ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
050.


__ADS_3

Fely sampai apartemen sebelum jam 5 sore, dirinya juga rindu pada mertua yang seperti ibunya sendiri.


"Mami sama Daddy sehat kan, kak Misel gimana?", tanya Fely setelah berpelukan lama saling melepas rindu.


"Alhamdulillah sehat sayang, Misel jadi nikah bulan depan", dari raut muka bahagia kini wanita itu terlihat murung lagi.


"Sama yang kemarin Mih?", Fely juga menghembuskan napasnya pelan.


"Iya, orangnya sudah janji mau tobat dan memperbaiki semuanya".


"Syukur deh kalau begitu mungkin memang itu jodohnya Mih, kita cukup do'akan saja".


"Mau gimana lagi Fell Mami juga bingung".


Rafael yang tidak tau apa apa hanya bisa menyimak dan mendengarkan, ada apa dengan adiknya, apa yang dirinya tidak tau selama ini.


"Kau sudah menyelidikinya Rej?", tanya Papa Pandi.


"Sudah, pakta sesuai dengan yang dirinya ucapkan Pan, mau gimana lagi gue bingung semakin lama perut semakin besar, salah gue juga yang tidak bisa menjaga anak perempuan satu satuanya".


Apa maksudnya ini, Rafael benar benar terasa di sambar petir, perut semakin besar terus nikah bulan depan, maksudnya gimana.


"Takdir Rej, mau bagaimanapun sudah ketentuan yang maha kuasa, Misel juga tidak sengaja melakukan itu semua karena dengan keadaan tidak sadar".


"Ya, jika saja membunuh tidak dosa sudah ku bunuh dan ku lenyapkan dia dari muka bumi ini".


"Jangan gila, kalau dia mau bertanggung jawab dengan baik bersyukur lah".


Tidak terasa obrolan mereka banyak memakan waktu, sehingga sampailah di waktu harus terpisah lagi, karena keadaan sama sama sibuk.


"Sayang OmaLy pulang dulu ya, nanti kalau libur sekolah nginep lagi di rumah OmaLy", memeluk Dava, rindu ke cucu ternyata melebihkan rindu ke anak.

__ADS_1


"Baik OmaLy", Dava juga membalas pelukan hangat dari Oma nya.


"Sini sama Opa boy, sudah besar tambah pintar ya, duhh Opa sudah mulai gak kuat nih gendongnya", meskipun cucu tiri tapi tetap saja rasa sanyangnya tidak berkurang sedikitpun.


Dava pelipur dari segala keberantakannya hidup mereka, ujian tidak berhenti bahkan selalu berdatangan silih berganti.


Mungkin orang berpikir keluarga mereka penuh dengan kebahagiaan dengan bergelimangnya harta, namun nyatanya tidak, hanya saja Daddy Reja dan Papa Pandi bisa menghendel semuanya agar tidak tercium media.


"Mami pulang sayang, kalian baik baik ya", meneluk menantunya dengan sayang.


"Hati hati Mih Dadd".


Daddy Reja memeluk Fely sebentar, langsung pamit di antar Papa Pandi dan Mama Sandra.


Mereka semua turun ke bawah mengantarkan Mami Lily dan Daddy Reja.


"Hati hati Mih Dadd", meskipun dari siang kedua orang tuanya itu selalu membuat dirinya kesal, tapi Rafael bisa menebak kalau ibunya sedang tidak baik baik saja.


Bruk Mami Lily memeluk Rafael, berusaha menahan air mata sekuat tenaga, "Bersyukr dan berterimakasih lah pada istri dan anakmu bahagiakan mereka, berjanjilah jangan kecewakan Mami lagi, terutama mereka berdua yang sudah begitu baik telah membuka pintu maaf untukmu".


"Mami pamit ya", menakup kedua belah pipi Rafael.


Daddy Reja hanya menepuk nepuk pundak Rafael dan tersenyum hangat, "Sudah kami pamit ya, kalian baik baik di sini".


Ke empat orang tua itu masuk ke dalam mobil, Papa Pandi menjalankan mobilnya.


.


"Ko mukanya kaya gitu?", Fely tau sebenarnya dari tadi Rafael seperti ingin bicara dan bertanya.


"Gimana", ucapnya tersenyum, tidak mungkin langsung bertanya sebab ada Dava diantara mereka.

__ADS_1


"Cih aku tau kak".


"Mami nih orang Papi juga", saut Dava.


Rafael terkekeh, "Dengar anaknya bicara Mih", mengedipkan mata.


Heuhhhh Fely mendelik malas melihat muka sok manis Rafael.


"Masuk yuk".


"Aku sama Dava juga mau pulang".


"Plis tidur di sini saja Mih, Dav mau kan bobo sama Papi".


"Mau Pih", anak itu mengangguk dengan cepat dan sangat antusias.


"Yaudah Dava sama Papi bobonya, Mami pulang nanti pagi kesini ya".


"Sayang gak gitu ya", akhhh rasanya ingin menjambak rambut sendiri.


Fely terkekeh, "Ayo cepet masuk gak bagus kita di luar malam malam".


"Kenapa gak dari tadi", bisik Rafael sambil memangku Dava.


Begini yang dirinya mau dari tadi, Fely benar benar selalu membuatnya ketar ketir.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2