada laki laki sama perempuan temennan atau sahabatan yang benar benar hanya menganggap sahabat sayang ayolah ".
__ADS_1
"Hahahaaa iya iya pak suami".
"Gemes banget istri gue ya Allah".
"Gila banget lakik gue ya Allah hahahaaa".
"Tergila gila sama Felysia istrinya sendiri jadi wajar".
"Mami sudah ada di bawah katanya kak, tidak ada akses untuk masuk kesana".
"Kenapa tidak tlpon sama aku haihhh, tunggu sebentar ya aku ke bawah".
"Matiin aja aku juga mau siap siap meeting".
"Iya iya, awas kalau ada laki laki yang deketin".
"Iya yaudah bay".
"Bay love you sayang".
"Hmmmm".
Masa kasmaran dan pacaran yang tertunda, seharusnya seperti itu dulu sebelum menikah atau setelah menikah.
Memang agak lain dari yang lain, pacaran setelah 6 tahun pernikahan dan setelah anak masuk TK.
Semoga tidak ada di dunia nyata kehidupan seperti ini ya hahahah
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤