
Baru saja sampai ke kontrakan, menempuh perjalannan kurang lebih selama 4 jam lumayan membuatnya pegal dan sedikit lelah juga.
Libur kuliah masih 1 minggu lagi, lumayan cukup nyantai, namun tetap saja kutu buku ya kutu buku kemana mana bawa buku, hanya kemarin saja pas 1 minggu di kampung dia lumayan sedikit melupakan buku bukunya itu.
Niatnya sore ini mau membeli motor juga, susah untuk mengejar waktu kuliah dan kerja jika harus berjalan kaki terus.
Menimbang nimbang kredit atau cash. Kalau misal cash lumayan menguras tabungan nya, kalau kredit bawa motornya berasa minjam pikir Pandi. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli cash.
Baru saja mau keluar dari dealer motor, ponsel Pandi berbunyi.
Pak Handra, ada apa ya tumben sekali beliau menlponku, pikir Pandi.
"Hallo Pan", dari sebrang sana langsung terdengar suara pak Handra.
"Hallo, Assalamualaikum pak", jawab Pandi.
"Iya Pan Walaikum salam".
"Ada yang bisa saya bantu pak?".
"Pandi kamu sekarang dimana?, sudah balik lagi ke Jakarta apa belum?".
"Iya saya sudah sampai di Jakarta Pak".
"Kamu bisa ke rumah saya kan Pan, akan saya kirimkan alamatnya ke kamu".
"Bisa bisa, ada apa ya Pak?", tanya Pandi lagi lumayan bingung, karena ini pertama kalinya dia di minta untuk datang ke rumah bos nya itu.
"Tidak ada apa apa Pan, saya dan istri saya hanya mengundang kamu untuk makan malam saja, besok kamu sudah mulai bekerja membantu saya kan, saya ingin mengenalkan kamu ke keluarga saya", jelas Pak Handra.
__ADS_1
"Masya Allah, boleh pak boleh, saya akan ke sana", suatu kehormatan bagi Pandi bisa di undang makan malam juga oleh bos nya itu.
Tidak membuang buang waktu setelah di kirimkan alamat rumah, Pandi langsung menjalankan motor barunya menuju kediaman pak Handra, motornya memang tidak terlalu gede tapi lumayan bagus lah.
Kalau di kampung mah motor Pandi bisa di bilang biang motor, saking gede dan bagusnya, motor berwarna hijau itu memecah jalan, sedikit bangga pada diri sendiri, sudah sedikit demi sedikit apa yang dia idamkan tercapai, berkat kerja keras, usaha dan do'a yang gigih dan tanpa putus.
Benar kan ini rumahnya, Pandi melihat alamat yang di kirimkan pak Handra lagi, iya benar ini batinnya.
"Permisi pak", Pandi mengetuk gerbang di situ ada satpam nya.
"Iya nyari siapa den?", tanya pak satpam itu.
"Pak apa benar ini rumahnya Pak Handra Winata?".
"Iya benar den, aden ini den Pandi ya?". tebak pak satpam itu.
"Iya benar pak saya Pandi".
"Baik pak Terimakasih ya", ucap Pandi dengan sopan.
Pandi memasukan motornya, menelinsir rumah mewah dari ujung ke ujung penuh dengan tanaman tanaman bunga hiasan.
Pak Handra menunggunya di depan rumah karena langsung mendapat tlpon dari satpam nya kalau Pandi sudah sampai.
"Wihhh motor baru Pan?", Pak Handra menyambut Pandi dengan senyuman hangatnya.
"Alhamdulillah pak", jawab Pandi dengan senyumnya.
Pak Handra menepuk nepuk pundak Pandi, merasa bangga. "Ayo masuk Pan, sudah di tunggu sama istri dan anak saya di dalam", ucap Pak Handra.
__ADS_1
"Iya pak". Masuk beriringan dengan pak Handra, Pandi mengucapkan salam pada dua wanita yang ada di ruang tengah itu, sudah di pastikan istri dan anaknya pak Handra.
Bersalaman dan memperkenalkan diri, lalu ikut duduk di sopa itu, Pandi di sambut dengan baik oleh keluarga pak Handra.
"Ma, ini orangnya yang Papa suka ceritakan ke kamu", ucap pak Hndra.
"Cakep ya Pa anaknya, salam kenal ya Pandi, nama saya Selina, jangan panggil saya Ibu ya hahaa, berasa udah tua banget kalau di panggil Ibu, panggil Mama saja ya", pinta Mama Selina, umurnya baru 39 tahun tidak tua tua banget kan.
"Kalau begitu jika di luar kantor panggil saya juga Papa ya Pan", tawa pak Handra menggelegar.
"Saya merasa tidak sopan", Pandi sangat kikuk.
"Jangan sungkan Pan, jadi anak kami tidak apa apa", timpal Mama Selina lagi.
Cocok jadi mantu juga inimah Pa, bisik Mama Selina sambil sedikit terkekeh. di jawab anggukan oleh Pak Handra.
"Anaknya di lupain", Sandra menutup wajahnya dengan bantal sopa.
Mama Papanya tertawa, melihat anak gadisnya merajuk. Pandi tersenyum, punya keluarga baru Alhamdulillah Ya Allah, ucap Pandi dalam hatinya.
"Jangan merajuk anak gadis, tidak malu apa sama kakak barunya", ucap Mama Selina, masih dengan tawanya.
Sebenarnya Sandra sedang dag dig dug hatinya, gila cakep banget ni cowok, batin Sandra hatinya meronta ronta. Baru kali ini dia merasa ter tarik sama cowok. Dia sangat bar bar orangnya jika di sekolah. Walawpun terkenal cantik juga pintar namun terkesan cuek.
β’
β’
β’
__ADS_1
π€π€π€
Salam sayang dari Utorπππ Terimakasih buat yang sudah like dan commentπππ