
Maksudnya gimana, ke empatnya bingung ko sampai Rafael menangis begitu.
"Sayang ini gimana maksudnya?", mami Lily sangat bingung, sebab melihat anaknya tadi seperti ketakutan dan hilang arah.
"Aku sempat bilang sama dia mih kalau gak ingin langsung menambah anak, kasian Dava yang baru beberapa bulan ini mendapatkan kasih sayang papi nya".
"Pantas saja, tapi gak gitu juga kak kamu ini kenapa percis papa banget sih, iseng jail suka sekali melihat orang tertekan", huwhhh mama Sandra merasa ingin menjewer telinga anak sulungnya ini.
"Gak apa apa, sesekali kerjain ya Fell", ucap Daddy Reja dengan enteng.
"Iya Dadd ya, mukanya lucu kan kalau lagi tertekan dan ketakutan".
"Nah emang lo banget Pan".
"Yakan bibit unggul gue".
"Iya deh yang bibit unggul".
"Astagfigullohalazim papa sama daddy emang suka aneh untung aku bukan bocil lagi".
Mami Lily dan mama Sandra hanya bisa menggeleng, Pandi dan Reja terkadang seperti masih pada remaja debat tidak jelas.
Setelah mengucapkan selamat semuanya pada pulang, memberikan ruang pada Fely dan Rafael agar Rafael tidak salah paham lagi.
Rafael yang merasa keluarganya sudah pulang semua iya masuk lagi ke ruangan Fely.
"Sayang aku boleh masuk kan".
"Kenapa harus nanya ya mau masuk masuk saja", ketus Fely.
__ADS_1
"Sayang maaf ya, bagaimana kamu sudah baikan kan, dokter tadi yang meriksa kamu apa benar kata dia kamu hamil".
"Ya iyalah masa hamil boongan".
"Sayang kamu marah banget sama kakak ya".
Huwhh Rafael bingung harus gimana dirinya sekarang, kandungan di gugurkan oh tidak tidak dia tidak mau calon anaknya sampai hilang begitu saja.
Tapi Fely tidak mau hamil, dia harus apa? andai bisa di pindahkan padanya.
"Kak udah plis ya hahaa aku gak bisa nahan tawa dari tadi melihat muka bersalah kamu".
"Maksudnya", Rafael mendekat.
"Hahahaaa, kamu mikirnya kejauhan deh".
"Sayang kakak serius".
Dengan cepat Rafael memeluk Fely, "Sayang plis bercandanya jangan kaya gini, aku hampir gila gak tau harus gimana setelah mendengar kamu hamil, yang aku ingat kamu gak mau secepat ini hamil".
"Hehee maaf ya, jadinya gak jadi kasih kejutan buat nanti seminggu lagi deh".
"Maksud kamu kejutan apa?".
"Ini sebenarnya aku mau sembunyiin dulu dari kamu, kasih taunya pas nanti kamu ulang tahun, yah tapi gagal total gara gara mabuk di pesawat, ini aku taunya juga pas di sana".
"Gila kamu sayang, kepalaku hampir mau meledak karena bingung bagaimana cara minta maaf ke kamu".
"Terus gimana nih anak nya pak?, senang gak? ".
__ADS_1
"Bahagia banget aku, rasanya dunia ini aku sendiri yang punya, terimakasih sayang terimakasih untuk semuanya".
"Senang banget ya anak nya udah mau dua".
"Banget banget yang, ini kado yang teristimewah yang pernah aku terima selama hidupku".
"Tadi kenapa tiba tiba nangis sama minta maaf?".
"Aku ingatnya kamu tidak mau cepat tambah anak, aku sangat takut, takut kamu gak terima karena secepat ini".
"Aku tidak ingin egois kak, aku tau kamu pasti memnginginkan anak lebih dari 1, aku juga ingin membuat kamu tambah bahagia".
"Gak tau dengan cara apa berterimakasih sama kamu, hadiah apa yang pas buat kamu, kamu terlalu sempurna untuk aku yang banyak sekali kekurangannya".
"Kakak cukup jaga kepercayaan aku dan jangan menghianatiku".
Byang banyang masalalu kadang kadang masih menghantuinya meskipun Rafael benar benar selalu menghabiskan waktu dengannya, bahkan hanya berpisah di jam kerja saja.
"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang patal sayang, duniaku hanya kamu dan anak anak".
"Terimakasih kak, aku mencintaimu".
"Cintaku lebih besar dari yang kamu tau, terimakasih untuk semuanya sayang terkmakasih, terimakasih TERIMAKASIH istriku, love you more my lovely wife".
.
.
.
__ADS_1
...TAMAT...
Halooo semuanya TERIMAKASIH banyak untuk dukungan nya selama ini❤❤❤