
Penuh haru dan bahagia di ruangan pemeriksaan itu, Pandi dan Sandra setelah ingat dari mana dan kapan terakhir datang bulan mereka langsung mengeceknya menggunakan alat tes kehamilan kecil, setelah ketahuan garis dua besoknya Pandi langsung membawa istrinya ke rumah sakit.
"Terimakasih sayang ini hadiah terbesar darimu untukku", Pandi mencium kepala Sandra berkali kali.
"Hai calon Papa", Sandra mengelus pipi suaminya dengan lembut dan penuh sayang.
Senyum Pandi begitu mengembang akan mendapat gelar baru dalam hidupnya.
Usia kandungan Sandra sekarang 5 minggu, pantas saja wanita ini sering minta yang aneh aneh dan permintaan nya itu di luar nalar, kata dokter itu sangat wajar bagi orang yang sedang ngidam.
Mereka keluar dari rumah sakit bergandengan tangan, Pandi menggenggam tangan istrinya dengan erat senyum nya sangat lebar.
"Mau makan apa sayang?", tanya Pandi dengan lembut seraya mencium tangan istriny.
"Manis banget sih calon Papa ini", Sandra tersenyum, "Aku ingin makan ketoprak by", ucap Sandra, ughh membayangkan saja rasanya sudah ngiler.
"Dengan senang hati apapun yang kamu mau aku akan turuti semua kemauan kamu, mari kita cari sayang".
"Tapi aku juga mau rujak yang pedas banget dan banyak kacang nya".
"Oke baik, kita cari di pinggir pinggir jalan ya".
__ADS_1
Duh rasanya sebahagia ini akan menjadi orang tua, Sandra terus tersenyum membayanhkan gimana jika nanti anak mereka sudah lahir.
"By kasih tau Mama nya nanti aja pas di hari ulang tahunnya, seminggu lagi kan Mama ultah".
"Terserah kamu sayang, aku ikut saja apa yang kamu mau, berarti sore kita pulang ke rumah Ibu ya", Pandi tersenyum hangat pada istrinya, bukannya mereka tak mau punya rumah sendiri hidup mandiri, hanya saja orang tua mereka yang tidak mengijinkannya.
Ya Pandi memang seperti itu selalu hangat dan berprilaku baik pada istrinya maupun pada orang tuanya, Pandi yang tidak mau mengecewakan orang orang tersayangnya, apapun yang orang orang terdekatnya mau Pandi selalu siaga dan menurutinya.
Apalagi Sandra istrinya Pandi sangat memanjakannya namun dengan imbalan hampir setiap malam Sandra begadang, bukan hal yang sulit bagi Sandra toh dia juga sangat menyukai kegiatan itu, apalagi sekarang yang segala galanya meningkat.
Nyatanya wanita yang sedang hamil muda itu memburu semua makannan yang ada di pinggir jalan, dari cilok, batagor, ketoprak, bakso es buah dan kerak telor, "Huhh rasanya aku gak sabar untuk mencicipi ini semua", ucapnya.
"Pelan pelan makannya sayang", ucap Pandi setelah mereka masuk kedalam mobil, Sandra yang kalap dengan jajannan.
Pandi mencondongkan kepalanya sebentar mengajak ngobrol bayik, "Kalau enak makan yang banyak sayang, Papa akan menuruti apa yang kamu dan Mama mau oke, jangan buat susah Mama ya jadi anak kuat dan pintar", mencium perut istrinya yang masih rata bertubi tubi.
"Siap Papa hebatnya aku".
"Udah kita jalan dulu ya, Papa sama Mama mau kerja", mengelus perut istrinya..
Akhirnya hari ini Sandra ikut ke kantor suaminya, wanita hamil muda itu tak mau jauh dari sang suami, dengan senang hati Pandi bisa leluasa jika bersama istrinya.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam perusahaan masih terus bergandengan tangan sampai masuk ke ruangan juga.
"Duduk dan istirahatlah sayang, aku kerja dulu".
"Iya Papa".
Pandi merasa sedang melayang layang di atas awan di panggil Papa, sungguh dalam benak nya dulu tak pernah bermimpi juga dengan hidupnya yang seperti sekarang.
Sudah jam 11 siang Sandra sudah mulai bosan jajannan nya sudah habis semua, berjalan ke kursi kerja Pandi, "Yang mau di pangku", ucapnya manja.
"Sini, gak apa apa kan aku sambil kerja".
Duduk dengan santainya menyandarkan kepala ke pundak Pandi dan langsung tertidur.
Tidak merasa keberatan Pandi malah merasa semakin lancar jaya otak nya, sesekali mencium pipi istriny dengan gemas.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading🖤🖤🖤