
Jam 4 pagi Rafael pindah ke kamar Dava, setelah kejadian semalam mereka tidur saling berpelukan, tidak dengan Rafael yang benar benar memanfaatkan waktu.
Takut Dava mencarinya nanti dengan cepat pindah, toh dirinya juga sudah semalaman penuh memeluk Fely sampai tidur hanya dari jam 3 dini hari.
"Maafkan Papi yang egois ini sayang, cinta papi sama kamu dan mami sangat besar nak, terimakasih sudah tumbuh dengan sehat dan pintar", Rafael memeluk Dava lalu tertidur.
Fely yang di dekap hangat sangat pulas bahkan dari sekian tahun tidak merasakan sepulas ini tidurnya.
Jam 6 pagi Fely membuka mata, meraba ke sampingnya tidak ada siapa siapa, huwhhh menghembuskan napas sambil tersenyum.
Fely ingat dengan jelas apa yang mereka lakukan semalam dan dirinya tidur dalam dekapan Rafael.
Mengambil ponsel melihat pesan masuk, dari siapa lagi lah sudah pasti dari papinya Dava.
📩 "Sayang aku pindah ke kamar Dava ya😍".
📩 "Takut dia bangun mencariku tidak ada hehee".
📩 "Terimakasih untuk semalam penuhnya cinta😉".
📩 "Setelah ini aku yakin tambah tidak bisa jauh dari kamu".
📩 "Love you istri gadis dan cantikku❤❤❤".
Akhhhh bahagianya gue, batin Fely senyum di bibir wanita itu tidak luntur.
Untung hari ini hari sabtu Dava libur sekolah.
Setelah mandi Fely langsung menyiapkan sandwich dan susu hangat untuk mereka bertiga, di kulkas hanya ada telor dan sedikit sayur, mungkin itu juga biasa Rafael gunakan, untuk Dava hanya memakai selai coklat sedikit.
Sudah hampir jam 7, tapi Rafael dan Dava tidak kunjung keluar dari kamar membuat Fely terheran heran, biasanya Dava jam 6 sudah bangun tapi kali ini di dalam kamar itu masih hening.
Membuka kamar, pemandangan pertama yang Fely lihat kedua orang itu tidur dengan nynyak, badan kecil Dava dalam dekapan Papinya.
Tidak lupa mengabadikan momen sebelum membangunkan, "Lucunya kedua jagoanku", senyum Fely.
Membangunkan kedua orang itu, "Pih bangun, Dava bangun yuk sayang".
Sama sama membuka mata dan mengeliatkan badannya, "Morning Mih", Dava langsung turun tidak lupa mencium pipi Maminya.
__ADS_1
"Aaa manis banget sih anak mami", Fely mencium gemas Dava, "Gosok gigi cuci muka sayang", mengusap usap kepala Dava.
Rafael memperhatikan kedua belahan jiwanya merasa terharu, setelah melihat Dava masuk ke kamar mandi langsung menarik Fely kedalam pelukannya.
"Morning sayangku cintaku istriku".
"Pagi Pih", senyum Fely tanpa ragu membalas pelukan dari Rafael.
"Ohhh baiklah baiklah", Rafael tersenyum.
"Bangun mandi sana di kamar satunya lagi biar cepat".
"Siap laksanakan tuan putri, tapi berat banget buat lepasin pelukan ini Mih".
"Cih semalam juga sudah peluk terus", mencubit pipi Rafael.
"Iya mana yang di peluknya tidur nyenyak banget lagi, mandangin kamu semakin lama bukan semakin bosan ternyata ya, semakin membuatku tergila gila kamu tambah cantik dewasa pintar sayang aku merasa beda jauh dengan kamu".
"Hustt sembarangan, jalan yuk masa mau kerja terus".
"Kamu sama Dava lebih penting sayang, jadi aku lebih pilih kalian daripada kerjaan".
"Yaudah aku mandi dulu sayang", tidak lupa mengecup bibir Fely menggigitnya dengan gemas.
"Awww sakit pih".
"Maaf sayang kamu terlalu gemas".
Dengan cepat Rafael turun dari kasur keluar dari kamar itu.
Dava juga terdengar menyalakan air lama, mungkin anak itu langsung mandi padahal dirinya tidak bawa baju lagi.
"Haihhh ni anak tidak bawa baju juga, untung bajuku masih ada yang mauat meskipun pas body hahahaa".
Fely memesan baju untuk dirinya dan Dava, tidak mungkin keluar pakai baju pas body tidak nyaman juga di lihat banyak orang.
"Sayang mandi ya, tunggu dulu ya Mami lagi pesan baju buat kita", sambil terkekeh melihat Dava memakai kimono kebesaran.
"Iya Mih".
__ADS_1
"Sarapan yuk sambil tunggin Papi selesai mandi".
Dava mengikuti Maminya sambil terus menggulung dirinya dengan kimono kebesaran.
Duduk di ruang tengah anak itu lumayan susah berjalan.
Fely membawa sarapan mereka ke ruang tengah, lagian kursi di dapur juga hanya ada dua dan meja kecil.
"Ehh kegedean ya sayang, tunggu sebentar Papi pesankan baju ya", Rafael niat mengambil ponselnya tapi langsung di cegat Fely.
"Mau kemana udah, aku udah pesan sama baju aku juga".
Deg,,,,,, sadar kalau Fely bukan orang sembarangan juga, Fely wanita yang sempurna dari segala sisi.
Rafael duduk di samping Dava, menciumi kepala anaknya berkali kali.
Benar tanpa gue juga hidup kalian sudah cukup terpenuhi dan bahagia, beruntungnya gue yang di terima lagi dengan baik padahal huwhhhh.
Sarapan pertama buatan Fely, padahal dulu dirinya setiap hari di buatkan sarapan tapi malah sengaja di buang, bahkan pernah membuang makannan yang Fely buatkan untuk dirinya tepat di hadapan Fely langsung.
Lagi lagi Rafael merasa manusia paling bodoh di muka bumi ini.
"Kenapa melamun sih?", tanya Fely.
"Hahhh nggak sayang, lagi menikmati sarapan buatan kamu", tersenyum namun matanya berkaca kaca.
Fely tau dan bisa memahami perasaan Rafael, tangannya mengelus pundak laki laki itu lalu tersenyum.
"Kita bahagia sekarang oke", ucapnya.
Semakin membuat air matanya terjun bebas, menyesal kenapa sangat bodoh di beri berlian tapi malah di sia siakan bahkan di sakiti juga.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤