
Setelah mandi barulah Pandi bisa menggendong anaknya.
"Haii anak Papa ini ya", ucapnya sambil mengelus elus tangannya senyumnya mengembang, ada sekelebat ingat dan rindu juga dalam benaknya, "Masya Allah cantik banget kamu sayang nak", ucapnya lagi pada Fely.
"Iya Mamanya udah gak cantik ya pah", sindir Sandra.
"Ehh cantik dong sayang", Pandi gelagapan, huwh apa gue salah ngomong ya, batinnya.
"Dari semenjak pulang muji anak nya terus", mode ngambek nya sudah kumat.
"Ini baru mau muji Mama nya", Pandi menaruh Fely ke ranjang bayi lagi.
Singa betinanya kalau sudah ngambek susah di bujuk, jadi jangan di biarkan lama lama.
"Sayang sini", Pandi menepuk pahanya agar sang istri duduk di atas pangkuannya.
Pandi juga merasa ini sudah hampir seminggu dirinya dan istri belum bicara dari hati ke hati, belum sempat ngobrol berdua pokus pada tujuan kedepan, dan apa yang akan mereka rencanakna.
"Apa?", walawpun sedikit sewot dirinya nurut dan duduk di atas pangkuan suaminya lalu menyandarkan kepala ke pundak Pandi.
Kenyamannan dan ke hangatan ini yang selalu iya nikmati dari sang suami.
"Maaf sayang maaf kalau aku masih belum bisa menjadi suami da Papa yang baik buat kalian", merengkuh istrinya air matanya langsung lolos tidak terbendung lagi.
Pandi memang sejatinya lelaki yang cengeng hatinya gampang tersentuh, menampilkan muka dingin dan sipat tegas itu untuk menutupi kelemahannya.
Mengingat Pak Medi adalah salah satunya, masih ingat dengan jelas bagaimana kehidupannya yang dulu, sekarang dirinya sudah sukses, sayang sekali Bapaknya tidak bisa ikut menikmati kesuksesannya.
Geram sangat geram karena dirinya bulan lalu menemukan pakta yang mengejutkan, ternyata pak Medi meninggal gara gara di paksa paman Doni untuk tanda tangan persetujuan semua harta warisan jatuh ke tangannya.
Penyakitnya pak Medi waktu itu sedang kambuh di tambah lagi di beri obat tidur dan punggungnya di benturin ke kayu sebelum obat tidur itu ber reaksi.
"Loh ko nangis sih, kangen bapak ya", Sandra mengelus pipi suaminya.
__ADS_1
Dia sudah tau betul kelemahan suaminya.
Tak ada jawaban dari Pandi, badannya masih bergetar menahan isak tangisnya.
Rindu dengan orang yang sudah tidak bisa kita gapai tidak bisa kita lihat juga peluk erat, nyatanya rindu seperti itu yang sangat menyakitkan.
"Bapak pasti sangat bangga dengan kamu, kamu anak yang kuat dan hebat sayang, kamu sudah menjadi anak, kakak suami dan Papa yang hebat buat kami", hatinya juga ikut ter enyuh, tidak tau pasti bagaimana begitu dekat Pandi dan bapak nya, mungkin jika dirinya ada di posisi Pandi juga akan rapuh bahkan lebih rapuh darinya.
"Berkunjunglah ke makam nya, kosongkan waktumu dan kak Ren ajak Seli juga, aku tau kalian pasti sangat merindukan bapak bahkan aku yang belum sempat bertemu dan kenal dengan beliau juga merasa rindu dan ingin bertemu".
"Ya minggu ini aku akan ke sana", ucapnya dengan pelan.
"Nanti kalau Fely sudah bisa di ajak perjalannan jauh aku akan ikut kamu dengannya".
Pandi mengangguk, entah mengapa niatnya ingin ngobrol bersama istrinya Pandi langsung mengingat pak Medi, apa mungkin karena dirinya sudah menjadi seorang ayah dan merasakan bagaimana sayang juga cintanya pada sang anak.
"Sudah jangan nangis ya, aku ikut sedih jika kamu bersedih".
"Maaf sayang mungkin ini terbawa suasana, ternyata kasih sayang seorang ayah pada anaknya itu tak ternilai dan tidak ter ukur".
"Love you more istriku, terimakasih sudah selalu mengerti aku, terimakasih sudah mencintai dan menerima peria menyebalkan sepertiku".
"Hadiahnya apa nih?", Sandra mengkerlingkan kedua matanya sambil tersenyum, sebenarnya berusaha mencairkan suasana agar Pandi merasa lebih tenang lagi.
Selalu dan selalu seperti itu, di hadiahkan kecupan mesra juga selalu iya terima dengan senyuman manisnya apalagi jika di berikan hadiah dengan bentuk lain.
Pandi langsung berjalan ke arah tas kerja yang selalu iya bawa, lalu mengambil kotak beludru biru, langsung iya serahkan pada istrinya.
"Semoga suka ya sayang", bisiknya pada telinga sang sitri".
"Apa ini?", Sandra menimang nimang dan melihat secara detail dari segi apapun meskipun masih tertutup rapat dan rapih.
"Pah ini boongan kan", menggelengkan kepala, dia tau apa isinya dan sudah bisa di tebak harganya.
__ADS_1
Pandi tersenyum lalu mengecup kening istrinya, "Buka aja semoga suka, ini gak seberapa di bandingkan hadiah dari kamu yaitu berbentuk Felysia Qiana Nasution", ucapnya.
"Hei ini harganya loh, Mama kemarin sempat bilang lagi ngincar ini dan Papa gak turutin hahahaa".
"Iya aku sudah beli empat empatnya untuk kalian semua, kamu Mama Ibu dan Seli", ya Pandi membelinya meskipun setengah harga dari harga aslinya jika benar benar di jual ke orang lain.
"Sayang ini kamu gak lagi bercanda kan".
"Hadiah dari aku buat kalian, Ibu juga sore ini bakalan nginep ke sini sama Seli dan silahkan kamu yang kasih ke mereka ini", Pandi menyerahkan 3 kotak itu lagi.
"Pah ini uangnya kamu dapat darimana?, jangan bilang", langsung menatap suaminya curiga.
"Yang perlu kamu ingat, aku bukan koruptor".
"Tapi uangnya darimana?".
"Hasil kerja kerasku, ini design aku juga, kebetulan 5 bulan yang lalu aku menjalin kerja sama dengan perusahan terbesar ini, aku membuat beberapa design Alhamdulillah mereka sangat suka dengan hasilku, maka dari itu ini hadiahnya dari mereka memberikan 4 ini kepadaku, dan ini tidak ada di pasaran hanya 4 saja untuk kalian, aku membelinya setengah harga dari aslinya jika benar benar di jual ke orang lain".
Sandra mendengarkan penjelasan Pandi dengan saksama.
"Masya Allah sayang, Fely Mama mau pingsan ini nak, sayang bangun ini Papa gak boongin Mama kan sayang, ayo dong Fely bangunnnn cubit Mama dulu".
Namun Fely masabodolah dengan ocehan Mamanya dirinya masih asik dengan tidurnya.
"Kamu membeli ini setengah harga dari aslinya, itu wow banget loh Pah, ternyata suamiku kaya juga ya", ucapnya sambil terkekeh.
Meskipun dirinya sadar kalau setiap perbulan tabungannya selalu di isi Pandi dengan jumlah yang selalu naik tidak pernah turun, bukan lagi ke yang lainnya dengan jumlah yang besar juga.
Benar adanya jika kita memuliakan orang tua juga istri rezeki akan datang dengan sendirinya dan semakin banyak, apalagi di iringi kerja keras.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading🖤🖤🖤