
Pandi berjalan dengan gontai menuju pintu, akhhh mengganggu kesenangan barunya saja.
"Kenapa kak?", tanya nya mukanya tak bersahabat.
Membuat Lily terpingkal pingkal, "Mukanya gitu banget kakak ganggu ya", ucap kak Lily tanpa menghentikan tawanya.
"Ck ada apa?", tanya Pandi lagi kesal.
"Di tungguin Papa di bawah, lagian ini sudah sore kan kalian harusnya sudah siap, Sandra mana?".
"Ada lagi siap siap, yaudah aku sebentar lagi ke bawah", akhhh kalau bukan kak Lily mungkin Pandi sudah menendang orang yang sudah mengganggunya.
Sedangkan di dalam kamar setelah sadar Sandra langsung mengambil bajunya yang sudah dia keluarkan tadi dari koper nya.
Masuk ke kamar mandi dia berkaca di kaca besar bertapa kagetnya melihat banyak tanda di dada dan di leher ada tiga tanda, Ya Allah apa ini gimana cara ngilanginnya huwaaa, awas kamu ya by, ini gimana cara ngilangin yang di leher coba, ihhh kenapa sih udah kaya vampie amat tu anak.
Sandra mondar mandir terus di kamar mandi memikirkan bagaimana cara ngilangin tanda merah kebiruan itu.
Pandi tadi setelah kak Lily pergi dia masuk lagi membantingkan badannya ke kasur, dia kira Sandra masih di kasur ternyata anak itu sudah masuk ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi dengan muka bete, "Kenapa sayang", tanya Pandi melihat muka istrinya tak bersahabat.
"Kamu nih gara gara kamu gimana cara ngilanginnya coba", sambil manyun.
Pandi terkekeh malah bangga pada dirinya sendiri, "Kita cari di google sayang gimana cara menutupinya hahaa, lagian bagus itu tandanya kamu sudah ada yang punya".
"Tau ah ngeselin lagian kamu udah kaya vampire aja".
"Sembarangan suami sendiri di samain sama vampire", Pandi terus saja ter tawa matanya pokus ke ponsel sedang membaca bagaimana cara menghilangkan jejak kepemilikan nya. "Ini sayang bisa pake ini katanya nih", berjalan ke arah istrinya.
__ADS_1
"Untung aku punya", gerutu Sandra, sambil make up sambil terus menggerutu tak henti hentinya.
Pandi hanya bisa menahan tawa sebab tadi sudah di peringatkan jangan menertawakan, takut semakin marah malah tidak dapat jatah nantinya pikir Pandi, sambil terus membayangkan kejadian tadi, melihat tangannya sambil menggerak gerakan masih terasa rasanya seperti apa sambil terus senyum senyum, ahhh udah kaya orang gila gue, batinnya.
Untung Sandra menggunakan baju resepsi yang tertutup kalau tidak dia semakin pusing nutupin yang tiga aja tidak kelar kelar sebab jika di perhatikan sangat terlihat jelas.
Untuk acara resepsi Sandra tidak menggunakan mua sebab mukanya terasa berat tadi pagi juga, kali ini dia hanya menggunakan make up tipis tipis saja toh sudah cantik dari sananya memakai make up tipis malah semakin membuat nya terlihat segar.
"Kamu belum?", tanya Pandi mendekat pada Sandra.
"Bentar lagi, gara gara tiga ini nih yang membuatku lama juga", omelnya.
"Iya Maaf deh maaf".
"Sudah lah mau gimana lagi sudah terjadi juga".
Sandra melewati banyak orang dengan terus tersenyum sedangkan Pandi hanya menampilkan sedikit senyum nya, Pandi berubah menjadi manusia lempeng jika di luar dan di lihat banyak orang.
"Kamu tau gak senyum kamu itu menakutkan loh", ucap Sandra.
"Jangan menggodaku sayang bisa bisa aku membawamu ke kamar lagi", ucapnya menyeringhai.
Astagfirullohalazim, padahal dia tidak menggodanya, dan kenapa Pandi sekarang pikirannya kesitu terus, Sandra menggelengkan kepalanya, sungguh ini bukan Pandi yang dia kenal.
Mereka menyalami tamu dengan sabar, 700 tamu undangan yang seakan tak ada hentinya membuat mereka terus saja berdiri.
Giliran sahabat Sandra si dua rusuh siapa lagi kalau bukan Melly dan Nissa.
"Weh pengantin baru nih, perasaan dulu ada yang ngomong gak mau nikah muda deh ya Mell", ucap Nissa menggoda Sandra.
__ADS_1
"Iya Nis katanya nikah muda itu ribet".
"Ini yang gue benci dari kalian berdua", Sandra membuang muka, malu lah dia sama Pandi toh dia yang ngebet mau nikah terus selama ini.
Pandi tersenyum, "Benarkah begitu katanya dulu?", tanya Pandi.
"Bahkan dia mau nikah di umur 27 tahun katanya", Nissa semakin meledek.
Sandra semakin geram dengan kedua sahabatnya bisa bisanya membocorkan itu semua ke Pandi.
"Lu pada pergi dari sini atau perlu gue panggil satpam".
"Wihhh santai nyonya Pandi santai, ko sekarang kebalik mode galaknya ya", Melly tertawa keras.
"Kita mau kasih ini ke elu dan elu harus pake malam ini juga kalau lu gak pake berarti lu gak menghargai persahabatan kita", ucap Mally.
"Apaan sih lu pada gak jelas, isinya apa ini?", membolak balikkan kado yang di berikan sahabatnya, berat kaga enteng juga kaga ni kado.
"Udah lu buka aja nanti dan jangan lupa pake oke, kita berdua mau ucapin selamat buat elu, semoga lu menjadi istri yang baik sabar dan nurut sama suami, lu harus bisa bedain kehidupan sebelum punya dan setelah punya suami, semoga rumah tangga kalian selalu rukun bahagia sampai tua dan sampai maut memisahkan", do'a dan nasehat Nissa.
"Aaaa gue terharu kalau kaya gini thank u sayang sayangku", tiga manusia itu berpelukan.
.
.
.
🖤🖤🖤 Happy reading 😚😚😚
__ADS_1