ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
26.


__ADS_3

Jam 5 pagi Pandi sudah terbangun, karena sudah terbiasa bangun jam 5.


Terbangun dengan masih memeluk Sandra, Sandra juga masih tidur nyenyak dalam dekapannya, berbantalkan tangan Pandi juga, menaruh kepala Sandra di bantal dengan pelan takut membangunkan anak itu, tangannya sudah pegal mungkin semalaman tangan Pandi di pakai bantal oleh Sandra.


Pandi hanya cuci muka dan berwudu, mau mandi dia tidak bawa pakaian lagi. Tadi malam tidak berniat untuk menginap menjaga Sandra, dia hanya mau menjenguk tidak mau lama lama berdekatan dengan perempuan itu lagi. Di luar dugaan nya ternyata setelah bertemu malah tidak mau berpisah kagi.


Sandra yang merasakan pergerakan dia juga terbangun, tidurnya sangat nyenyak tadi malam berada dalam pelukan hangat laki laki yang sudah membuatnya masuk rumah sakit ini.


Kayaknya dia kalau gue gak sakit gak bakalan datang kali, batin Sandra, masa iya gue harus sakit terus biar di peluk di suapin, akhhhh.


"Udah bangun, tidur aja lagi, abang Shalat dulu". Sandra malah senyum senyum tanpa menjawab .


Cakep banget, baik rajin ibadah pekerja keras pintar lagi, gak ada yang kurang deh. Ehhh tapi ada yang kurangnya dari dia, gak peka titik hanya itu kekurangannya. Gak bakalan rela gue kalau dia sama yang lain.


"Kenapa dari tadi liatin abang terus?", Pandi berjalan ke arah Sandra. Sandra menggeleng sambil tersenyum. "Mau sarapan apa, kata Mama kamu tidak pernah mau makan makannan rumah sakit".


"Bubur tawan".


"Belum ada yang buka kali pagi pagi begini", ucap Pandi.


"Yaudah makan nya nanti aja pas dia udah buka", Sandra memalingkan muka nya.

__ADS_1


"Makan yang lain aja dulu ya, bubur tawan nya nanti siangan".


"Gak mau, pokoknya mau itu titik gak mau yang lain".


"Cek lagi sakit juga marah marah terus, sarapan yang lain dulu, abang pagi ini harus ke kampus".


"Sana pergi, ngapain juga khawatirin aku, aku bisa sendiri pesan".


Huwhhh apa cewek seperti ini ya, lumayan pusing juga ternyata ngadepin cewek kalau mulai ngambek.


"Ayolah abang harus ke kampus pagi ini, siang harus meeting gantiin Papa juga, kamu harus makan minum obat", Sudah mulai pusing Pandi, daripada ngadepin perempuan yang sudah ngambek lebih enteng ngerjain pekerjaan dan tugasnya dari kampus ternyata.


"Mama gak bisa pagi pagi kesini nya, tadi sudah kirim pesan Papa juga lagi kurang enak badan".


"Yaudah aku juga bisa urus diri aku sendiri, sana pergi saja, gak usah sok perhatian, aku bisa beli makan sendiri bisa jaga diri aku sendiri", Sandra juga sudah mulai kesal.


"Kalau kamu bisa menjaga diri sendiri gak bakalan masuk rumah sakit, udah tau tidak boleh makan cabe banyak, ngapain malah makan cabe".


"Mama sama Papa aku aja gak marah, kenapa kamu marah yang bukan siapa siapa aku, kamu memang siapanya aku bukan siapa siapa kan", teriak Sandra.


Mendengar Sandra teriak seperti itu, Deg jantung Pandi memompa lebih cepat, hatinya berdenyut nyeri, setelah di pikir pikir memang benar dia bukan siapa siapa, dan buka apa apa.

__ADS_1


Pandi menunduk menetralkan perasaan nya, berpikir mungkin memang dia yang salah masuk ke keluarga itu, seharusnya sebelum masuk ke keluarga itu dia pikir pikir lagi, kalau sudah seperti ini dia juga gak bisa nyalahin Sandra, mungkin Sandra merasa kasih sayang Mama nya terbagi dengan Pandi.


"Kenapa diam baru sadar", ucap Sandra lagi, padahal Sandra tidak berniat menyinggung hal itu, dia hanya mau Pandi memperhatikan nya, Pandi ada waktu untuknya. Nyatanya dia salah besar.


"Iya saya sadar sekarang bahkan sangat sangat sadar, Maaf kalau saya mengganggu kenyamannan keluargamu, Maaf karena saya sudah masuk ke keluargamu tanpa menanyakan dulu ke kamu nyaman apa tidak dengan keberadaan saya, saya memang orang baru dan dan baru datang dari kampung, saya sadar itu saya bukan siapa siapa di keluargamu, saya pergi jaga diri baik baik, sekali lagi saya minta Maaf yang sebesar besarnya karena sudah mengganggu kenyamannan keluargamu, Assalamualaikum.


Pandi keluar dari ruang rawat Sandra, dengan hati berdenyut nyeri jalan pun sedikit gamang, dia mengirimkan pesan pada Mama Selina kalau dia ada jadwal ngampus jam 7 pagi ini, dan tidak lupa Pandi juga membelikan bubur untuk Sandra dan menyuruh perawat untuk mengantarkan nya.


Pandi tidak menyalahkan Sandra dia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu bahagia, jadi dia tidak memikirkan epek dari semuanya ini, tidak memikirkan akan seperti apa nantinya, dan dia mengerutuki dirinya sendiri bisa bisanya menaruh hati pada gadis itu, yang pastinya tidak mungkin dia dapatkan, harus bercermin di 1000 cermin sepantas apa dia mendapatkan Sandra secara apapun dia sangat jauh berbeda dengan gadis itu.


Menjalankan motornya dengan secara pelan, matanya sudah berembun, ini kali kedua hatinya sakit dan hancur di tinggalkan oleh seorang Ayah, dan tidak di anggap oleh seseorang yang sangat dia cintai, hinaan dan cemoohhan orang orang kepadanya Pandi selalu menganggapnya itu adalah bumbu kegidupan di dunia dan motivasi untuk dirinya lebih maju membuktikan pada dunia kalau dia bisa. Awalnya Pandi sudah sedikit niat untuk mengutarakan hatinya, karena melihat Sandra juga seolah menaruh hati padanya, namun sekarang apalah jadinya sudah seperti ini, Pandi harus mengubur perasaan nya, baru pertama kali mencintai seorang wanita selain Ibu dan adiknya nyatanya sesakit ini.





Cie ileh Pan sakit banget ya tuh hati, sabar ya Pan orang mau sukses mah suka banyak sekali cobaan nya ya kalau sedikit ya namanya cobian heheee.


❤❤❤ Happy reading😘

__ADS_1


__ADS_2