
Seminggu berlalu dari pertama kalinya Rafael dan Fely bertemu lagi.
Sudah jam 5 sore namun Fely masih asik memantau karyawannya yang sedang bekerja, sambil dirinya mengerjakan PR sekolahnya.
Tidak ada yang tau kalau kafe itu milik anak sekolah yang baru berumur 17 tahun, semua anak anak Pandi tidak ada yang di publish satupun apalagi Fely anak perempun yang harus benar benar iya jaga.
Fely juga mau di skolah atawpun dimana tidak pernah memamerkan harta kekayaan yang di miliki orang tuanya, hanya orang orang terdekat yang mengetahui bagaimana Fely.
Baru saja selesai tugasnya Fely bergegas pulang karena Mamanya sudah mengirimkan pesan agar cepat pulang.
Sampai rumah dengan santainya masuk sambil menengteng sepatu bekas iya pakai tadi.
"Ehhhhh", kagetnya setelah iya masuk ke ruang tengah.
Semua orang yang ada di sana melirik pada gadis berseragam putih abu memakai tas punggung dan menengteng sepatu.
"Assalamualaikum", ucapnya sedikit cengengesan, sebenarnya Fely merasa malu juga terkejut karena banyak orang di sana, "Tunggu Fely mau cuci tangan dulu", ucapnya sebelum ber salaman sama orang orang yang ada di sana.
Dih ada cowok rese lagi, tapi ko bareng sama Mami dan Daddy ya, monolognya.
"Mamii, Daddy ahhhh kangen udah lama gak ketemu", manjanya Fely ke Lily.
__ADS_1
Ya mereka sudah hampir 5 tahun tidak berkumpul karena kesibukan masing masing, apalagi Lily yang harus bolak balik Semarang London untuk menjenguk mertua dan anaknya.
"Haiii anak gadis Mami sayang, kamu makin cantik aja sayang", puji Mami Lily memeluk Fely erat, mencium gemas seperti dulu.
"Wihhh anak Daddy semakin cantik pintar sudah pasti ya, udah cocok nih jadi mantu Daddy", ucap Daddy Reja.
"Daddy menyebalkan tidak pernah berubah", dengus Fely.
Lily mencubit pinggang suaminya, memberikan isyarat agar tidak langsung membocorkan rencana mereka.
Gelak tawa Pandi dan Reja menggema, sedangkan laki laki berwajah dingin di sana sangat terlihat malas ikut menimbrung percakapan orang tua.
.
Dan yang paling mengejutkan bagi Fely tiba tiba dirinya tunangan dan mengapa besok tiba tiba dirinya akan menikah.
Fely tidak bisa berkata apa apa, hanya bisa pasrah dengan keputusan Mama dan Papanya.
Ck hihhh masa baru SMA kelas dua sudah punya suami, batinnya.
Kenapa juga Rafael tidak menolak perjodohan ini, padahal dirinya punya kekasih.
__ADS_1
Seminggu yang lalu Fely sempat mendengar percakapan Rafael dan kekasihnya melalui ponsel.
Hihh masa gue jadi pecokor sih, gerutunya lagi.
Fely memilih pergi ke taman yang ada di samping rumahnya, dirinya butuh mendinginkan otak dan berpikir jernih, besok hari sabtu yang harusnya iya libur sekolah dan rebahan sambil kerja, cihh masa besok iya harus nikah haihhhh gimana ini, pikirannya berkecamuk.
Ck ngapain juga tuh manusia dingin tidak menolak perjodohan ini, gila hawek banget sama cewek padahal punya pacar, geramnya, Fely terus saja mendumel karena kesal dengan Rafael yang tidak menolak perjodohan ini.
"Jangan mengumpatiku, mengapa tidak kau saja yang menolak perjodohan ini", sinis Rafael.
Hihh kaya jelangkung banget sih ni om om yang satu ini, batinya.
.
.
.
Cerita Fely dan Rafael Utor gabung kesini aja ya, semoga pada suka dengan ceritanya😊
Happy reading, jangan lupa like ya😘🙏
__ADS_1