
Setelah 16 jam di udara mereka sampai dengan selamat di negara kelahiran.
Pandi masih dengan mode diam nya membiarkan saja gadis yang ada di depannya itu, meskipun Sandra sudah banyak ngedumel ngomel bahkan nyubit juga sudah Sandra lakukan sakin geram nya pada lelaki yang ada di sebelahnya terus selama 16 jam.
Sama sama masuk ke dalam mobil mereka di jemput oleh sopir masing masing, kak Lily yang ikut dengan mobil yang menjemput Pandi karena dia akan menginap semalam lagi, kasian sama Ibu yang sepertinya sangat berat jauh dari cucunya itu.
"Aku ke kantor langsung ya", ucap Pandi.
Ya Allah sungguh kak Lily di buat melongo oleh pemuda itu, entahlah tak ada lelahnya Pandi selama liburan juga tidak lepas dari kerjaan, "Pan Astagfirulloh emangnya gak capek apa?", tanya kak Lily sambil menggelengkan kepala.
Ibunya juga menggeleng mendengar sang anak yang mau langsung kerja, "Iya nak jangan terlalu mementingkan kerjaan, Ibu lihat muka Sandra juga tadi seperti sebal sama kamu", ucap Bu Mirah.
"Sandra bisa di urus nanti Bu".
"Jangan begitu Pan wanita paling tidak suka jika sedang ada masalah pasangannya tidak ada meluruskan sama sekali, kakak sudah merasakannya dan itu yang membuat sakit hati juga apalagi kita tidak tau apa masalahnya di antara kita", nasehat kak Lily.
"Nanti malam aku akan ke rumah sana kak ini penting banget".
"Yaudah gimana kamu aja, kamu juga pasti tau bagaimana baik nya kan yang jelas kalau pasangan kita butuh penjelasan dengan sikap kita yang tiba tiba berubah cepatlah berikan pengertian dengan alasan yang jelas".
"Iya kak".
Sampai rumah yang lainnya pada turun dari mobil, sopir itu langsung membawa Pandi dan Renaldi ke perusahaan nya.
Sampai perusahaan mereka langsung masuk ke ruangannya masing masing, Pandi yang langsung sibuk dengan dunianya, padahal ini sudah jam tiga sore habis perjalannan jauh juga, seharusnya mereka istirahat apalagi Pandi yang tselama di pesawat hanya tidur sebentar doang.
Namun ini pekerjaan sangat penting dia mendapatkan tawaran kerja sama dengan perusahaan terbesar di kota ini, ini adalah peluang yang sangat besar menurut Pandi untuk lebih mengenalkan perusahaan nya lagi dan lagi.
Tidak terasa waktu sudah jam 5 sore sampai lupa dengan kewajibannya sebagai umat muslim, Ya Allah gue sibuk dengan urusan dunia yang tiada ujungnya ini, Pandi langsung masuk ke kamar mandi yang ada di ruangannya dia langsung melaksanakan kewajibannya.
Jam 7 malam barulah Pandi keluar dari perusahaan, Renaldi sudah pulang karena Pandi menyuruhnya untuk pulang lebih dulu tidak tega juga sama sahabat karib nya itu harus kerja lebih keras lagi pasti lelah.
Pulang bukan ke rumahnya dia pulang ke rumah Papa Handra, tidak enak hati juga apalagi tadi siang mendapat wejangan dari kak Lily, hanya karena ada masalah sedikit dia sampai mendiamkan wanitanya.
__ADS_1
Sampai sana sudah di ruangan depan hanya ada Papa Handra dan Mama Selina doang .
"Assalamualaikum Ma Pa", salam Pandi.
Mama Selina menyambut Pandi dengan senyuman hangatnya, "Walaikum salam sayang, sudah makan?", tanya nya, sebab tau kalau Pandi pasti baru pulang dari kantornya.
Papa Handra menggelengkan kepala benar benar anak angkat nya itu gila kerja, "Baru dari kantor Pan?", tanya Papa Handra.
Pandi mengangguk, "Iya Pa", ucapnya.
"Pantas saja yang satunya ngambek, belum makan dia Pan samperin sana dari semenjak datang tidak keluar keluar kamar", ucap Papa Handra.
"Iya Pa, Ma Pandi ke Sandra dulu", Pandi langsung melangkah menaiki tangga.
"Iya ajak turun sekalian makan bareng kamu nak".
"Iya Ma".
Masuk ke dalam kamar Sandra, nyatanya anak itu asik dengan tidurnya menggulung badan dengan selimut sampai tidak terlihat.
"Hemmm, ntar Ma makan aja duluan", gumamnya kecil sambil membalikan badan.
"Heii bangun ini aku, makan yuk laper", ucap Pandi lagi.
Sandra langsung terbangun duduk mengumpulkan nyawanya, setelah beberapa deti barulah nyawanya kumpul, melirik pada lelaki yang berdiri di pinggir ranjang nya, "Ya makan kalau laper", sedikit sewot.
"Sama kamu, kata Mama kamu juga belum makan ayo makan".
"Sana makan aja sendiri", menjatuhkan badanya lagi ke kasur.
"Sayang ayolah aku laper banget".
Mau tak mau Sandra turun dari kasurnya menuju kamar mandi mencuci muka, Pandi duduk di kasur itu menunggunya.
__ADS_1
"Tidur dari kapan?", Pandi memeluk Sandra yang sedang berdiri di meja rias nya.
"Pulang langsung tidur".
"Gak Shalat?".
"Libur".
"Ohh yaudah makan yuk".
Di kesini cuman minta makan doang berarti ni anak, batin Sandra, "Kesini makan doang?", tanya Sandra.
"Kangen juga sama yang suka ngambek, aku tadi ada masalah pekerjaan dan ada tawaran kerja sama juga dengan perusahaan MY, otakku kebagi bagi, maaf ya".
"Hemm udah biasa", Sandra melengos.
"Sayang maaf", Pandi menarik Sandra lagi kedalam pelukannya.
"Bau ah", bohong Sandra sebab dia sedang marah mana ada yang marah langsung luluh karena di peluk huhh gengsi lah.
"Mana ada bau biasanya juga kamu lebih suka di peluk aku keringat bercampur bau parpum hahahaa".
"Ayo makan kalau ke sini cuma mau minta makan mah".
Cup Pandi mencium pipi Sandra, "Jangan suka ngambek terus".
"Iya udah nggak, hayu akh makan aku sudah laper", Sandra keluar dari kamarnya di ikuti Pandi, mereka menuruni tangga masuk ke dapur.
.
.
.
__ADS_1
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘