ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
102.


__ADS_3

Masya Allah setelah menunggu berjam jam dengan tegang kini terdengar tangisan bayi dengan begitu nyaring.


Mama Selina dan Ibu Mirah tak henti hentinya berdo'a meminta keselamatan dan kesehatan untuk anak dan cucunya, setelah mendengar tangisan bayi dua nenek baru itu bernapas dengan lega.


"Masya Allah mbak cucu kita mbak", Mama Selina memeluk besan rasa kaka kandungnya saking bahagia.


"Alhamdulillah cucu kita sudah lahir", bu Mirah menangis haru bahagia.


.


Sedangkan Pandi juga di dalam yang menemani proses kelahiran sang anak sampai keringat bercucuran padahal suhu di dalam ruangan itu sangat dingin.


Tak henti mengucap syukur setelah melihat anak nya bersih, awalnya iya sangat kaget melihat anaknya sangat kecil dan merah, iya takut terjadi apa apa pada anak nya.


"Terimakasih perjuangan dan pengorbannannya sayang, aku mencintaimu", mengecup kening istrinya lama.


Rasa lelah dan sakit seketika hilang setelah mendengar tangisan anak dan perlakuan penuh cinta dari suami, "Sama sama by", senyum Sandra mengembang apalagi melihat bayi kecil di depan matanya.


Kedua orang tua baru itu tesenyum bahagia apalagi melihat mulut bayi yang seakan sedang mencari makannan nya.


"Selamat Pak Bu, bayinya terlahir dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan apapaun", ucap dokter itu pada keluarga kecil baru.

__ADS_1


"Terimakasih dok, terimakasih atas kerja sama dan kerja kerasnya selama ini", ucap Pandi.


"Itu sudah tugas saya Pak Pandi, saya juga berterimakasih karena anda mempercayakan saya untuk menangani istri anda".


Sandra dan bayinya segera di pindahkan ke ruang perawatan agar yang lain bisa melihat.


.


.


"Sayang anak kecil Mamaa yang sekarang sudah jadi ibu", ucap Mama Selina mendekap anaknya penuh haru, rasanya baru kemarin iya melahirkan Sandra, baru kemarin iya menangis haru bahagia melahirkan anak kecilnya dengan penuh perjuangan, baru kemarin menyusui anak kecilnya dengan penuh cinta.


Tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata saking bahagianya, rasa seperti mimpi punya anak besar punya mantu punya cucu sekarang, penyakit yang di deritanya dulu sungguh membuatnya merasa takut tak punya anak, sebab dokter suami dan orang tuanya tidak mengijinkan dirinya untuk sampai bisa melahirkan Sandra, dengan kuasa dan ijin Allah dirinya bisa melahirkan dan membesarkan meski penuh perjuangan.


"Selamat sayang putri kecilnya Papa, Papa bangga sama kamu terimakasih telah melahirkan cucu buat Papa", mengecup kening anak nya.


"Terimakasih telah membesarkan dan mendidik Sandra selama ini, Mama terimakasih telah melahirkan, merawat dan mencintai Sandra", mereka bertiga berpelukan.


.


"Selamat nak telah melahirkan putri kecilmu, terimakasih sudah memberikan warna baru di keluarga kita", ucap bu Mirah.

__ADS_1


"Terimakasih Ibu, terimakasih juga Ibu telah melahirkan dan merawat serta mendidik laki laki yang begitu baik dan bertanggung jawab untukku", Sandra memeluk mertuanya.


Di ruangan itu penuh denga tawa bahagia, Ketiga orang tua juga selalu bergantian menggendong bayi mungil yang sedang asik dengan tidurnya.


"Sayang harus punya banyak nih kasihan kalau satu doang di rebutin kaya gitu", ucap Pandi mengkrlingkan matanya.


Astagfirullohalazim Sandra sampai mendelik mendengar ucapan suaminya, rasa sakitnya ini juga masih terasa, "Astagfirullohalazim, ini juga masih sakit", kesalnya.


"Ya gak sekarang besok juga gak apa apa", terkekeh dengan ucapannya sendiri.


Dan sukses mendapat cubitan maut dari istrinya, "Enak aja, sana gak usah dekat dekat ngeselin banget".


"Ehhh ko ngambek sih, bercanda sayang, malah aku yang sakit loh kamu cubit".


"Biarin habisnya ngeselin banget".


"Iya maaf deh bercanda doang ko".


.


.

__ADS_1


.


Happy reading🖤🖤🖤


__ADS_2