ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
34. Siap Menghadapi Curut dan Tikus


__ADS_3

Pandi sekarang sedang berada di salah satu kota dimana tempat tinggal Paman Doni adik dari Pak Medi.


Dan ternyata perusahaan Papa Handra itu menjalin kerja sama dengan perusahaan Paman Doni. Sebenarnya masih perusahaan keluarga, yang harusnya di bagi dua harta peninggalan orang tua Pak Medi itu, namun Pak Medi tidak sama sekali kebagian sedikitpun, semuanya di hak oleh adiknya itu.


Pandi menyeringhai kecil setelah membaca semua data dan laporan yang di berikan oleh perusahaan milik Paman Doni itu.


Cek lucu juga laporan nya, ternyata selama ini dia main main dengan kerja sama ini, gue harus kasih tau data ini dulu ke Papa, pantas saja selama ini perusahaan Papa jalan di tempat ternyata curut dan tikus nya banyak banget, Pandi bicara sendiri sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan bolpoin.


Pandi langsung menghubungi Papa Handra, semua data yang janggal sudah dia garis bawahi supaya Papa Handra langsung bisa menangkapnya dengan cepat.


Tlpon terhubung.


"Assalamualaikum Pa".


"Walaikum salam nak, kenapa?", tanya Papa Handra.


"Pa ini Pandi akan kirimkan semua data nya, yang menurut Pandi tidak masuk akal dan sangat janggal sudah Pandi garis bawahi, Pandi serahkan semuanya ke Papa, kalau menurut Papa oke oke aja Pandi akan ikuti, kalau Papa serahkan ke Pandi ya aku akan bantai semua tikus dan curut curut itu".


"Papa akan periksa nanti, Papa percaya sama kamu, apapun itu Papa setuju dengan keputusan kamu".


"Oke kalau gitu Pa, yaudah Pandi tutup tlpon nya ya, maaf mengganggu waktu Papa".

__ADS_1


"Tidak masalah, hati hatilah dan baik baik di sana".


Tlpon terputus.


Mainnan kalian sekarang bukan Handra Winata lagi, tapi gue Pandi Nasution anak yang selama ini kalian ejek dan jlek jlekan, anak seorang peria miskin dan yang selalu sakit sakitan yang kalian buang begitu saja, Pandi tersenyum.


Akhh gue sudah gak sabar buat pertemuan meeting besok, tunggu pembalasan dari gue, gue yang akan bantai kalian semua, hahaaa tawa Pandi memenuhi kamar hotel yang dia tempati.


Sudah cukup gue di hina selama ini, sekarang waktunya gue tunjukan ke kalian bahwa gue Pandi Nasution bukan anak kecil yang bodoh lagi, bukan anak kecil yang menangis ketika melihat Ibu dan Bapaknya di dorong dan di hina, bukan anak kecil yang diam saja ketika kupingnya di pelintir.


.


Sudah jam 1 malam mata Pandi masih segar tidak ada rasa kantuk sedikitpun. Pikirannya melayang kemana mana mengingat masa kecil nya yang begitu menyakitkan dan menyedihkan.


.


.


Hanya 3 jam Pandi tidur, dia bangun dengan keadaan segar dan penuh semangat, Pandi kali ini di dampingi asisten Papa Handra, mereka sarapan di restoran yang ada di hotel itu.


"Om kita jam berapa ada pertemuan dengan pemilik PT. MY. Dan jam berapa ada meeting denga perusahaan DNY?", tanya Pandi pada asisten Papa Handra, dia memanggil Om jika sedang di luar kantor atau hanya sedang berdua saja.

__ADS_1


"Kita ada pertemuan dengan pemilik PT. MY terlebih dahulu, jam 1 siang baru kita ada meeting dengan perusahaan DNY".


"Baiklah Om, habis sarapan ini kita langsung siap siap saja supaya tidak mengulur waktu".


"Om merasa bangga dengan kamu Pan, kamu anak yang hebat dan cerdas, semoga perusahaan Pak Handra lebih mendunia lagi ada di tangan kamu".


"Itu berlebihan Om, Pandi hanya manusia biasa yang akan terus belajar dan belajar, Om bantu dan ingatkan Pandi jika Pandi masuk jalan yang salah".


"Pasti itu pasti, semangat kamu pasti bisa", Om Indra menepuk nepuk bahu Pandi.


Mereka sarapan dengan pokus ke sarapan nya masing masing. Pandi harus isi tenaga yang lumayan cukup hari ini, dia akan menghadapi kerikil tikus dan curut itu sangat memerlukan tenaga pikiran dan akal.





Bisa ya Pan, hempaskan semua tikus dan curut beserta sampah sampah itu.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Happy reading, jangan lupa like dan dukungan nya buat Utor ya, Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2