ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
108.


__ADS_3

Lily dan Sandra berpelukan melepas rindu, rindu setahun lebih mereka tak bertemu.


"Kakak apa kabar?, kangen banget sama kakak", ucapnya, mata Sandra sampai berkaca kaca, seolah ada ikatan darah di antara mereka yang selalu saling merindukan namun jarak dan kesibukan selalu menghalangi jalan mereka untuk bertemu.


"Kakak baik sayang, selamat ya sekarang sudah jadi Ibu", Lily mencium kedua pipi adik angkatnya dengan penuh sayang.


"Aku juga masih berasa seperti mimpi kak, aku punya anak aku bisa melahirkan, Masya Allah ini kebahagiaan yang tidak ada banding nya ternyata".


Kadang Sandra merasa ini semua hanya mimpi, dulu bahkan dia pas SD cita citanya gak mau menikah hahahaa aneh bukan.


Ingat pertama kali pas di tanya cita citanya mau jadi apa sama Mamanya, dan jawabannya di luar prediksi BMKG tidak mau menikah, tidak mau punya anak karena punya anak akan membuat dirinya kesakitan seperti Mama ucapnya, menikah juga kasihan takut Mamanya kesepian kalau di tinggalin, entah ajaran dari mana ucapan Sandra kecil itu.


Lily tersenyum, beruntungnya Sandra batinnya, namun dia juga sangat beruntung sekarang, "Bahagia dek ada obat kita di kala sedang lelah pulang kerja", ucapnya, ya mengingat dirinya setiap hari pulang kerja sore dan di sambut oleh kedua anak nya.


"Masya Allah cantik banget ya dek sama kaya kamu", tersenyum pada Sandra, "Haii cantik ini Mami sayang", ucapnya tidak ingin di panggil aunty dirinya langsung ingin di panggil Mami.

__ADS_1


"Bersyukur ya sayang punya Mami super rich hahahaa", Sandra terkekeh.


"Dek jangan gitu", Lily tidak mau di anggap janda kaya raya selama ini, meskipun tidak bisa di pungkiri memang dirinyalah orang terkaya di kota S.


Setelah itu banyak obrolan dari mereka, Sandra sebagai Ibu baru harus banyak banyak sering dan bertanya pada orang yang sudah berpengalaman merawat anak sendiri.


.


.


Sedangkan laki laki yang sedang Pandi introgasi dari semenjak sampai ke rumah itu hanya cengengesan.


"Ya elu emang gak di ragukan lagi buat menebak isi hati orang hahahaa, gue rasa lu juga sudah tau jawabannya", Reja hanya tersenyum simpul.


"Bukannya kalian hanya pernah bertemu sekali itupun sebentar, gue rasa gak mungkin", Pandi terus memutar otaknya memahami semuanya.

__ADS_1


"Bwahahaa, gue jalur langit bro", ucapnya dengan bangga sambil terus tertawa.


"Awas aja lu kalau macam macam", Pandi menatap Reja dengan tatapan elang nya.


Buset merinding juga baru kali ini Reja melihat sisi lain dari sahabatnya selama hampir 4 tahun ini, mungkin karena mereka jarang bertemu.


Pantas saja baru sebentar masuk di dunia bisnis langsung di segani oleh banyak kalangan, batinnya, "Maksud lu gue akan sebajingan mantan suaminya, gue gak segila itu Pan", gila aja mana mungkin gue nyakitin wanita yang selama ini gue tunggu tunggu.


"Ya lu perlu ingat itu, dan gue rasa lu juga tau bagaymana Daren kan, kalau lu mau aman sih itu juga".


Gila Pandi benar benar bukan orang sembarangan, dengan mudahnya tau tentang gue, "Ya gue udah tobat Pan, plis lu jangan kasih tau dulu dia ya, gue tau lu pasti mengetahui semuanya tentang gue, gue cuman mohon sama elu jangan menghalangi jalan gue kali ini", Reja sudah ketar ketir ketakutan.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading🖤🖤🖤


__ADS_2