
Setelah selesai sarapan Pandi dan Om Indra mengatur strategi, mereka hari ini tidak punya banyak waktu meladeni orang orang seperti mereka.
Pandi dan Om Indra masuk ke basement dan orang itupun benar saja mengikuti mereka.
"Om hati hati ya, benar saja mereka mengikuti kita, Om sudah siap kan?".
"Om sudah siap, yuk kita jalan sekarang".
Om Indra sudah memesan mobil untuk mereka gunakan, terpaksa harus ada mobil 3 atau 4 karena untuk mengecohkan anak buah Paman Doni.
Yang tadinya masuk mobil warna hitam keluar dari basement itu Pandi dan Om Indra menggunakan mobil putih, terpaksa mereka harus jalan jongkok sesaat untuk pindah ke mobil satunya lagi.
Lama lama Paman semakin meresahkan, ternyata dari dulu sikap nya tidak pernah berubah, batin Pandi.
"Apa kamu mau meladeninya setelah meeting kita selesai?", tanya Om Indra.
"Iya Om, jika terus di biarkan bukan hanya aku yang di teror pasti Papa juga, aku sudah bilang ke Papa supaya memberikan keamannan untuk Mama dan Sandra".
"Kamu hebat telah mempersiapkan segalanya, semoga Pak Doni segera di tangkap polisi setelah data yang kita susun selesai".
"Iya Om, kita harus jaga jaga juga, manusia licik itu pasti akan memikirkan segala cara".
Selesai meeting dengan salah satu perusahaan mereka akan meninjau pabrik yang ada di kota itu, dan terpaksa keluar dari perusahaan itu menggunakan mobil yang berbeda lagi, percis seperti kucing kucingan.
Anak buah Paman Doni akhirnya selalu gagal dan terus gagal untuk menangkap Pandi.
Itu membuat Paman Doni murka.
Kurang ajar anak bau kencur itu mau main main denganku, akan ku kuliti kau jika sudah tertangkap.
__ADS_1
Dengan marah nya Paman Doni membanting semua barang yang ada di dalam ruangan kerjanya itu.
.
.
Satu minggu sudah Pandi dan Om Indra selalu kucing kucingan dengan anak buah Paman Doni, yang harusnya Pandi hari ini pulang dia memutuskan untuk membereskan masalah ini dulu, Pandi menyuruh Om Indra untuk pulang lebih dulu, karena kerjaan yang ada di kantor pusat juga sudah menumpuk.
"Apa kamu serius untuk menyelesaikan masalah ini dulu?", tanya Om Indra.
"Iya Om, ini harus selesai jika tidak takut dampak nya kemana mana", ucap Pandi dengan serius.
"Tapi Om tidak bisa membantu kamu bagaimana".
"Om tenang saja, aku hanya butuh do'a dari Om hahhah", tawa Pandi.
"Kau ini masih saja tertawa, nyawa dalam bahaya juga".
Setelah Om Indra pulang, Pandi juga menyewa mobil untuk menuju kantor Paman Doni.
Masuk ke kantor itu seperti biasa karyawan perempuan di sana sudah seperti bebek yang belum makan 2 hari, gerutu Pandi.
Tidak lupa Pandi juga telah menghubungi polisi sebelum dia ke kantor itu.
Pandi langsung menuju ruangan Paman Doni, sampe sana mengetuk pintu dan mengucapkan salam, mendapat sautan dari dalam di suruh masuk Pandi langsung masuk.
"Kau nyatanya punya nyali juga ya, datang langsung ke sini", teriak Paman Doni dengan marah.
"Sabar Paman, aku kesini datang dengan baik baik".
__ADS_1
"Hahahaa ternyata kau sudah siap mati juga seperti bapakmu tua bangka yang tidak berguna itu".
"Bapakku sudah tidak ada jadi stop untuk menghinanya lagi".
"Miris sekali sudah tua bangka tidak berguna sudah mati pula".
"Berhenti menghinanya Paman, walawbagaimanapun Bapakku adalah kakak Paman sendiri".
"Kakak yang lahir dari perempuan penggoda suami orang, kau anak kecil yang tidak tau apa apa".
"Apa Paman pernah berpikir Bapakku mau terlahir dengan tanpa di harapkan keluarga ayahnya sendiri, apa Paman pernah berpikir bagaimana menderitanya nenekku yang sedang hamil tua namun di tinggalkan oleh suaminya karena di paksa untuk di jodohkan denga Ibu Paman yang tidak pernah kakek suka, karena menurut kakek Ibu Paman itu adalah sahabat dari kecilnya".
"Tetap saja nenek mu itu perebut suami orang, dan sekarang bapak mu sudah enyah kini giliran kau lagi enyah dari dunia ini".
Tok tok tok... Sekertaris Paman Doni mengetuk pintu. Dan tiba lah 3 polisi masuk ke sana langsung menangkap Paman Doni.
"Kau anak kurang ajar, tunggu pembalasanku, akan ku musnahkan keluargamu dari dunia ini", ucap Paman Doni sambil di tarik oleh dua polisi itu.
Setelah Paman Doni di bawa ke kantor polisi dan Pandi juga menyaksikan pemeriksaan nya.
.
Sudah 3 hari Pandi mengurus semuanya mengurus penangkapan Paman Doni, Pandi merasa lelah, lelah dengan jalan hidupnya yang di takdirkan seperti ini, malam ini juga Pandi akan balik ke Jakarta.
•
•
•
__ADS_1
🖤🖤🖤
Happy reading, jangan lupa like nya ya, Terimakasih🙏🙏🙏