
Setelah Bu Mirah masuk ke dalam rumah, Sandra menatap Pandi dengan tajam, benar benar ternyata dia di kerjain oleh lelaki itu.
"Kenapa liatinnya kaya gitu?", Pandi menyengitkan alisnya.
"Males deh ngeselin", Sandra langsung masuk ke rumah itu dia mengucapkan salam.
Di ruang tengah ada Seli yang sedang belajar, Sandra langsung mendatangi wanita itu, Seli 3 tahun di bawah umurnya.
"Walaikum Salam, Kakak Sandra ya, ehh iya bukan sih rasanya mukanya gak asing?".
"Kok tau", ucap Sandra tersenyum.
"Iya Mama Selina pernah liatin fotonya kakak, bener gak kak Sandra?".
"Iya benar hehee".
"wihhhh ternyata aslinya lebih cantik ya malah cantik banget lagi baik juga sama kaya Mama Selina".
"Ahhh biasa aja, boleh kenalan?, nama kamu siapa?".
"Boleh banget kak hehee, aku Seli, senang banget bisa ketemu kakak".
Dua wanita itu berpelukan seolah sudah kenal lama dan baru ketemu lagi, namanya juga wanita pasti langsung nyambung dan asik dengan segala obrolannya.
Bu Mirah melihat mereka yang asik ngobrol membuatkan minum dan cemilan.
"Minum dulu nak, duh anak Selina ternyata pantesan cantik kamu itu nak, Ibu tidak tau".
"Hehee iya bu Terimakasih, Ibu juga sangat cantik", Sandra tersenyum.
"Ibu mah udah tua mana ada cantik cantiknya, yang ada peot iya", Bu Mirah bicara sambil terkekeh.
Sandra berpindah duduk nya ke dekat Bu Mirah.
"Ibu Sandra boleh peluk gak?".
"Boleh banget sini nak", Bu Mirah memeluk Sandra sambil mengelus punggung wanita remaja yang beranjak dewasa itu sambil tersenyum. Pantas kata Selina anak nya ini sangat manja, tapi gak apa apa namanya juga anak perempuan, batin nya.
Sandra merasakan pelukan Bu Mirah sangat hangat dan nyaman dia memejamkan matanya beberapa saat.
"Terimakasih Ibu", ucap Sandra tersenyum sambil mengurai pelukannya.
"Sama sama cantik", Bu Mirah mengelus kepala Sandra dengan sayang.
Aaaa punya dua Mama ternyata enak juga ya hehee, batin Sandra.
Pandi yang baru turun lagi lagi dari kamar nya dia duduk di sebelah Sandra, melihat Pandi yang duduk di dekatnya Sandra langsung pindah ke sisi sebelah Bu Mirah.
"Kenapa sih", tanya Pandi bingung, namun tak dapat jawaban dari Sandra, sedangkan orang yang di tanya malah asik ngajak ngomong ke Seli.
__ADS_1
"Jangan suka ngegangguin anak cewek Pan", ucap Bu Mirah.
"Lah aku gak gangguin mereka Bu, cuma nanya doang sama Sandra".
"Udah udah biarin aja mereka ngobrol kamu jangan ganggu, ibu mau ke belakang dulu".
"Iya Bu".
Bu Mirah ke belakang, beliau berkebun di belakang rumah, namanya juga orang kampung ada lahan sedikit saja akan iya gunakan sebaik mungkin, menanam cabe sayur dan tomat.
Pandi di acuhkan oleh dua wanita yang ada di depannya ini, mereka sangat asik ngobrol tanpa memperdulikannya iya merasa kesal.
"De ambilin laptop abang gih di tempat kerja abang", pinta Pandi pada adiknya.
Seli yang selalu nurut sama Pandi tanpa membantah langsung iya ambilkan.
Merasa sudah tidak ada siapa siapa Pandi mendekat pada Sandra langsung memeluk wanita itu.
"Kenapa ngediemin aku sih".
"Siapa kamu", Sandra memberontak malas.
"Sayang ayolah, kenapa jadi ngambek kaya gini sih".
"Tau ah, sana geser nanti ada yang liat aku gak mau ya".
"Kamu kenapa sih".
"Bang ko gak ada di meja kerja abang laptopnya dimana?", teriak Seli.
"Di kamar dek".
"Geser sana gak usah dekat dekat".
"Kenapa sih biasanya juga kamu yang mau nempel terus".
"Untuk sekarang dan di mulai dari sekarang nggak lagi".
"Astagfirullohalazim, kenapa lagi sih", Pandi mengusap wajahnya kasar", salah mulu pikirnya.
Sandra diam saja, dia masih merasa kesal.
Tak lama Seli datang membawa laptopnya, Pandi menyelesaikan pekerjaan nya walawpun kepalanya pening, rasanya dia selalu salah dimata Sandra.
Ponsel Pandi terus saja bergetar, banyak sekali nomer baru bermunculan membuatnya tambah pening, nomor tidak penting semakin banyak.
.
.
__ADS_1
Hari sudah sore Pandi masih ada di ruang tengah itu, kupingnya sedikit sakit mendengar cerita cerita dua wanita beda umur di depannya itu, cerita yang menurutnya tak berpaedah juga.
Terdengar ada yang mengetuk pintu, Pandi bangkit dari duduknya, karena dua wanita itu masih asik ngobrol.
"Ma, Pa", bingung Pandi.
"Sandra di sini ya Pan", ucap Papa Handra.
"Iya, kenapa Pa?".
"Tuh anak minta di jemput", ucap Mama Selina, membuat Pandi bengong.
Cek anak ini kalau udah ngambek ternyata kaya gini, batin Pandi.
"Bukannya biarin aja Ma, nanti Pandi anterin".
"Gap apa apa Mama sama Papa juga sekalian lewat sini, tumben amat dia minta di jemput".
.
"Ehh kalian ada di sini juga", tanya Bu Mirah.
"Iya mbak, jemput tuh anak, pasti di sini juga bikin rusuh", Mama Selina terkekeh.
"Gak apa apa malah enak rame hahaha", Bu Mirah juga tertawa.
"Ibu, Seli, Sandra pulang dulu ya", pamitnya hanya pada Ibu Mirah dan Seli doang, dia melewati Pandi.
"Iya mbak kita pulang ya udah sore, sama ni anak juga udah ngerepotin ya, Maaf ya mbak jangan kapok".
"Gak apa apa malah rame gak sepi, besok besok main lagi ke sini ya".
"Ni si cantik mending nginep yuk di rumah Mama sayang", ucap Mama Selina, mengajak Seli.
"Nanti Ma kalau libur panjang hehee".
"Janji ya kalau libur nginep di rumah Mama, Sandra juga ada di rumah terus sekarang mah, yaudah mbak kita pamit ya".
"Iya hati hati di jalan nya".
Sumpah demi apa Pandi kesal dengan Sandra, apa apaan anak itu sampai minta di jemput segala, tadi ke rumahnya juga karena dia yang jemput ini pulang minta di jemput sama orang tuanya, gak pamit lagi sama dia malah melewatinya begitu saja.
Setelah melihat semuanya sudah keluar dari rumah, Pandi langsung berlalu mengambil laptopnya dia naik ke kamarnya. Marah ya tentu marah lah dia tadi siang hanya bercanda kenapa di anggap se serius itu sama Sandra.
•
•
•
__ADS_1
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘