ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
63.


__ADS_3

Semua karyawan di sana yang tugas pada malam hari melihat bos mereka lagi setelah 8 tahun yang lalu sangat tercengang, apalagi sebagian karyawan di sana tau kalau ada suami dari bos nya itu sedang menginap bersama wanita lain.


"Witri masih ingat saya kan", ucap nyonya Lily pada sang karyawan yang dulu sangat iya percayai.


"Iya Bu Lily apa kabar?", tenggorokan Witri tercekat sangat kering takut akan seperti apa nantinya.


"Saya baik, dan saya harap kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari saya".


"Ii..iyya Bu", Ya Allah gimana ini hwaaa, batin Witri menjerit.


Setelah mendapatkan kunci akses kamar yang kedua manusia tak ada adab itu mereka langsung naik ke atas, hanya Nyonya Lily, Pandi, Renaldi dan salahsatu polisi sedangkan yang lain hanya berjaga jaga di bawah.


Sebenarnya Nyonya Lily juga hatinya sangat was was dan berdo'a semoga suaminya tidak seperti apa yang Pandi ucapkan, jika iya akan seperti apa rumah tangganya nanti, dan bagaimana dia akan menjelaskan pada anak anak nya.


Sakit juga jika benar iya di hianati kurang apa dia selama ini, menjadi istri yang Daren inginkan selalu iya turuti bahkan rela meninggalkan karir nya dan menyerahkan usaha yang Ayahnya titipkan padanya kepada Daren.


Sepanjang di dalam lift dan keluar dari lift menuju kamar yang suaminya tempati, dia selalu berharap dan berdo'a kalau yang ada di dalam kamar itu bukan suaminya, 8 tahun membina rumah tangga dia tidak pernah menaruh curiga pada suaminya itu meskipun tidak pulang seminggu karena alasan perjalannan bisnis selalu dia percaya.


Mereka berenti di depan pintu kamar sejenak, Pandi dan yang lainnya menunggu wanita yang ada di depannya itu siap membuka pintu, mereka tau kalau ini sangat sulit bagi Nyonya Lily.


Setelah hampir 5 menit dengan perasaan gamang rasanya jiwa juga melayang takutt sangat takut kalau ini nyata, sungguh berharap ini hanya mimpi.

__ADS_1


Membuka pintu dengan pelan bahkan sangat pelan karena tenanga juga rasanya sudah tidak ada menghilang entah kemana. Dan dengan jelas langsung iya melihat dengan mata kepalanya sendiri cahaya lampu begitu terang sangat terang menerangi dua manusia yang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh polos mereka, Renaldi dan polisi itu mundur mereka lebih baik menunggu di luar karena malu sendiri melihat dua manusia itu.


Sedangkan dua manusia yang masih asik dengan tidurnya, Daren tidur di atas tubuh Stela mukanya menghadap ke arah dimana Pandi dan Nyonya Lily, tanpa mengetahui kalau ada yang masuk kedalam kamar mereka.


Nyonya Lily sudah banjir air mata sesak dadanya serasa terhantam batu besar. "Mas Daren", ucap nya, sedangkan yang di panggil masih asik dengan mimpinya.


Saking sudah tidak kuatnya Nyonya Lily berjalan dan langsung memukul punggung lelaki itu dengan kencang membabi buta.


"Lily,,, Ly sayang ini tidak seperti yang kamu lihat sayang".


"Berhenti kau memanggilku sayang manusia jahat, kamu jahat jahat kamu tega menghianatiku mas, kurang apa aku selama ini mas kurang apa", teriak Nyonya Lily dengan kencang.


Daren hanya menggeleng tidak bisa menjawab pertanyaan istrinya, istrinya tidak ada kekurangan dalam segi apapun, tidak pernah membantah atau menyusahkannya sedikitpun, bahkan dia merasa hidup enak dan bergelimang harta juga karena istrinya.


"Ly sayang dengerin mas dulu, mas di jebak sama perempuan ular ini". Daren dan Stela langsung memunguti baju mereka yang berserakan di lantai dan menggunakannya lagi.


"Ada yang di jebak berhari hari tidur bareng, selama seminggu menghabiskan waktu bareng dan selalu pindah pindah hotel, ada yang di jebak seperti itu hah, bahkan anak kemarinpun tau alasan busuk dan basi itu".


"Sayang dengarkan mas dulu sayang jangan seperti ini, mas benar benar di jebak sama dia".


"Dan kamu perempun tidak tau diri sepertinya saya mengenal anda, ohhh hahahaa iya saya ingat sekarang anda adalah Stela Dwindra anak dari Doni Dwindra ck ck ck hebat sekali anda, anda bahkan sangat hebat bisa menggaet suami saya".

__ADS_1


"Nyonya Lily Maafkan saya, saya tidak menggaet suami anda, dia yang datang sendiri dan menginginkan juga memaksa saya".


"Kalian berdua sama saja sama sama tidak punya perasaan jahat", teriak Nyonya Lily.


"Kau yang sudah menghancurkan segalanya", tunjuk Daren pada Pandi dengan marah.


"Anda yang mengusik saya lebih dulu dan terimalah semua yang telah anda perbuat selama ini".


Nyonya Lily langsung keluar dari sana tanpa menoleh lagi pada suami penghianatnya itu, dia rasa semuanya sudah cukup hatinya begitu hancur, entah bagaimana dia menjelaskan pada anak anak nya nanti.


Renaldi langsung mengejar Nyonya Lily atas suruhan Pandi karena Daren dan Stela langsung di bekuk polisi.


Dengan segala bukti yang sudah Pandi siapkan polisi pun langsung membawa ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti dan di introgasi.


Untuk urusan Daren dan Stela, Pandi serahkan ke pihak polisi dan Reja terlebih dahulu, dia memilih mengejar Nyonya Lily untuk meminta Maaf mau bagaimanapun rasanya ini semua atas kesalahan Pandi, rumah tangga Nyonya Lily dan Daren berantakan karena dia yang menyiduk semuanya.


.


.


.

__ADS_1


🖤🖤🖤


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2