ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
033.


__ADS_3

Mengistirahatkan badannya sebentar setelah melakukan penerbangan jauh, Rafael menatap langit langit kamar yang ada di dalam ruangannya, kamar inilah yang sering dirinya pakai istirahat dari semerautnya kehidupan.


2 jam cukup waktu yang Rafael gunakan untuk istirahat, jam 1 siang dirinya keluar sekaligus makan siang di depan kantor.


"Randa ayo makan", ajaknya, yang biasanya Randa menyiapkan dari sarapan sampai makan malam.


"Ehhh iya", bisa bisanya dia lupa kalau Rafael sudah kembali.


"Kerja ya kerja jangan sampai melupakan makan juga".


"Haihhh itu kata kataku dulu, maaf saya lupa kalau sudah kembali".


Dua manusia itu beriringan keluar dari kantor sambil banyak bercerita dan sesekali tertawa berdua, seolah tidak ada lagi beban hidup.


Sudah cukup menderita 5 tahun ini, sudah cukup makan di temani air mata dan penyesalan, Rafael ingin membebaskan kehidupannya mencari kebahagiaan sendiri dengan jalan yang benar.


"Habis ini mau kemana?", tanya Randa, mereka sekarang terlihat santai.


Rafael membenarkan kacamatanya lalu minum, "Ke makam Papi dulu dan setelah itu menemui Dava".


"Ya dia sudah besar sekarang, anaknya juga cerdas, tidak di ragukan lagi otak emak bapaknya berlian sudah pasti anaknya diamon", Randa terkekeh.


"Haha kau ini ada ada saja, sudah pasti keturunnan dari sana, saya di bandingkan dengan mereka tidak ada apa apanya", sejak kapan seorang Rafael Yunanda merendah.

__ADS_1


"Ck merendah sekali anda pak", Randa tertawa keras, pengunjung di sana lumayan sepi sebab jam kantor sudah masuk lagi.


"Paktanya", Rafael tersenyum.


"Mau pakai mobil yang mana?".


"Pinjam mobil kau saja boleh".


"Hei mobil anda banyak jangan ngelantur".


"Itu warisan untuk anak semua, saya sekarang ingin mulai dari nol lagi".


Lagi lagi semua yang dirinya miliki di masa lalu akan di serahkan ke Dava, Rafael ingin memulai semuanya dari awal lagi, toh kalau mau sekarang juga bisa beli barang mewah lagi sebab toko dan pabriknya sudah mulai berkembang dan banyak di minati di negara sana.


Sampai ke pusaran Papinya Rafael berjongkok, menghembuskan napas dengan pelan, "Assalamualaikum Pih, maaf El baru datang mengunjungi Papi, Papi sudah tidak sakit lagi kan, maafkan aku yang tidak bisa menjaga dan merawat Papi dengan benar, aku sudah gagal dalam segala hal di dunia ini Pih".


Menaburkan bunga yang dirinya beli di jalan tadi.


"Aku gagal menjadi anak untuk Papi, aku gagal menjadi anak untuk Mami dan Daddy, aku gagal menjadi suami untuk istriku sendiri yang paling parahnya lagi aku sangat gagal menjadi Ayah untuk anakku".


Setelah menceritakan semua unek unek yang penuh di dalam otaknya Rafael berdo'a, "Pih aku pamit ya, kapan kapan aku kesini lagi, aku akan selalu mendo'akan Papi agar tenang, damai dan berada di surganya Allah".


Rafael menjalankan mobil lagi, melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan jam 4, sampai sana pasti jam 5 dan itu tandanya Fely pulang dari kantor bersama anaknya.

__ADS_1


Untung tadi sebelum ke sini Rafael sempat mengambil 1 kopernya yang berisi baju dan mainnan Dava, entahlah meskipun tidak yakin Dava mengakuinya namun Rafael penuh semangat untuk menemui anak semata wayangnya itu.


Sampai ke perkarangan rumah yang luas dan megah, jantung Rafael benar benar merasa ingin lompat dari tempatnya, bergemuruh.


"Sayang Papi datang, semoga kamu mau menerima kehadiran Papi dengan senang hati", tersenyum kecut.


Hatinya semakin tidak yakin kalau Dava akan mau dirinya peluk dan gendong.


Setelah mendapat ijin masuk dari satpam, Rafael membawa mobil itu masuk ke halaman rumah besar Papa Pandi, ada mobil juga yang mengikutinya dari belakang.


Baru saja mengambil koper dan menurunkannya, melihat ke depan, deg "Ya Allah penampakan apa ini", baru juga sampai tapi sudah melihat pemandangan yang menyesakan dadanya.


Rafael masih menatap tiga orang yang berada di teras rumah itu, melihat anaknya tertawa dan terlihat sangat akrab dengan orang lain hatinya semakin merasa ter iris.


.


.


.


.


Happy reading❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2