ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
20. Apa Pacaran Seperti ini


__ADS_3

Pandi menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, dua duanya menikmati angin malam yang menerjang badannya, tidak merasakan dinginnya angin malam karena Sandra memeluknya dengan erat dari belakang.


Pandi memberhenikan motornya sejenak.


"Mau ke mall yang mana?", tanya Pandi.


"Terserah abang kemana saja aku ikut", masih dengan memeluk dan menempelkan dagunya di pundak Pandi.


"Maunya kemana jangan terserah, kita nonton apa?".


"Apa aja yang penting nonton, keluar dari rumah jalan cuci mata, biar ngilangin stresnya rumus matematikan dan fisika". Pandi terkekeh mendengar jawaban Sandra.


"Yaudah kita ke mall xx aja kalau gitu, pegangan yang kenceng kita ngebut yuk". Tanpa menunggu jawaban Sandra. Pandi menghidupkan motornya lagi menuju mall xx.


Modus Pandi mah supaya dia di peluk erat sama Sandra, dan benar saja dia tersenyum merasakan pelukan Sandra semakin erat padanya, apasih gue ini sadar Pan sadar dia adik elu (hati kanan). Gak apa apa Pan dia sama elu gak ada hubungan darah sedikitpun jadi sah sah saja (hati kiri). Akhhh masabodo dengan perasaannya yang bingbang yang penting dia menikmati waktunya sekarang bersama Sandra, toh Sandra juga tidak perotes sama sekali, pikirkan apa apanya terserah gimana nanti.


Sandra semakin mengeratkan pelukannya memejamkan matanya, rasa takut juga senang dalam hatinya bercampur aduk, apa pacaran itu seperti ini ya, batin Sandra.


Setelah 15 menit perjalannan dari lestoran tadi Sandra dan Pandi sampai ke mall yang mereka tuju, Sandra masih betah memejamkan mata dan memeluk Pandi.


"Gak mau turun nih?", tanya Pandi, padahal dia juga menikmati pelukan itu rasanya ingin terus seperti ini.


"Ehh udah sampe ya bang, kenapa gak bilang bilang sih", gerutu Sandra.

__ADS_1


"Ya kirain tau kalau udah sampai".


"Aku tadi merem, ngeri soalnya bawa motor udah kaya pembalap abal abal".


Hahah Pandi tertawa lucu. Duhhh lucu banget sih ni anak Pak Handra, boleh gak ya gue karungin sayang banget cakep soalnya.


"Puas amat ketawanya bang", Sandra mencubit pinggang Pandi dengan kencang, kesel rasanya di ketawain.


"Awww sakittt Sandra Seliana Winata", padahal cubitan Sandra tidak terlalu sakit sebenarnya.


"Ehhh ko abang tau nama kepanjangan aku".


"Tau dong apa yang gak tau tentang kamu cewek bar bar kalau di sekolah, kalau di rumah manja nya minta ampun".


"Bar bar juga pinter tau, hehee".


"Udah cakep masuk yuk tar keburu habis filem nya", menggandeng tangan Sandra masuk ke dalam mall.


Sandra mengikuti saja berjalan bersebelahan dengan Pandi, banyak sekali yang gandengan di sana juga, banyak para perempuan yang ber bondong bondong.


"Bang udah punya pacar ya?", tanya Sandra, soalnya melihat dari ketampannan dan juga kepintaran nya Pandi, rasanya tidak mungkin jika tidak punya pacar.


"Ko nanya nya kaya gitu sih", Pandi melirik Sandra yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Ya mau tanya aja, emang gak boleh nanya juga ya", ketus Sandra.


"Ehhh gak gitu, kenapa malah ngambek sih, kita kesini mau nonton lo mau happy happy, jangan ngambek gini ih, gak seru".


"Nyebelin emang bukannya jawab".


"Abang gak ada cewek, gak ada pacar dan belum pernah pacaran, puas", tekan Pandi.


Namun Sandra tidak menghirawkan itu dia memilih dudu di kursi yang sudah dinsediakan oleh pihak mall ini. Pandi di buat bingung apa salahnya sih kali ini perasaan gak bikin salah deh, batin Pandi.


"Ayolah sampe sini ko malah ngambek sih, apa salah abang?", Pandi jongkok di hadapan Sandra.


"Gak ada salah", Sandra juga bingung sama dirinya sendiri kenapa selalu marah kalau mendengar suara perempuan lain memuji Pandi, dia gak ikhlas.


"Ayo kesana yuk, mau beli cemilan apa?", Pandi membawa tangan Sandra untuk berdiri.


Namun hanya jawaban terserah yang Pandi dapatkan, ngadepin anak gadis orang gini amat ya, pikir Pandi.


โ€ข


โ€ข


โ€ข

__ADS_1


๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


Happy reading๐Ÿ˜‡ jangan lupa like ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2