
Dari hari ke hari Pandi selalu sibuk dengan segala urusan nya, kali ini dia menyempatkan waktu untuk mengajak Ibu dan adiknya jalan.
Mereka bertiga jalan beriringan. "Bang bukannya itu kak Stela ya", tunjuk Seli.
"Sepertinya iya", jawab Pandi.
"Mana nak, ko bisa dia ada di kota ini", ucap Bu Mirah.
"Bisa lah bu ada mobil ada pesawat cepet sampainya haha".
"Iya juga ya hahaha".
Stela yang sedang bersama peria melewati mereka, sudah lewat beberapa langkah namun iya balik lagi kebelakang melihat siapa yang iya lewati tadi.
"Hahaaa ada keluarga kaya baru ternyata, puas lo sekarang udah buat Papa gue masuk penjara", tunjuknya ke muka Pandi.
"Cek, Pandi berdecak, bukannya itu semua karena kesalahan Papa lu sendiri ya".
"Tunggu saja pembalasan dariku".
"Dia orangnya yang kata kamu sayang", ucap lelaki yang ada di samping Stela.
"Iya sayang dia yang telah membuat Papaku berada dalam jeruji besi".
"Hebat juga ya", lelaki itu menyeringhai licik melihat Pandi dari atas sampai bawah lalu mereka berdua meninggalkan Pandi.
"Huwhhh permainan baru lagi", Pandi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sabar nak kamu harus hati hati ya, Ibu tidak mau terjadi apa apa sama kamu".
"Iya Bu", Pandi tersenyum.
__ADS_1
Setelah hampir setengah hari Pandi menemani jalan Ibu dan adiknya, mereka memutuskan untuk pulang.
Sampai rumah Pandi langsung masuk ke ruangan kerjanya, menghubungi Renaldi agar datang kerumahnya, tidak bisa iya biarkan dan sepelekan sebab manusia licik akan menghalal kan segala cara untuk menjatuhkan target nya.
Renaldi tanpa mengeluh atawpun menunda waktu meski di hari liburnya.
"Ada apa lagi kayanya penting banget", ucap Renaldi setelah masuk ke dalam ruangan kerja Pandi.
"Iya gue butuh bantuan elu".
"Masalah besar ya, tumben minta bantuan segala".
"Gue minta sekarang elu yang antar jemput Seli pastikan dia aman, lawan gue sekarang lumayan menantang, Daren Yunanda lu tau kan bagaimana orang itu".
"Iya gue tau, apa perlu ada pengamannan buat Seli dan Ibu?", tanya Renaldi dengan serius.
"Harus gue gak mau kecolongan".
"Iya sekarang tlpon yang lain agar mereka siap siap", ucap Pandi.
......................
Setahun yang lalu Pandi bertemu dengan 5 anak pemuda yang gamen di jalannan, mereka juga dari kampung yang sedang mencari pekerjaan di jakarta, jika siang mereka akan mencari kerja dan malam hari mereka ngamen di pinggir jalan untuk bisa makan esok harinya.
Dari situ Pandi menaruh lima pemuda itu di pabriknya yang baru iya jalankan juga, siang hari mereka kerja dan malam harinya Pandi sudah menyediakan tempat untuk berlatih bela diri dan belajar tentang bisnis juga ilmu IT dengan di bimbing oleh teman kampusnya yang baru saja pindah dari luar..
......................
"Itu akan gue urus, sekarang kita hanya perlu cari cara buat mengecohkannya", ucap Renaldi.
Pandi langsung membuka laptopnya, dengan susah payah dia bisa melacak dimana keberadaan Daren dan Stela sekarang.
__ADS_1
Pandi menggeleng dengan kelakuan sepupunya yang tak bermoral itu.
"Salut gue sama elu cepet banget blajarnya".
"Iya untung kita sudah siap siap dari awal kalau gak bisa bisa kecolongan gue".
"Lagian sepupu elu gila juga ya, rela di jdikan apa aja demi balas dendam".
"Begitulah kadang gue juga bingung", Pandi memijit pelipisnya, sebenarnya dia tidak mau ada masalah lagi dengan siapapun apalagi Stela sepupunya.
.
.
Sedangkan di hotel Daren dan Stela sedang asik berdua. "Kamu tenang saja dia hal sepele bagiku", ucap Daren.
Mereka sudah berada di salah satu hotel milik Daren, padahal Daren sudah mempunyai keluarga kecil yang seharusnya iya bahagia menghabiskan waktu libur bersama istri dan kedua anak nya.
Kadang laki laki jika merasa iya mampu iya bisa akan banyak sekali tingkahnya tanpa memikirkan bagaimana orang orang di sekitar nya, demi kepuasan dan kebahagiaan diri sendiri.
"Kau memang yang terbaik sayang", ucap Stela.
Pekerjaan Stela dari 3 tahun yang lalu hanya melayani laki laki hidung belang, awalnya dia juga tidak mau hanya saja paksaan dari Papanya untuk melayani rekan bisnisnya dulu dan sekarang menjadi kebiasaan buruk untuk nya.
"Itu sudah pasti", Daren tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘