ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
36.


__ADS_3

Di dalam mobil Pandi melamun, jujur saja dia merasa kasihan, tapi setelah di pikir pikir lagi, Paman Doni itu sudah keterlaluan. Pandi masih bertanya tanya dalam benak nya, apa yang di rahasiakan Paman nya itu seprtinya rahasia itu sangat sangat penting.


"Pan?", panggil Om Indra, merasa bingung kerena melihat Pandi setelah masuk ke dalam mobil langsung bengong melamun.


"Ehh, iya ada apa Om".


"Apa yang kamu pikirkan?, ada masalah lebih besar lagi kah?".


"Jika sudah siap akan aku ceritakan nanti Om".


"Baiklah, jangan banyak melamun, Om tau kamu ada masalah peribadi, bebaskan dan bulatkan tekad ingat tujuan kamu apa, Om percaya sama kamu, kamu pasti menemukan jawaban dan jalannya". Om Indra menepuk bahu Pandi.


"Terimakasih Om".


"Iya sama sama, untuk hari ini jadwal kita telah selesai maka istirahat lah, karena besok akan lebih sibuk dari hari ini, perlu apa apa bilang sama Om".


"Baik Om Terimakasih, Om juga istirahat lah, jika perlu aku akan menghubungi Om".


Masuk ke dalam hotel, Pandi masih terngiang ngiang dengan ucapan Paman Doni, bahwa dia memegang rahasia besar rahasia apa, apa yang di rahasiakannya itu.


Gue harus cari tau apa yang di rahasiakan Paman Doni, dan sebesar apa dia menjual perusahaan kakek yang sudah kakek bangun dari nol, gue masih tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Paman, kenapa dia tega banget sampai menjual perusahaan itu, padahal gue dulu pernah mendengar kakek berpesan bahwa Bapak dan Paman Doni harus meneruskan perusahaan nya jangan sampai terjual.


Pandi melihat ponselnya bergetar.


Hah Papa tlpon, pasti Paman Doni sudah mengadu ke Papa, gerutu Pandi.


"Walaikum salam Pa".


"Kamu hati hati di sana, Doni itu manusia licik dia akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang yang sudah mengusik kesenangannya".

__ADS_1


"Papa tenang aja Pandi bisa jaga diri, yang penting Papa selalu dukung Pandi, dia adalah salahsatunya manusia yang harus Pandi singkirkan".


"Papa percaya kamu dan akan selalu Papa dukung, hati hatilah, kasih kabar Mama dia sudah seperti cacing kepanasan tidak mendapat kabar dari kamu sehari semalam".


"Iya Pa nanti akan Pandi tlpon habis ini".


"Yaudah Papa tutup tlponnya, hati hati aja ya, Asaalamualaikum".


"Walaikum salam".


Cek kan sudah pasti dia ngancam Papa, dari dulu gak pernah berubah, gue akan tantang Paman mau maunya apa.


...**********...


Paman Doni sedang bersama anak buahnya.


"Kalian lihat pemuda ini kan, habisi dia bawa jasad nya kedepan mataku, dia sekarang menginap di hotel HNY jln KBL".


"Masalah bayaran kalian tenang saja".


Setelah anak buah Paman Doni itu keluar dari rumah, dia langsung tertawa.


Hahahaaa, anak bau kencur mau main main denganku tidak akan aku sisakan keluargamu Medi, satu persatu akan ku habisi anak dan istrimu itu.


"Pa, kenapa ketawa ketawa sendiri kayaknya lagi happy banget", tanya istri Paman Doni.


"Aku jelas jelas happy, kamu ingatkan Pandi anaknya mas Medi".


"Yang dulu sering kamu sentil dan pukul itu kan, ingat kenapa emangnya dengan anak itu".

__ADS_1


"Dia main main denganku, akan ku habisi juga dia".


"Hahaha sepertinya memang menarik Pa, suamiku memang hebat".


"Siapa dulu dong, layani aku sekarang sampai aku puas, kalau kamu belum membuatku puas aku akan mencari kepuasan lagi di luar sana, banyak yang masih muda dan kuat melayaniku berjam jam ".


"Akan ku puaskan kamu suamiku", mereka tertawa berdua.


Ya memang Paman Doni itu maniak ****.


(Latar keluarga Paman Doni tidak untuk di jadikan cerminnan hidup ya mohon Maaf) πŸ™πŸ™πŸ™.


.


Pagi ini Pandi sarapan dengan tenang sama Om Indra seperti biasa, matanya sudah menangkap 2 gelagat manusia aneh menurut Pandi.


"Om melihat dua orang di ujung sana kan, Om cukup meliriknya sekilas saja".


"Iya apa itu menurutmu sangat aneh?".


"Iya Om, aku rasa ada yang mau main main denganku".


"Kita hati hati saja, Pak Handra juga sudah memberi tahu Om dari tadi malam bahwa di suruh berhati hati dengan Pak Doni".


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Happy reading, Terimakasih buat yang sudah dukung karangan Utor, meskipun ceritanya aur auran tak sebagus yang lainπŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2