ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
40. Lulusan Terbaik


__ADS_3

1 minggu sudah Pandi benar benar kalangkabut, tidak ada yang namanya istirahat, di tidurkan oleh kecapean di bangunkan oleh pekerjaan.


Bahkan sering sekali dia tidur sambil memangku laptop.


Besok Pandi akan mengikuti wisuda nya, malam ini benar benar sampai jam 3 dini hari matanya masih iya gunakan untuk melihat deretan angka dan tulisan yang berjejer dalam laptop nya itu, menguap sudah tidak terhitung lagi, membuat kopi juga sudah dua kali.


Akhirnya dia benar benar tertidur tanpa terasa.


Jam 6 pagi terbangun karena ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Nak sudah bangun belum", tanya bu Mirah dari luar.


"Iya bu, Pandi kesiangan", tanpa membuka pintu Pandi malah lari ke kamar mandi, acara di kampusnya jam 9, ini sudah jam 6 dia belum siap siap sama sekali padahal Pandi mengisi beberapa acara dan dia belum mempersiapkan semuanya.


Awalnya Pandi sudah menolak itu semua, menurutnya dia hanya mempercepat pembelajarannya saja, ada orang orang di tingkatnya juga banyak, namun dorongan dari Dekan, dan para Dosen juga teman teman lainnya, yang katanya inilah permintaan terakhir mereka semua, mau tidak mau Pandi mengiyakan, mau bagaimanapun jiwa ketidak enakan Pandi masih mengalir kental dalam dirinya.

__ADS_1


Menuruni tangga dengan terburu buru, pamit sama Ibunya juga secepat kilat, melupakan sarapan itu hal yang sudah biasa, Pandi akan menyuruh Renaldi untuk membawa Ibu dan adiknya nanti menggunakan mobil, sekarang dia akan mengunakan motor saja biar tidak memakan waktu di jalan. Mungkin kalau kaya taun lalu di kontrakan nya yang lumayan dekat dengan kampus tidak akan serepot ini.


Sampai kampus benar saja dia sudah di tunggu.


"Sorry Mr. saya terlambat", tidak enaknya Pandi.


"Iya tidak jadi masalah Pan, yang penting kamu sekarang sudah datang".


Pandi berjalan memasuki aula gedung itu beriringan dengan Dekan dan 2 Dosen lainnya.


Memang bukan hal yang sulit untuknya, berbicara di depan orang banyak sudah sangat biasa menurutnya.


Acara pun sudah di mulai, di depan Pandi menyambut dan menyampaikan kata demi kata dengan penuh wibawa.


Bu Mirah yang melihat anak nya seperti itu iya semakin menangis, dulu juga seperti itu pas pelulusan masa SMA nya, sekarang lebih terlihat lagi aura kepemimpinnan anak nya.

__ADS_1


Menangis karena bangga sangat sangat bangga, sayang sekali suaminya sudah tidak ada, tidak bisa melihat bagaimana anak lelaki kebanggaan nya sekarang semakin hebat. Pak lihat anak kita dia sudah dewasa dan sangat membangga kan, dia membuktikannya bahwa dia sekarang sudah sukses, tangis Bu Mirah semakin sesegukan, Seli juga menangis melihat kakaknya yang semakin berwibawa, Renaldi juga takalah meneteskan air matanya, jujur saja dia juga merasa bangga meskipun bisa di bilang persahabatan mereka baru seumur jagung.


Kini sambutan terakhir yang mana ini adalah penyampaian bagai mana menjadi mahasiswa lulusan terbaik, setelah Pandi naik lagi melihat 2 sosok manusia yang sangat dia kenal yang telah menghilang seminggu ini, kini berkumpul bersama Ibu dan adiknya.


Di kata kata terakhirnya Pandi juga menyampaikan Terimakasih kepada Ibu dan adiknya yang selalu mendukung juga mendo'akan nya, tidak lupa juga dia menyampaikan Terimakasih sebanyak banyaknya untuk kedua orang tua angkatnya.


•


•


•


Sukses butuh proses ya😊


🖤🖤🖤 Happy reading and Happy Weekend 🖤

__ADS_1


__ADS_2