
Karena sudah jam 9 malam Pandi mengajak Sandra untuk Pulang, waktu akan sangat terasa sebentar jika kita sedang dekat dengan orang yang kita cintai.
"Pulang yuk udah malam".
"Iya ayo, besok jemput ya bang hehee".
Pandi menyengit bingung "Besok mau kemana?", tanya Pandi.
"Mau bertemu calon mertua hehee, besok libur kan".
"Kerja di rumah".
"Kerja terus gak capek apa, kamu itu gak ada berentinya kerja lo".
"Buat modal".
"Modal apa lagi, heran deh demen amat kerja kerja kerjaaaaa terus".
"Masa depan belum terjamin", ucap Pandi terkekeh sambil membukakan pintu mobil untuk Sandra.
"Pinjem ponsel boleh?", tanya Dinda lagi.
"Nih sekalian masukin nomer kamu".
"Ehhh iya ya hahaa baru ingat ternyata kita belum bertukar nomer ponsel, hubungan macam apa ini".
"Kalau dari awal punya kamu pasti gak bakalan betah kuliah di jauh".
"Iya juga ya hahah".
20 menit di jalan sambil ngobrol tidak terasa sampai rumah saja, batin Sandra sambil tersenyum, menghabiskan waktu bersama Pandi sangat tidak terasa.
"Mau masuk gak?", tanya Sandra setelah keluar dari mobil.
"Iya nanti takut ada yang ngomel kalau gak di temuin".
"Mamaaaa bang Pandi nih", teriak Sandra.
Pandi menggeleng dengan kelakuan Sandra, gak emak gak anak sama aja heboh terus kelakuannya, batin Pandi.
"Baru pulang Pan", ucap Papa Handra.
"Iya Pa, Mama mana?".
"Mama di kamar, tu lagi di samperin Sandra".
Mama Selina menyambut kedua anaknya dengan senang. Sandra sama Pandi main rapih memang, mereka kalau sedang ada orang selalu terlihat biasa saja seolah tidak ada hubungan yang serius di antara mereka.
Setelah ngobrol sebentar, karena Mama Selina masih harus banyak istirahat, kedua orang tua itu masuk kamar lagi untuk istirahat.
"Aku pulang ya", pamit Pandi.
"Mmmm masih kangen", rengek Sandra.
"Besok kan di jemput lagi ke sini".
"Peluk dulu", pinta Sandra lagi.
__ADS_1
"Ini di tengah rumah sayang ayolah", bisik Pandi.
"Yaudah sana pulang gak usah dateng lagi ke sini", Sandra berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Serba salah ngadepin wanita seperti dia, huwhh Pandi membuang napas dengan kasar. memilih untuk pulang saja, urusan Sandra gimana beaok toh ini sudah malam juga.
Sampai rumah Pandi langsung membersihkan badannya, sambil berpikir gimana caranya ngadepin cewek yang sedang ngambek.
Karena hari sudah semakin malam dan merasa lelah juga Pandi akhirnya tertidur.
.
.
Jam 5 pagi Pandi sudah bangun lagi, melaksanakan kewajibannya setelah selesai iya turun ke bawah untuk olah raga memutari komplek, komplek yang lumaya luas juga.
Setelah banjir keringat dia balik lagi ke rumah.
"Habis olah raga nak?", tanya Ibu Mirah.
"Iya Bu, selamat pagi".
"Pagi juga anak Ibu, udah bersih bersih sarapan ya".
"Iya Bu".
Sambil menunggu jam 10 Pandi memilih mengerjakan pekerjaan nya, masuk ke ruangan kerja.
Kalau sudah kerja Pandi suka lupa waktu, tidak terasa sudah jam 11 siang, membuatnya kaget, duh salah lagi nanti gue telat jemput, gerutu Pandi pada dirinya sendiri.
Setelah pamit pada Bu Mirah dan Seli Pandi mengambil motornya, kalau pakai mobil lambat , sudah telat tambah telat lagi nanti dia.
"Bi, Mama sama Papa kemana?", tanya Pandi.
"Ehh den, Ibu sama Bapak tadi mau kondangan katanya".
"Sandra juga ikut?".
"Non Sandra ada di kamarnya dari pagi gak turun turun, sarapan juga di kamar lagi malas katanya".
"Yaudah Terimakasih bi".
"Iya sama sama den".
Pandi berusaha menghubungi Sandra namun tidak di angkat angkat tlpon nya. Ck ni anak kalau sudah ngambek susah luluhnya lagi, gerutu nya.
Menaiki tangga, masuk kedalam kamar Sandra.
"Hei bangun yuk", Pandi membangunkan Sandra nyatanya anak itu sedang tidur lagi.
"Gak mau malas".
"Katanya mau ke rumah ayo", bujuk Pandi lagi.
"Udah gak mau, sana pulang ngapain kesini", Sandra memasukan kepalanya juga kedalam selimut.
"Sandra ayolah, kita cuman berdua doang loh di kamar, aku bisa ngapain kamu aja".
__ADS_1
"Mesum".
"Mesum ke kamu gak apa apa kayaknya", ucap Pandi lagi.
"Bang aaa".
"Dengar baik baik, aku juga manusia biasa, lelaki normal, jangan salahkan aku kalau bertindak lebih dari ini".
"Iya aku bangun nih, udah tunggu sana di bawah".
Pandi nurut dia turun ke bawah untuk menunggu Sandra. Hampir 1 jam Pandi menunggu namun masih belum turun juga.
1 jam lebih barulah Sandra menuruni tangga.
"Cocok gak aku pake baju ini bang".
"Cocok", ucap Pandi singkat.
"Gak ada kata kata lain apa singkat banget jawabnya".
"Iya emang cocok dan selalu cantik mau apalagi, ayo", Pandi langsung menarik Sandra keluar, berabe kalau makin panjang perdebatan tidak jelas nya.
Untungnya hari ini cuaca sedang mendung tidak begitu panas, batin Pandi, jadi yang duduk di belakangnya anteng anteng saja. Hanya butuh 12 menit mereka sudah sampai ke rumah Pandi.
"Bagus juga rumahnya", Sandra tersenyum.
"Gak sebagus dan segede rumah Mama Papa".
"Malu gak ya, ko deg degan gini sih".
"Ibu galak lo hahaha".
"Jangan nakutin dong, takutnya bukan kriteria mantu idaman gimana".
"Ayo masuk, kita liat aja nanti kamu bakal di terima atau nggak sama ibu".
"Aaaa gak mau, aku mau pulang aja anterin pulang lagi".
Di luar dugaan ternyata Bu Mirah habis belanja dari luar. "Siapa nak?", tanya Ibu.
Deg... Mati gue matiii, batin Sandra.
"Ibu darimana?", tanya Pandi.
"Habis belanja, Ibu mau coba bikin kue, ini anak cantik siapa?".
"Kenalkan Sandra Bu", sekuat tenaga dia menahan kegugupan nya.
"Ohh iya nak, cantik banget kamu, ayo masuk kayanya mau ujan anginnya kenceng juga".
"Iya Bu hehee", Sandra melirik Pandi dengan sengit, kurang asem dia di kerjain ternyata, katanya Ibunya galak darimana segi galak nya cara ngomongnya aja udah adem kaya ubin mesjid.
•
•
•
__ADS_1
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘