ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
122.


__ADS_3

Sandra masih setia menemani suami dan anaknya tidur, di samping ranjang mereka ranjang baby Fely hanya tersekat sedikit saja.


Tangannya sesekali mengelus kepala suaminya dan sesekali mengecek popok baby Fely.


"Huwhh kalau lagi pada tidur sepi juga ternyata", ucapnya, sedikit merasa bosan.


Memainkan ponselnya bertukar pesan dengan para sahabat yang sudah sekian lama tak bertemu.


"Senyum senyum sama siapa?", tanya Pandi dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Ehh udah bangun, lagi bertukar pesan sama gerup rempong", Sandra mengarahkan layar ponselnya pada Pandi.


"Ohhh, nanti kalau mau ketemu atau mau jalan sama mereka silahkan aku gak akan melarangnya sayang", Pandi paham selama mereka menikah, Sandra hanya pernah 2 kali menghabiskan waktu bersama sahabatnya.


Baginya tidak masalah asal masih batas wajar, kalau hanya sekedar nonton dan makan main di luar tidak apa apa, sadar dirinya juga tidak punya banyak waktu untuk istrinya.


"Mereka juga ngerti, dan aku hanya tidak mau ada omongan buruk tentang kita, aku sadar sekarang kamu banyak tersorot dimana mana", begitu pengertiannya Sandra.


"Terimakasih sudah mau mengerti aku, tapi aku tidak masalah untuk itu dan tidak perlu mendengar omongan mereka kalau kita tidak melakukannya, aku hanya takut kamu bosan dan merasa di kekang selama ini".


"Aku tidak merasa di kekang, aku senang menjalankan semuanya, tapi kalau mereka mau kesini jenguk Fely apa boleh?".


"Sejak kapan aku melarangnya sayang".


"Thank you My Hubby".


Pandi tersenyum, dirinya sadar Sandra menyebalkan hanya pas waktu ngidam saja selain dari itu ya istrinya sangat penurut, meskipun anak orang kaya dari lahir hidup berkecukupan bahkan bergelimang harta namun tidak pernah neko neko.

__ADS_1


.


.


Sedangkan Renaldi dari semenjak sampai ke kantor dirinya sangat sibuk, kurang tidur kurang istirahat benar benar melelahkan.


Seli baru saja sampai kantor abangnya, dirinya sudah beberapa kali kesana bahkan semua karyawan tau kalau gadis cantik itu adik bos mereka.


Seli tetap Seli tidak mau di panggil nona atau karyawan di sana menunduk hormat padanya. Dirinya suka risih kalau mereka seperti itu.


Tadi setelah reda dari tangisan masal mereka dan Pandi juga sudah istirahat, Seli dan kedua ibunya memutuskan masak untuk makan siang.


Dirinya di tugaskan mengantar makannan ke kantor, karena Renaldi tadi tidak sempat mampir dia sangat terburu buru ada client yang menunggu nya.


"Assalamualaikum", ucapnya sambil masuk ke dalam ruangan Renaldi.


"Malah senyum senyum bukannya jawab salam, benerin bajunya", Seli memalingkan wajahnya karena melihat Renaldi yang sedikit telanjang dada.


"Walaikum salam sayang, sini dek peluk kakak".


"Kebiasaan banget sih", dumel Seli.


"Sayang aku lagi capek banget butuh energi, pliss peluk aku sebentar saja", pintanya melas.


Menatap lekat Renaldi, ya benar laki laki itu sangat berantakan rambutnya tidak beraturan, jas nya entah kemana, mata merah dan bawah mata sedikit terlihat hitam.


"Kenapa kurang tidur, kurang istirahat?", tanya Seli sambil memeluk Renaldi.

__ADS_1


"Kurang kasih sayang dari kamu ini", ucapnya terkekeh.


"Ihh suka gitu di tanya nya", niat mau melepaskan pelukannya, namun Seli salah dan malah Renaldi mendudukan dirinya di atas pangkuan lelaki itu.


"Jangan gini nanti ada yang liat", Seli terus bergerak ingin turun dari pangkuan Renaldi.


"Gak bakalan ada yang masuk sayang, berhenti bergerak seperti ini nanti kamu bisa bisa membangunkannya", ucap Renaldi.


"Mesum sih".


"Normal namanya sayangku, kamu itu bawa apa?, habis darimana?, sama siapa kesininya?, gak habis pergi sama orang lain kan?", pertanyaan beruntun.


"Dari rumah Mama langsung ke sini di suruh nganterin makan siang, gak percaya yaudah".


"Iya percaya, suapin dek kali ini saja aku mau makan di suapin kamu".


Seli turun dari pangkuan Renaldi dan mengambil makannan yang iya bawa tadi.


"Duduk di sopa aja bawa laptopnya sini".


Renaldi menurut daripada tidak di suapin nantinya, Seli masih suka ber ubah ubah pikirannya.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading🖤🖤🖤


__ADS_2