ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
97.


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di kafe milik Renaldi untuk memberikan surprise ke Mama Selina, semua orang belum ada yang tau kalau Sandra sedang berbadan dua.


"Happy birthday my love Mama terhebatku", ucap Sandra langsung memeluk erat sang Mama.


"Terimakasih sayang, cintanya Mama permatanya Mama", mencium anak nya beberapa kali, mau sebesar apapun yang namanya anak akan tetap anak dan akan selalu menjadi anak kecil bagi orang tuanya.


"Selamat ulang tahun Ma", Pandi juga memeluk mertuanya.


"Terimakasih anak Mama sayang, menantu kebanggan Mama, berliannya Nama".


Setelah semua orang memberikan ucapan selamat, kini saatnya Sandra memberikan kado ultah untuk Mama tercintanya.


"Mama mungkin ini tak seberharga apa apa, tapi aku yakin Mama menyukai kado dari kami", ucap Sandra tersenyum.


"Bentuknya sih gak besar, apa ini isinya sayang", penasaran langsung membuka isi kado itu, di dalam bungkus kado ada bungkusan lagi dan lagi lagi ada bungkusan di dalam nya, "Niat gak sih ngasih kado ke Mama banyak banget bungkusannya", kesalnya, semua yang ada di sana menertawakan Mama Selina yang tidak sabaran. setelah 5 kali membuka bungkusan kado itu akhirnya terlihat apa yang ada di dalam nya.


"Benar ini sayang?, mbak ini benar kita mau punya cucu", menangis haru langsung memeluk Sandra.


"Ya Allah, Masya Allah, ini benar nak?", Bu Mirah juga menangis memeluk menantunya.


"Ini kado terbesar dan terspesial di dalam hidup Mama sayang, ini benar kan sayang Mama sama Ibu mau punya cucu".


"Iya benar usianya sekarang 6 minggu, ini hasil seminggu yang lalu", Pandi yang menjawab dengan bangga".

__ADS_1


Sedangkan Papa Handra masih belum bisa berkata kata kaget merasa ini seperti mimpi.


"Aishhhh Papa gak senang ya mau punya cucu", Sandra memanyunkan bibirnya.


"Bukan gak senang sayang Papa merasa ini seperti mimpi, wahh Papa sebentar lagi menjadi Opa, Papa bahkan merasa sudah semakin tua".


"Papa gak tua hanya sudah berumur saja", ucap Sandra sambil memeluk Papa Handra.


"Kau ini", mencium kepala anak semata wayangnya dengan penuh haru karena sebentar lagi anak kecilnya mempunyai anak bayik.


"Wahhh selamat bro, selamat ya dek", ucap Renaldi.


"Terimakasih Ren", Pandi menepuk nepuk pundak sahabat adik sekaligus asistennya.


"Thanks dek", Renaldi tersenyum kecut.


Sedangkan Seli yang berada tak jauh dari mereka hanya bisa diam saja, merasa serba salah apalagi Renaldi tak meliriknya sedikitpun dari tadi jangankan bicara padanya seperti dulu yang selalu ada canda dan tawa diantara mereka.


"Dek kenapa diam saja?", tanya Sandra pada adik iparnya.


"Hehee nggak kak".


"Sudah jangan terlalu di pikirkan serahkan sama Allah bagaimana baiknya", bisik Sandra lagi karena takut terdengar oleh yang lain.

__ADS_1


Setelah makan siang bersama, mereka semua pulang, bu Mirah yang di ajak semobil dengan Mama Selina karena ingin mengajak besannya belanja di hari weekend ini, calon Oma baru ini merayakan kabar gembira dari sang anak dan menantu, akan membelikan bu Mirah barang barang berharga apapun itu, Pandi dan Sandra sudah pulang terlebih dahulu karena ingin membeli rujak yang ada di ujung taman kota tepat waktu.


Awalnya Seli ingin ikut semobil dengan Mama dan Ibunya, sayang sekali Papa Handra ternyata membawa sopir otomatis mobil penuh karena mobil itu hanya ada 4 kursi.


Mau tak mau Seli menunggu Renaldi yang sedang memeriksa pekerjaan nya di kafe itu.


"Masuk ke ruanganku", titah Renaldi dengan dingin.


Seli menurut saja ikut masuk ke dalam ruangan kerja lelaki itu tanpa banyak kata.


Sudah lebih dari dua jam menunggu namun sepertinya Renaldi masih sibuk dengan pekerjaan nya, "Kak maaf mengganggu, kalau kak Ren masih sibuk aku gak apa apa pulang naik taxi aja", ucap Seli dengan rasa takut.


Renaldi tak melirik dan tak bergerak juga seolah tuli, Seli merasa kesal dari tadi dia hanya diam saja, "Kak Ren dengar aku ngomong gak sih", teriak Seli walawpun gak begitu kencang.


Sedangkan yang di teriakin hanya mendelik tajam.


.


.


.


Happy reading🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2