ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
47. HBD


__ADS_3

Pandi dan Sandra keluar paling terakhir karena Pandi tadi memberikan data data yang sudah iya kerjakan, sekarang dia hanya ingin pokus ke perusahaan nya saja.


Papa Handra sekarang sudah ada yang membantunya, jadi dia paling hanya sesekali membantu di perusahaan ini.


Memberikan data data juga tanpa membuka mulutnya, Sandra bertanya langsung Pandi arahkan tanpa mengeluarkan suaranya.


Cek ternyata bisa ngambek juga ni anak, tapi muka datarnya lucu juga sih, jadi tambah cinta deh hahahaa, batin Sandra.


Dengan sengaja Sandra pas keluar menabrak tubuh lelaki yang sedang membisu itu, sengaja Sandra mengaduh kesakitan namun apa yang di dapat hanya muka lempeng yang Pandi berikan padanya.


*Saran dari Melly dan Nissa membuat gue di acuhkan lebih parah, sumpah gue gak akan mendengar saran kalian lagi awas saja kalian berdua, batin Sandra menggebu.


Niatnya mengacuhkan Pandi seminggu ini untuk memberi surprise di hari ulang tahunnya, nyatanya Pandi malah mengabaikannya balik*.


"Bang sakit", demi apa Sandra tidak bisa di acuhkan balik seperti ini.


Pandi melirik "Suruh siapa nabrak", hanya itu yang keluar dari mulut Pandi.


Allahu akbar ingin sekali Sandra membuka flat shoes yang iya pakai lalu menimpukan ke punggung kokoh lelaki yang ada di depannya itu, namun dia harus banyak sabar tinggal menunggu beberapa jam lagi sabarnya di uji.


Pandi yang langsung masuk lift itu artinya dia akan langsung balik ke kantornya lagi, jangankan pamit melirik juga tidak, membuat Sandra semakin geram, senjata makan tuan ini namanya, gerutunya.


Ya Allah sabar San sabar ini juga gara gara lu sendiri, sudah tau pacaran sama lelaki sepertinya yang tidak pernah mau basa basi, batin Sandra.


.


.

__ADS_1


Waktu tak terasa sudah jam 5 sore waktunya iya pulang, Sandra pulang dengan rasa lelah, baru belajar kerja di kantoran sudah menguras tenaga hati dan pikirannya.


Sandra malam ini juga harus siap siap, niat mau menginap di rumah Pandi agar rencana nya berjalan dengan lancar, dia sudah menghubungi Seli dan sudah memberi tahu Ibu Mirah dan Mama nya kalau dia akan memberikan surprise ulang tahun pada Pandi.


Untung saja malam ini Pandi pulang jam 9 malam, Sandra saja yang menginap sudah datang jam 7 tadi, tuan rumahnya jam 9 baru pulang ke rumah.


"Nak sudah pulang", senyum dan sambutan Bu Mirah membuat hati Pandi menghangat dan capeknya sedikit berkurang.


"Iya Bu, Maaf Pandi dua hari kemarin tidak pulang ya", ucapnya merasa bersalah. Pandi yang meratukan Ibu dan adiknya Mama Selina juga Sandra sangat iya sayangi, Pandi tidak pernah mau mengecewakan ke empat perempuan itu, namun apalah daya hubungannya dengan Sandra sekarang entah bagaimana jadinya.


Bertemu dan berduaan dengan Sandra tadi siang di dalam ruangan meeting ingin sekali Pandi meluruskan masalah nya, tapi Pandi sadar itu jam kerja dan tidak mau membuat Sandra pusing juga dengan masalah peribadi mereka, maka dari itu dia menutup rapat mulutnya, jujur saja mendengar Sandra mengaduh kesakitan membuatnya ingin tertawa juga, mangkanya Pandi langsung masuk ke lift dan tanpa menoleh lagi takut dia tidak bisa menahan tawanya.


Langsung iya membersihkan badannya istirahat tidur itu yang sangat Pandi butuhkan sekarang


Jam 11 malam baru Pandi bisa memmejamkan matanya, lelah 2 hari 2 malam iya habiskan untuk kerja dan untuk kegalauan nya.


Membuka pintu dengan malas, namun pas ke buka pintu mengapa seisi rumah begitu gelap pikir Pandi padahal dalam kamarnya lampu masih nyala.


"Happy Birthday", ucap Sandra dan Seli paling heboh, sedangkan Bu Mirah hanya tersenyum dia hanya ikut ikutan dengan dua anak remaja itu.


Apasih seperti bocah pikir Pandi, namun tak bisa iya sembunyikan kebahagiaan nya juga, ini pertamakalinya iya di berikan surprise.


"Haii selamat ulang tahun", senyum Sandra, Pandi membalas senyuman manis itu, iya mengelus kepala Sandra.


"Selamat ulang tahun abang aku yang paling aku sayang yang paling tampan yang paling baik yang segalanya buat aku dan Ibu", Seli tak kuasa menahan tangisnya.


"Anak Ibu sudah semakin dewasa, sehat sehat ya nak, do'a Ibu selalu mengalir untukmu, Terimakasih sudah menjadi anak yang begitu pengertian dan perhatian pada Ibu dan adikmu", tangis Bu Mirah juga pecah.

__ADS_1


Sandra ikutan menangis juga, melihat Bu Mirah dan Seli menangis, dia tidak tau bagaimana keluarga ini dulunya, bagaimana perjalannan Pandi yang sebenarnya.


Pandi memeluk Ibu dan adiknya, iya berusaha menahan air matanya sekuat tenaga, tidak bisa memeluk 3 orang sekaligus, Pandi hanya memberikan senyuman pada perempuan yang ada di depannya.


Setelah beberapa saat Seli dan Bu Mirah pergi dari sana mereka memberikan waktu pada Sandra dan Pandi untuk berdua.


Seli tau ada yang beda di antara mereka, dia juga sudah remaja dia tau tatapan mereka mengisaratkan apa, jadilah Seli mengajak Ibunya untuk memberi waktu pada mereka


.


"Heii kok nangis", ucap Pandi setelah Ibu dan adiknya turun tangga.


Sandra memeluk Pandi dengan erat. "Happy Birthday sayang, love you lelaki hebat pekerja keras".


"Haha udahan marahnya ini?", tanya Pandi sambil terkekeh.


"Suka gak asik kamu itu merusak momen", ucap Sandra masih memeluk Pandi.


"Iya iya Maaf sayang", Pandi mengelus punggung wanita yang sudah memporak porandahkan hati dan pikirannya ini.





Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2