
Pulang setelah seharian jalan jalan menghabiskan waktu bersama, menebus waktu yang begitu banyak mereka lewati.
Dava sedang tidur saking lelahnya, karena ke asikan main dan jalan siangnya anak itu tidak tidur.
"Pulang ke apart aja sayang", mereka sedang di parkiran sepi.
"Ke rumah aja kak".
"Aku masih belum puas menghabiskan waktu dengan kalian", keluh Rafael, sambil terus mencium punggung tangan Fely.
Fely hanya tersenyum sambil mengelus pipi Rafael, lucu sekali laki laki garang ini, sekarang sudah seperti bukan Rafael, cengeng, bucin nya ampun ampun.
"Benar tidak mau ada pesta atau apa gitu, aku akan berusaha memberikan yang terbaik".
"Gak mau kak, anak sudah besar malu banget sama orang harus ngadain pesta atau apa hihh".
"Besok kita langsung menikah lagi, gak kuat aku kalau harus kaya gini terus".
"Sekarang aja bisa gak", bisik Fely sambil tersenyum menggoda.
"Jangan membuatku sampai melalukannya sekarang juga dek, sumpah nahan itu tidak enak kepala juga rasanya mau pecah".
"Lucu banget sih pacar halal tapi masih belum halal".
"Kamu ya kenapa semakin dewasa semakin berani menggodaku sih", tanpa ampun Rafael melahap bibir yang selalu membuatnya candu dan ingin terus melakukkannya.
Fely dengan cepat mengalungkan tangan dan berpindah ke pangkuan Rafael, semakin membuat laki laki itu menggila.
__ADS_1
Sama sama di mabukan, Fely yang mulai bisa mengimbangi Rafael.
Tangan keduanya sudah tidak mau diam mencari mainnan masing masing, "Ughhh", leguh Fely merasakan dua buah dadanya di lahap habis.
"Pelankan suara sayang takut Dava keburu bangun", bisik Rafael.
Sebelum berpisah sama sama mengisi tabung energi.
Selesai membuat pelepasan dengan keadaan semuanya sama sama utuh Rafael dan Fely ter engah engah sama sama tersenyum.
"Segila ini ya, apalagi nanti kalau sudah bisa masuk", bisa tambah gila gue, batinnya.
"Gak bisa bayangin ganasnya hahaa, dulu juga sampai aku tidak sadarkan diri".
"Maaf sayang, kali ini janji akan pakai perasaan".
"Di tahan memang gak enak sayang", Rafael terkekeh, "Nanti aku langsung ngomong ke papa kita besok langsung nikah lagi ya, kalau mau ada pesta atau apa langsung bilang, tapi acaranya setelah nanti kita nikah lagi.
"Harus besok banget ya".
"Mau kapan sayang, sumpah aku gak kuat kalau harus jauh dari kalian lagi".
"Ya sudah silahkan kamu bilang ke papa".
Rafael mengangguk setuju, apalagi yang di tunggu memang ini kan keinginnannya.
Meskipun Fely dan Rafael sudah banyak tingkah dan polah namun Dava tetap anteng dengan tidurnya.
__ADS_1
Terhalang kursi dan sengaja Rafael tutup membuat mereka leluasa tidak takut kelihatan Dava, hanya saja suara yang harus pelan lebih ke bisik bisik.
.
.
Pulang ke apart lagi dengan senyum yang terus mengembang bak orang gila kadang kadang tertawa sendiri.
Papa Pandi memang selalu baik dan berpihak padanya, hanya saja pas 5 tahun silam membuatnya kesal, tapi tidak apa toh sekarang di gantikannya dengan bahagia banget.
Tidak sabar menunggu besok, semuanya sudah sepakat hanya ada penghulu dan saksi.
Memang tidak ada perceraian sah secara negara, tapi mungkin jika menurut secara agama mereka sudah berpisah, daripada nantinya terus terusan zina.
Padahal keduanya memang selama dua hari ini sudah lebih dari batas wajar.
Sama sama sudah dewasa dan pernah merasakannya, apalagi sekarang di butakan dengan cinta, tanpa ada paksaan dari mana mana, kini mengalir begitu saja.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤