
2 tahun lebih sudah Pandi menjalankan hari hari seperti biasanya sibuk dengan segala urusan, dan banyak sekali lika likunya, sekarang Pandi sudah mulai membuka bisnis sendiri meskipun bisnisnya ini masih kecil kecilan, Alhamdulillah merk makannan ringan yang Pandi keluarkan itu sudah mulai di kenal oleh masyarakat luas, bahkan Pandi sekarang sudah merambah kan bisnis nya ke bidang per hotelan, memang sangat tidak masuk akal dari bidang makannan ke perhotelan namun ya itulah Pandi selagi menurutnya bisa dia akan melakukannya.
Memang awalnya juga dia sudah menekuni berbagai macam pelajaran bagai mana cara nya masuk dan membuka bisnis perhotelan.
Tahun lalu Pandi membuat keputusan untuk terjun di bidang makannan terlebih dahulu, karena Perusahaan Papa Handra berada di bidang makannan jadilah Pandi memanfaatkan peluang yang sudah ada terlebih dahulu.
Ibu dan adiknya juga sudah Pandi boyong ke jakarta, Pandi membeli rumah 2 lantai di salah satu komplek yang lumayan terkenal di kota ini.
Seli juga sekolah di skolahan ternama, Masya Allah berkat kerja keras dan usaha Pandi, Ibu Mirah dan Seli merasakan yang namanya kecukupan hidup bahkan lebih dari cukup.
Semakin hari Pandi semakin dingin tanpa bisa tersentuh oleh siapapun. Dunia Pandi sekarang hanya kerja kerja dan terus kerja, bahkan minggu ini Pandi akan wisuda juga, yang seharusnya membutuhkan 4 tahun lebih waktu kuliahnya, Pandi memilih mempercepatnya toh dia sudah menyelesaikan tugas tugasnya dengan baik, ya Pandi si manusia jenius yang serba bisa.
Kerjaan di perusahaan Papa Handra Pandi hanya masih membantu bantunya saja, perusahaan itu pun sekarang sudah berkembang berkat kerja keras dan usaha Pandi yang menyingkirkan tikus dan juga sampah sampah yang ada di perusahaan itu.
Sebenarnya Papa Handra sangat menyayangkan Pandi keluar dari perusahaan nya, bahkan Pandi sudah di beri saham dari setengah perusahaan itu, Pandi tetap kekeh tidak mau dia maunya usaha sendiri dan milik sendiri hasil jerih payah dia sendiri. jadinya beliau juga tidak mau memaksa dan egois, karena memang dari pertama bertemu juga Pandi sudah menjelaskan makaud dan tujuan nya. Mau di apa, sebagai orang tua sekarang hanya harus mendukung tujuan baik anaknya.
Pandi sekarang sedang berada di kantor miliknya, memang tidak besar namun lumayan untuk pembisnis pemula, niatnya jika dia sudah wisuda nanti Pandi akan memperluas usaha dan kantornya juga.
Renaldi juga sekarang sudah menjadi karyawan kantor Pandi, dua pemuda itu bak prangko, dimana ada Pandi pasti akan ada Renaldi.
Renaldi juga sekarang sudah kuliah bahkan sudah semester 4 itu berkat ajaran Pandi juga.
__ADS_1
Hari sudah siang, Pandi yang selalu mengantar jemput adiknya, dia selalu meluangkan waktu untuk sang adik bahkan sangat memanjakannya.
"Ren gue titip kantor dulu, gue mau jemput Seli sebentar ya", pamit Pandi.
"Siap Bos, santai semuanya akan aman terkendali".
"Yaudah gue pergi".
Pandi keluar dari perusahaan nya untuk menjemput sang adik.
Selalu seperti itu setiap hari.
"Abangg".
"Heii, gimana belajarnya?", tanya Pandi, seraya tersenyum hangat pada sang adik.
"Lancar lancar aja bang", senyum Seli.
"Oke, yuk pulang, Ibu sudah nungguin di rumah".
"Yuk, abang mau ke kantor lagi?", tanya Seli.
__ADS_1
"Iya abang cuma anterin kaya biasa, kenapa ada yang kamu mau?".
"Gak ada di rumah udah penuh semua, buah juga banyakkkk banget, udah kaya mau jualan buah kita", tawa Seli. Pandi juga tersenyum mendengar penuturan adiknya.
Sebab kehidupan yang sekarang sangat jauh berbeda dengan dulu.
Apapun itu demi kebahagiaan kalian, kerja kerasku untuk menycukupi kalian, batin Pandi.
Pandi mengantarkan adiknya ke rumah, setelah mengantarkan Seli, Pandi pergi ke kantornya lagi, dan akan pulang lagi ke rumah jam 7 malam.
Jangankan hari hari biasa bahkan sabtu minggu pun Pandi pakai untuk bekerja.
•
•
•
Semoga sekarang yang sedang bekerja keras untuk mengangkat derajat keluarga di permudah ya, semoga selalu lancar rejekinya, semangatttt....💪
🖤🖤🖤 Happy reading.
__ADS_1