ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
35. Manusia Paling Serakah Di Dunia


__ADS_3

Pandi dan Om Indra jam 9 pagi sudah datang ke PT. MY. Sebelum melakukan kerja sama dengan PT ini Pandi harus memastikan nya terlebih dahulu, harus benar benar detail itulah Pandi tidak mau sembarangan menerima kerja sama begitu saja.


Setelah Pandi mengecek dan memeriksa semuanya, barulah Pandi memikirkannya lagi menimang nimang dengan segala pertimbangan nya, dari segala budget, laba rugi dan laba bersih serta keuntungannya.


Dan untuk kerja sama ini Pandi menerimanya, dengan segala perjanjian perjanjian yang Pandi berikan.


Setelah selesai mengecek PT. MY itu, Pandi mengisi tugas kuliahnya, tanpa lelah dan tanpa istirahat Pandi selalu semangat mengerjakan semuanya.


.


.


Jam 12 siang barulah mereka makan siang terlebih dahulu dan setelah itu langsung pergi ke perusahaan DNY.


Masuk perusahaan itu dengan rasa bingung, ko bisa karyawan kantor pakaiannya minim semua, cek sudah kaya bukan kantor saja, pikir Pandi.


Bukan lagi dengan terang terangan para perempuan karyawan kantor DNY itu memuji ketampannan Pandi, bahkan ada yang mengajak kenalan langsung, tidak ada tatak rama dan sopan santun yang kantor ini terapkan untuk karyawan nya, membuat Pandi benar benar risih, Om Indra yang melihat Pandi risih dia segera gerak cepat untuk menghentikan manusia manusia percis belatung nangka itu.


Perusahaan macam apa ini, tidak menerapkan sopan santun dan tatak rama sama sekali, harusnya tamu itu di segani dan di hormati, ini apa, sungguh Pandi tidak habis pikir, ko bisa perusahaan Papa Handra bekerja sama denganperusahaan seperti ini.


Setelah masuk ke ruang meeting Pandi juga di bingungkan lagi dan lagi, kerja sama macam apa ini janji meeting jam 1, ini sudah jam 1 lewat tapi belum ada manusia satupun di sana.


"Om aku rasa kerja sama kita dengan perusahaan ini cukup sampai di sini, ini benar benar bukan mencerminkan sebuah perusahaan", tekan Pandi dengan geram.


"Ya seperti inilah pemilik perusahaan ini, hanya saja Pak Handra selalu merasa kasihan jika ingin memberhentikan kerja samanya".


"Sekarang pemegang meeting kali ini bukan Papa, dan Papa juga sudah menyerahkan semuanya kepadaku Om, jadi aku yang akan ambil tindakan semuanya".


Jam 13.20 barulah meeting mau di mulai, Paman Doni yang mengawali meeting kali ini dengan santainya, dia tidak mengenali Pandi sama sekali.


Bagi Paman Doni yang namaya Pandi itu sudah lumrah semua orang bisa memakai nama itu, tanpa curiga atau apapun, pikirnya mana mungkin orang miskin bisa kerja di perusahaan.


Pandi terus menyeringhai melihat dan mendengarkan laporan yang Paman Doni sampaikan.

__ADS_1


"Mohon Maaf Pak Doni, saya melihat banyak sekali kejanggalan kejanggalan dalam laporan bulannan ini", ucap Pandi dengan dingin.


"Tidak Pak Pandi, ini sudah real data laporan bulannan, yang biasanya Pak Handra juga sepakati",


"Pak Indra, tolong sambungkan Proyektor infokus itu ke laptop saya", titah Pandi.


Om Indra langsung sigap mendengar perintah dari Pandi, mereka benar benar kerja dengan profesional.


Pandi menunjugakan data data yang sudah dia baca dengan jelas dan dia garis bawahi. Dengan bicara lantang dan dingin Pandi menyebutkan satu persatu kejanggalan dan kecurangan itu.


Ruang meeting menjadi semakin panas ketika Pandi melempar tumpukan laporan itu ke lantai.


"Tidah ada gunanya semua laporan ini dan saya memutuskan kerja sama dengan perusahaan anda".


Meski dengan rasa takut melihat Pandi, Paman Doni menyelah ucapan dan kalimat yang Pandi keluarkan.


"Tidak bisa begitu, anda siapa, anda bukan yang punya perusahaan HW Group, jadi anda tidak bisa memutuskannya begitu saja".


"Saya yang mengikuti dan meneliti meeting kali ini, jadi otomatis Pak Handra sudah menyerahkan semua keputusannya kepada saya, dan ingat saya akan membongkar semua kebusukan kebusukan yang kalian buat selama 8 tahun kerja sama ini, tentang penyimpangan uang bangunnan, penyimpangan produk dan korupsi yang kalian lakukan di setiap bulan".


"Terserah apa katamu, semua data sudah saya pegang dan akan saya serahkan ke pihak yang berwajib, jadi tunggu saja panggilannya nanti, sekarang nikmatilah masa tua mu ini".


"Jangan kurang ajar kau", tunjuk Paman Doni dengan marah.


"Saya minta semuanya keluar dari ruangan ini, kecuali anda Doni Darmawan", setelah semuanya keluar dari ruang meeting bahkan Om Indra juga sudah Pandi suruh keluar, Pandi hanya ingin berdua saja dengan Paman nya itu, karena sekarang yang akan dia bahas masalah keluarga.


"Apa yang kamu mau, mau seorang anak perawan akan aku kasih dengan senang hati, anakku cantik dan masih perawan kalau ingin memuaskan hasratmu silahkan, asal jangan putuskan kerja sama ini, dan tolong jangan serahkan bukti bukti itu kepada pihak yang berwajib, saya sudah tua tolong kasihani saya", pinta Paman Doni, lebih milih anaknya di berikan untuk memuaskan hasrat seorang lelaki muda yang ada di depan nya ini.


Hahahhaaa Pandi ter tawa keras memenuhi ruangan itu.


"Anda yakin anak anda masih perawa?", tanya Pandi dengan senyuman yang dia buat buat.


"Saya yakin sangat yakin, anak saya manis dan cantik mulus pasti kamu suka", dengan berbinar Paman Doni menawarkan anak nya itu.

__ADS_1


"Tapi saya tidak yakin sama sekali, masih Sekolah SMP saja sudah di bobol orang, orang tua macam apa anda ini, anak sudah menggugurkan kandungan dua kali juga masih saja anda banggakan dan anda bilang perawan, miris sekali".


"Ya sudah kalau anda tau semuanya, tapi silahkan anda jadikan anak saya itu pemuas napsu anda, asal tidak membatalkan kerja sama dan tida melaporkan saya ke polisi".


"Lelaki macam apa saya kalau doyan sama sepupu sendiri".


"Maksudmu?", tanya paman Doni mulai bingung.


"Iya saya Pandi Nasution, anak dari Medi Darmawan lelaki tua yang katamu lelaki penyakitan itu".


Sungguh pengakuan itu membuat Paman Doni tercengang, akhhh rasanya tidak mungkin anak kecil yang dulu sering ia sentil dan pelintir kupingnya bahkan dia pukul pakai koran itu sekarang sudah menjadi peria dewasa dan berwibawa.


"Hahaha tidak mungkin kalau bicara jangan ngawur".


"Ini paktanya, sekarang puas puaskan lah Paman sehari dua hari ini hidup bebas dan menghirup udara segar, sebelum Paman mendekam di jeruji besi".


"Jangan kurang ajar kamu ke Paman mu sendiri".


"Aku bukan kurang ajar, ini semua perbuatan Paman jadi harus terima konsekuensinya".


"Hahahaaa, silahkan kamu penjarakan Paman mu ini, perusahaan ini sudah paman jual juga jadi kamu tidak akan mendapatkannya lagi sepeserpun, dan asal kamu tau ada satu lagi rahasiaku yang tidak akan pernah kamu tau seumur hidupmu".


"Paman memang manusia yang paling serakah di muka bumi ini", Pandi melemparkan salah satu laporan yang masih ada di depannya itu pas mengenai dada lelaki tengah baya itu.


Keluar dari ruang meeting dengan napas terengah engah saking emosinya.


Pandi dan Om Indra langsung keluar dari perusahaan itu.




__ADS_1


🖤🖤🖤 Happy reading😘


__ADS_2