ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
82.


__ADS_3

Sudah jam 11 malam namun acara masih sangat rame sepertinya semakin malam semakin rame, entahlah kelihatannya juga tamu undangan itu sangat betah berada di sana.


Semua tamu banyak yang memuji dengan semua ide dan kesuksessan Pandi, di umur yang masih sangat muda bahkan ini semua hasil kerja kerasnya, ada juga yang syirik melihat ini semua.


Sandra sudah sangat merasa lelah kakinya juga sangat pegal.


"Ini kapan selesainya?", tanya Sandra dengan muka melas.


Pandi melirik ke arah istrinya, "Yaudah istirahat aja yuk", karena merasa kasihan.


"Ini Papa juga banyak banget bikin undangan", keluhnya.


Pandi langsung menggandeng Sandra karena dia juga merasa lelah, mendekat ke arah Papa Handra dan Mama Selina yang masih asik ngobrol dengan tamu undangan.


"Pa Ma kita istirahat dulu ya kasian Sandra sudah kelelahan", ijin Pandi.


Papa Handra hanya mengangguk, "Iya sayang istirahat saja duluan", ucap Mama Selina.


Mereka berdua berjalan menuju lift, Sandra yang sudah merasa sangat lelah rasanya berjalanpun sudah tidak sanggup, karena sebelumnya belum pernah berdiri selama ini apalagi ini memakai hak yang lumayan tinggi.


Sampai kamar Sandra langsung membantingkan badannya ke kasur saking sudah sangat lelahnya, Pandi membiarkan saja, biarkan dia istirahat sebentar mengumpulkan tenaga.


Berbeda dengan Pandi jika sedang merasa sangat lelah seperti ini, Pandi akan berendam di air hangat untuk memulihkan tenaganya lagi.

__ADS_1


20 menit di kamar mandi akhirnya dia keluar dengan keadaan segar, melihat istrinya masih memakai gaun Pandi langsung melepaskannya dengan pelan, untung saja gaun yang Sandra pakai tidak susah iya buka, mengelap badan istrinya dengan handuk yang sudah iya basahi agar membuat tidur istrinya nyaman, Sandra sangat pulas dengan tidurnya dia benar benar tidak merasakan apa apa.


Setelah mengelap badan istrinya Pandi juga ikut berbaring di samping sang istri, tidak mau mengganggu tidur nyenyak istrinya memilih untuk ikut tidur meski ada getaran getaran yang susah iya kendalikan.


.


.


Hampir jam 7 pagi mereka berdua baru terbangun dari tidur nyenyaknya, Sandra merasa sangat nyaman dalam dekapan suaminya, Pandi juga nyaman mendekap guling hidupnya.


"Selamat pagi sayang", cup Pandi mencium bibir istrinya sekilas.


"Pagi juga by, baju aku kamu yang bukain ya?", tanya Sandra dengan muka panik.


"Ihhh malu", menyembunyikan muka nya.


"Malu kenapa sama suami sendiri".


"Ya tetap aja malu kamu kenapa gak bangunin aku saja sih".


"Kamunya pulas banget aku merasa kasihan, lagian nanti juga aku merasakannya.


"Ngerasain apa?", bingung Sandra.

__ADS_1


"Ini, Pandi langsung menindihi tubuh istrinya, mereka saling tatap sangat lama lalu sama sama tersenyum, "Sayang boleh kan?", tanya Pandi, dia sudah berusaha menahan semuanya dari tadi malam.


"Malu by", Sandra memalingkan mukanya, entah lah biasanya dia yang selalu menggoda Pandi.


"Biasanya kamu yang selalu memancingku", mencium bibir Sandra dengan pelan dan penuh perasaan.


Semakin lama ciuman mereka semakin panas sama sama saling memberi kenikmatan.


"Akhhh by", leguhan Sandra lolos meski iya tahan tahan.


Sedangkan Pandi tidak menghiraukan ucapan Sandra dia sangat asik dengan kegiatan barunya, setelah puas bermain dengan dua gundukan Sandra Pandi mendongak lalu meraup habis bibir istrinya lagi.


Lebih dari satu jam mereka melakukan penyatuan, ini benar benar membuat Pandi ketagihan rasanya ingin lagi dan lagi jika tidak kasian melihat istrinya yang sudah terlihat lelah Pandi akan terus melakukan lagi dan lagi.


Pagi pertama buat mereka berdua tanpa memikirkan keluarga yang sedang menunggu sarapan bareng di bawah.


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


Gak tau ini lagi bingung banget nulisnya gak selesai selesai lebih dari tiga jam, padahal gak banyak banyak amat kata katanya🙈


__ADS_2