
Di meja makan Fely masih melamun, masih terngiang ngiang ucapan Rafael yang mengatakan isi di kartu yang iya pegang sekarang tidak kalah banyak dari kartu pemberian Papa Pandi.
Padahal dari semenjak masuk SMA Fely sudah tidak menggunakan uang dari orang tua lagi, dirinya sangat mandiri mencari uang sendiri meskipun awal modal usahanya dari Papa Pandi.
Nasi dan lauk di piring bahkan hanya di makan setengahnya doang, Fely merasa makan malam ini seret tidak ter telan di tenggorokannya.
"Ya Allah ini sayang banget kalau di buang, gue masak buat porsi dua orang tapi yang di makan hanya baru sedikit", keluhnya.
Fely memasukan nasi lauk dan sayur ke kotak makan lalu membuka pintu untuk mencari satpam di depan pos pengamannan.
Untung satpam yang bertugas dua orang jadi Fely merasa cukup makannan ini untuk mereka berdua.
"Assalamua'laikum pak, permisi", salam Fely ramah.
"Ehhh iya neng mau cari siapa?", satpam di sana baru pertamakali melihat gadis secantik dan seimut Fely.
"Saya pendatang baru di apartemen ini pak, tadi saya masak lumayan banyak, sayang jika di buang ini semoga suka ya, tenang tidak ada racunnya ko hehee".
"Hadeuhh udah cantik pinter masak baik lagi, Masya Allah andai saya punya anak cowok yang sudah gede gak apa apa punya mantu kaya gini juga Alhamdulillah", ucap pak Hasan.
__ADS_1
"Ihh pak Hasan mah sedang halu neng mohon di maklum saja ya", ucap pak Dadang.
Fely hanya bisa tertawa mendengar ucapan dua peria baya itu.
"Hehehee kan kita gak ada yang tau jodoh pak", ucap Fely.
"Huhhh tuh kan Dang belum pernah ada cewek cantik yang ngajak ngobrol ke kita, pokoknyamah si eneng ini mah paket komplit deh, sudah cantik pintar baik ramah sopan lagi".
"Iya San yah baru kali ini", saut pak Dadang lagi membenarkan.
"Sudah ya pak saya mau balik lagi mau belajar hehee maklum masih anak SMA, jangan lupa di makan ya semoga suka".
"Hati hati neng cantik kalau ada perlu apa apa datang ke kita ya jangan sungkan".
"Walaikum salam geulis", ucap pak Dadang dan pak Hasan serempak.
.
Sampai kamar Fely langsung mengambil laptop nya untuk kerja, laporan hari ini belum Fely kerjakan satupun bukan lagi besok ada lagi nanti semakin menumpuk pikirnya, untung saja besok hari minggu dia akan datang ke kafenya langsung.
__ADS_1
Sejenak lupa dengan rumitnya masalah kehidupan dalam pernikahan terpaksa ini, Fely memilih pokus dengan kerjaan nya.
Masya Allah, Alhamdulillah pendapatan setiap harinya semakin meningkat, "Hmm apa aku ajak Nina aja ya supaya ada teman kerja dan ada yang membantuku", batin Fely.
Dia akan mencoba mengajak Nina besok, di rasa Nina pasti mau karena Nina anak orang biasa sekolah di sana juga karena mendapat beasiswa.
Semangat Felysia, ucapnya sambil tepuk tangan menghibur diri sendiri.
Lu bisa Fely lu pasti bisa berdiri di kaki sendiri, biarlah semua kau tanggung sendiri dirimu ini sangat kuat kan, monolognya.
Begini punya suami ternyata ya, batin Fely. Menikah karena terpaksa entah apa tujuan dari kedua orang tua yang awalnya Fely menganggap Mami Lily dan Daddy Reja itu orang tua kandungnya ternyata sekarang menjadi mertuanya.
Mama do'ain Fely agar tetap sehat dan kuat menjalankan hari hari yang sepertinya akan semakin rumit, ucapnya sambil memeluk bantal guling dengan kuat.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam waktunya Fely tidur mencari kedamayan dan ketenangan di alam mimpinya.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤