ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
93.


__ADS_3

Sarapan pagi hanya ada 4 orang yang di meja makan tidak seperti tadi malam ada 5 orang di sana.


Bu Mirah mengira kalau Renaldi belum bangun, "Dek bangunin kakak sana gih", ucapnya pada Seli.


Ya Allah Ibu suka ngaco deh nyuruhnya, batin Seli gelagapan, masih ada rasa takut juga bersalah dalam hatinya.


Sandra tau kalau adik iparnya kebingungan, menyengit bingung, "By kamu sana yang bangunnin kak Ren", menyuruh suaminya.


Dengan malasnya Pandi bangkit dari duduknya, tanpa kata lagi berjalan menuju kamar yang Renaldi tempati, membuka pintu sedikit kasar, "Cek ni anak kemana sih, sepertinya tidak tidur disini", mengambil ponselnya niat menghubungi Renaldi.


"Lo dimana bangsat", setelah Renaldi mengangkat tlpon nya.


"Gue di kantor".


"Ngapain lu di kantor jam segini".


"Ada kerjaan, gue tadi malam perginya, lu gak baca pesan dari gue ya".


"Yaudah gue juga ben****t**ar lagi berangkat, lo siapin berkas buat meeting kita**".


.


Pandi balik lagi ke meja makan, "Renaldi tadi malam sudah pergi Bu katanya ada kepentingan", ucap Pandi.


Degg... Ya Allah berarti tadi malam kak Ren gak pulang lagi, batin Seli.


"Ohh kenapa nak, Ibu kira belum bangun".


"Udah bu gak usah di pikirin, ayo makan".


Mereka makan dengan tenang kecuali Seli yang merasa bersalah, tak ada makan enak sedikitpun bahkan Seli makan hanya beberapa sendok.

__ADS_1


Minum pun sambil melamun, "Ya Allah harus gimana aku, apa aku salah", batin Seli.


.


Selesai sarapan Pandi dan Sandra berangkat ke kantor mereka mengantarkan Seli ke sekolah terlebih dahulu.


"Abang, kakak Seli sekolah dulu ya", pamitnya turun dari mobil abangnya.


"Iya sekolah yang benar dek", ucap Sandra.


"Asiap bu bos", cengir Seli seraya hormat.


Pandi ikut turun dari mobil melihat adiknya masuk ke gerbang sekolah.


"By gimana menurut kamu?", tanya Sandra.


"Entah lah bingung aku juga, aku gak bisa maksa Seli tapi aku juga kasihan ke Renaldi.


"Iya aku tau, di sisi lain anak itu juga baik lahir dari keturunnan baik juga, susah jadi aku sayang, kemana mana serba bingung".


"Kamu bicara pelan pelan ke kak Ren, semoga dia bisa mengerti".


"Iya sayang".


Tak lama Sandra sampai ke kantor Papa Handra, setelah mengantarkan istrinya Pandi melajukan mobilnya lagi menuju kantor nya.


.


Tadi malam Renaldi yang sedang patah hati awalnya dia berhenti di taman untuk mendinginkan otak dan hatinya, 20 menit di taman tidak menemukan ketenangan malah membuatnya semakin pusing.


Tidak ada arah tujuan menjalankan mobilnya, Renaldi membawa mobilnya ke perusahaan untuk melampiaskan rasa sesak dan patah hatinya ke pekerjaan.

__ADS_1


"Ngapain lu jam segini udah kerja, gak usah rajin rajin gak bakal gue naikin gaji juga", ucap Pandi setelah membuka pintu ruangan yang Renaldi tempati.


Renaldi melengos malas, tidak ada niat untuk membalas ucapan sahabat karibnya itu.


"Lu lagi patah hati?, gak gini caranya Ibu pagi pagi sudah nyariin lu".


"Maaf, gue pusing gak bisa tidur jadi gue lebih memilih keluar dari rumah", menunduk ada rasa sesak lagi di dadanya.


"Maaf gue kali ini gak bisa bantuin elu", Pandi juga merasa kasihan melihat muka Renaldi yang kusut, sepertinya lelaki itu kurang istirahat mungkin semalam ini juga tidak tidur.


"Lu gak salah, gue nya aja yang tidak bisa mengontrol perasaan gue, gue juga bingung kenapa gak bisa menghilangkan perasaan ini", menunduk sedih.


Tidak ada tempat curhat ternyaman selain Pandi, tidak ada tempat berkeluh kesah selain Pandi yang sudah iya anggap kakak sendiri padahal dari segi umur Renaldi lebih tua 2 tahun dari Pandi.


"Pelan pelan bro, gue gak bisa pilih salah satu di antara kalian, gue gak mau mengekang adik gue tapi di sisi lain gue juga gak tega melihat elu kaya gini".


"Ya gue akan berusaha menghilangkan perasaan ini".


"Gue gak akan maksa elu, tapi pelan pelan kalau lu mau mendekatinya, kalau elu mau mencari yang lain gue juga bakal mendukung seratus persen buat lu".


"Ya thanks bro, maaf ya gue sudah membuat Seli tidak nyaman dengan ini, kalau masalah cinta gue sudah memendam nya hampir 2 tahun, jika lu bilang mencari yang lain sepertinya gue juga belum siap".


"Buka hati lu pelan pelan bebaskan semuanya, gue yakin lu bisa".


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2