ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
25. Bertemu Lagi


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter Mama Selina akhirnya bisa bernapas lumayan lega, namun tetap saja rasa takut masih ada.


Sandra sudah sadar, namun tidak mau makan apapun membuat kedua orang tua itu bingung, kalau semakin di paksa akan semakin tidak mau itulah Sandra sangat susah apalagi ini lagi sakit.


"Mau makan apa sayang, makan ya Mama beliin mau apapun", tanya Mama sudah bingung ini sudah jam 7 malam tapi anaknya tidak mau makan, tidak ada makannan yang masuk kedalam tubuhnya.


Sandra tetap menggeleng alasannya tidak mau gak enak pait. "Papa beliin sekarang kamu mau makan apa?, kalau gak makan takutnya tambah sakit sayang". Dan tetap di jawab gelengan kepala.


...****************...


Di kontrakan nya Pandi sedang siap siap untuk ke rumah sakit, tadinya dia mau besok saja ke sana nya, tapi semakin di nanti nanti semakin perasaan nya khawatir, sudah mendapat kabar dari Mama Selina kalau Sandra sudah sadar tapi gak mau makan apapun, itu yang membuat Pandi semakin gak tenang.


Menjalan kan motornya, niat nya membeli makannan di jalan buat dirinya juga Sandra, Pandi juga belum makan, dia baru pulang dari kantor.


Membeli bubur ayam, bubur kacang ijo juga martabak manis di salah satu kedai yang lumayan rame pengunjung nya.


Sampai rumah sakit jam 8 malam lewat, setelah di beri tau Sandra di rawat di lantai berapa dan kamar nomer berapa, pemuda itu menengteng makannan yang dia beli tadi, berjalan dengan lumaya cepat.


Tok tok tok


"Assalamua'laikum".


"Walaikum salam, nak kenapa ke sini kamu capek baru pulang kerja", ucap Papa Handra saat membuka kan pintu.


"Nggak Pa santai aja", Pandi menampilkan senyuman terbaik nya, hatinya sudah deg degan mau bertemu dengan Sandra lagi. Berjalan ke arah ranjang yang di tempati Sandra, melihat perempuan yang dia rindukan selama hampir 3 bulan ini, hatinya berdenyut nyeri melihat penampilan wanita itu, muka pucat penampilan lumayan acak acakan terbaring lemah.


Pandi menaruh makannan yang dia tengteng, langsung mendekat ke arah Sandra, jantungnya tidak bisa di ajak kompromi.


Sandra melihat Pandi matanya sudah mulai berkaca kaca, dia bisa melihat lelaki yang dia rindukan akhir akhir ini.


Mengelus kepala Sandra "Kenapa bisa sakit hemm?", tanya Pandi dengan suara lembut. di jawab gelengan kepala oleh Sandra langsung di susul dengan tangisnya.


Papa dan Mama melihat itu merasa terharu, mereka memilih keluar, membiarkan kedua anak nya itu berdua, biarkan mereka mempunyai privasi.


Orang tua yang sangat pengertian.


"Jahat", ucap Sandra.


"Abang jahat kenapa?", sambil menunjuk dirinya Pandi bingung.


"Gak tau pikir aja sendiri".

__ADS_1


"Heiii jangan gini dong kalau gak di kasih tau ya abang mana tau, abang bukan tuhan yang bisa tau dan menebak isi hati manusia", mengelus pipi Sandra.


Sandra malah membalikan badannya, males banget ada lelaki gak peka, mau marah banget padahal tapi gak bisa, gak bisa keluar ucapan itu malah menggerutuk dalam hati.


"Abang udah jauh jauh lo ke sini sampe sini nanya gak di jawab malah di punggungin".


Sandra malah menangis, anak yang susah banget buat ngeluarin air mata, entah lah semenjak merindukan Pandi dia malh sering nangis sendiri.


"Kenapa nangis, abang salah apa, bilang dong jangan kaya gini, bingung tau", memeluk Sandra dari belakang karena anak itu membelakanginya.


"Jahat kamu jahat, ngebiarin aku sendirian, gak pernah ngabarin gak pernah datang ke rumah", akhirnya unek unek yang di tahan dari tadi bisa dia keluarkan juga.


"Maaf ya, maafkan aku yang terlalu sibuk mengurus semua cita citaku", Pandi membalikan badan Sandra di kecupnya kening Sandra sangat lama, Pandi menyalurkan kerinduan yang dia pendam.


(Nyatanya cinta dalam diam itu sangat menyakitkan, cinta rahasia itu sangat menyesakan).


"Kangen", Peluk Sandra sangat erat, masabodolah dengan gengsi nya, yang penting dia bisa menyalurkan rasa kangen yang sudah menggunung di dalam dadanya itu.


Pandi ter kekeh merasa bahagia, dia juga sangat merindukan Sandra andai saja namun hanya ber andai andai.


"Udahan ya peluknya, bisik Pandi, padahal dirinya juga masih membalas pelukan Sandra. Makan yuk abang belum makan laper, kamu juga belum makan kan?".


"Makan gak enak mulutnya pait", ucap Sandra dia sudah melepaskan pelukan nya namun masih menggelendot nyender ke dada bidang Pandi.


"Makan dikit dikit aja ya, abang suapin deh khusus buat tuan putri, abang juga tadi beli martabak", masih mengelus tangan Sandra.


Sandra menganggu tersenyum.


Pandi menyuapi makan Sandra sambil dia juga makan, perutnya sudah sangat laper ini udah jam 9 malam. Sandra hanya makan sedikit tapi tak apa yang penting udah ada masuk makannan walawpun sedikit.


"Udah minum obat belum?", tanya Pandi, Sandra hanya mengeleng. " Kenapa belum minum obat sih lagi sakit gak minum obat mana bisa sembuh", omel Pandi.


Membantu Sandra untuk minum obat, lalu menyruruh nya untuk istirahat. Sambil mengelus kepala Sandra, agar wanita itu secepatnya istirahat tertidur.


Menghubungi Mama Selina, kalau Sandra sudah istirahat, ruangan rumah sakit ini sangat luas ada sopa juga tv di sana ranjang nya pun muat 3 orang.


"Tidur dia nak?", tanya Mama.


"Iya Ma tadi makan sedikit terus minum obat. Mama sama Papa pulang aja ya, Sandra biar Pandi yang jaga".


"Kamu saja yang pulang nak, kamu capek juga belum istirahat kan", ucap Papa.

__ADS_1


"Pandi bisa istirahat di sini Pa, tenang aja, Mama sama Papa aja pulang istirahat dari siang belum istirahat kan, biarkan Pandi yang jaga Sandra, besok baru kesini lagi".


"Yaudah sayang Terimakasih ya, maaf kita ngerepotin kamu nak", ucap Mama dengan sedih.


"Gak ada yang di repotin Ma, namanya keluarga ya harus ada dan saling menjaga".


"Yaudah sayang Mama sama Papa pulang dulu ya, Mama pagi pagi nanti ke sini lagi, Mama titip anak manja ini ya nak".


"Mama tenang aja, Pandi akan jaga dia dengan baik", Pandi tersenyum.


"Yaudah Pan, Papa pulang dulu ya, Papa titip Sandra", kedua orang tua itu keluar dari ruang rawat Sandra untuk pulang.


Pandi mendekati ranjang Sandra lagi memastikan anak itu istrirahat dengan nyaman, Cantik banget lagi tidur juga, heii wanita manja kau sudah mencuri hatiku sampai sejauh ini, tidur nyenyak ya anak manja, aku akan menjagamu di sini, mengecup kening Sandra sekilas, lalau Pandi menuju sopa untuk istirahat, badanya sudah sangat lelah.


Jam 12 Sandra terbangun, melihat Pandi tidur meringkuk di sopa, tersenyum hatinya menghangat, dia melihat ponselnya, ada pesan dari Mama kalau mereka pulang dan Pandi yang menjaganya.


Sandra membangunkan Pandi dengan memanggil dari ranjangnya, badannya masih lemas untuk jalan. Pandi terbangun kaget, langsung berjalan ke arah Sandra.


"Kenapa hemm ada yang sakit, mana yang sakitnya?", tanya Pandi sedikit panik.


"Gak ada, pindah sini aja tidurnya di sini muat kita berdua, kalau di sopa besok badan abang sakit semua", ucap Sandra.


Sebenarnya Pandi merasa sedikit keberatan, mau bagaimanapun dia lelaki normal, apalagi mempunyai perasaan terhadap wanita yang ada di depan nya ini. Mengingat dia harus bangun pagi ngampus setelah itu meeting masih menggantikan Papa Handra selama Sandra sakit.


Pandi merangkak naik ke atas ranjang yang Sandra gunakan dia merebahkan tubuhnya di sisi Sandra, di luar dugaan ternyata Sandra malah mendekatinya minta di peluk.


"Peluk bang, aku gak bisa tidur lagi", Pandi hanya menurut, matanya ngantuk sekali, mendekap Sandra dalam pelukannya lalu tertidur lagi.


Cakep banget abang gue ehhh salah ralat calon suami dan ayah dari anak anak gue, batin Sandra sambil tersenyum.


Merasakan dekapan Pandi begitu hangat tidak lama lagi dia tertidur menyusul Pandi bermimpi.





🖤🖤🖤


Happy reading😘😍

__ADS_1


__ADS_2