
Kemarin mereka menghabiskan waktu berdua, Pandi mengantar jemput Sandra sekolah, setelah pulang sekolah Sandra menemani Pandi kerja. Mereka sudah sepakat dengan keputusannya berdua, untuk sekarang lebih ke pada pokus sama cita cita dan tujuan masing masing, kalau jodoh mau kemanapun perginya pasti akan bertemu lagi.
Pandi di sibukan dengan segala kesibukan nya, Sandra pun sama kini dia sekarang belajar dengan sungguh sungguh, dia mau membuktikan kalau perempuan pun bisa mandiri.
"Mell, lu liat gak temen kita yang satu ini, sekarang dia jadi kutu buku ya", ucap Nissa.
"Iya, gue tadi juga tanya katanya udah gak mau main main lagi sama plajaran, padahal dia sambil main main juga sudah pinter banget kan".
"Iya gue juga heran knapa tu otak Sandra kayaknya encer banget ya, sama semua plajaran dia langsung tanggap".
"Elu berdua kalau mau ngomong sini depan gue", Sandra menatap dua sahabatnya dengan tajam.
"Ehhh sorry kita bukan ngomongi kejelekan lu juga ko", ucap Nissa.
"Tau nih gitu doang juga, lama lama lu cepet jadi emak emak deh", timpal Melly.
"Kurang asem emang kalian berdua tuh, ehh ke rumah gue yuk kita blajar bareng, Mama Papa gue baru pulang dari luar kota lagi banyak cemilan nih di rumah".
"Gue harus ijin dulu, sekarang gue gak bisa keluyuran kaya dulu bisa bisa kepala gue di penggal sama Ayah Bunda", ucap Nissa.
"Gue juga sama sih udah gak di bolehin keluyuran, tapi kayaknya kalau main kerumah Sandra doang mah di bolehin deh", ucap Melly.
"Yaudah elu pada ijin aja dulu, kalau gak gue bilang Mama gue dulu supaya Mama gue yang bilangin kalau kalian mau blajar di rumah".
"Ide bagus lu San, gue juga sebenarnya udah bosen di rumah terus", keluh Melly.
__ADS_1
"Sama gue juga, bolak balik sekolah rumah sekolah rumah mulu, paling keluar sabtu minggu itupun sama Ayah Bunda gue, duhh bete banget rasanya", cerocos Nissa.
"Yaudah lu pada ijin aja dulu, tar gue juga bilangin Mama gue supaya ngomong sama Bonyok (Bokap Nyokap) kalian".
"Nah betul itu, ayo Mell, kita pulang langsung ke rumah Sandra aja kalau gitu".
"Lets go", mereka bertiga ber tos ria.
"Kalian heboh banget pada mau kemana sih?", tanga Yuda.
"Terserah kita dong mau kemana juga", sengit Melly.
"San temen lu tuh pada gak jelas emang", ucap Yuda.
"Benar itu San, elu udah punya pacar, selama ini gue belum pernah dengar lu punya pacar".
"Iya gue lagi komitmen aja sama dia, sorry ya Yud gue gak bisa balas perasaan elu selama ini, gue cuma mau ucapin thank u sama elu karena sudah mencintai gue selama ini meskipun tidak pernah gue balas perasaan elu", sebenarnya Sandra tidak enak hati untuk menolak Yuda, mau bagaimana lagi mereka sudah janji kemarin bahwa Pandi dan Sandra akan menolak orang lain yang mau datang kedalam hidupn mereka berdua.
Karena bagi Pandi cinta akan datang karena terbiasa, maka dari itu mereka harus benar benar menjaga jarak dengan orang orang yang berniat masuk kedalam kehidupan mereka.
Kesannya berlebihan sih, namun itu adalah kesepakatan mereka berdua.
Yuda yang sudah mendapatkan penolakan dari Sandra menunduk, kecewa sih pastinya sudah mau 3 tahun dia menunggu Sandra, hasilnya nol besar. Apalagi Sandra sudah ada pegangan semakin membuat hati Yuda mencleos.
Sandra kini pulang di jemput Pak Ando, supir keluarganya, Melly dan Nissa juga ikut ke rumah Sandra, karena mereka sudah mendapatkan ijin.
__ADS_1
Sampe rumah di sambut sama Mama Selina. Mama Selina sangat akrab dengan dua sahabat anak nya itu, bahkan orang tua mereka juga berteman baik.
"Ma ko ada bau bau apa gitu ini, berasa gak asing baunya", tanya Sandra.
"Hahaa kamu ini tau aja, baru aja abang pergi dari sini".
"Hahh tumben siang siang", Sandra menyengit.
"Abang mau ke luar kota seminggu ini, dia lagi di tugasin Papa katanya".
"Terus kuliahnya?".
"Sejak kapan kamu bawel sih, ya kan bisa online lagian kemampuannya sudah tidak di ragukan lagi otomatis langsung dapat ijin dari pihak kampus".
Sandra manggut manggut, baru juga kemarin mereka menghabiskan waktu, akhhh rasanya sudah rindu, tapi setelah mikir dua kali Sandra sadar lagi bahwa harus saling percaya.
•
•
•
Ayolah Sandra sudah rindu aja hahha, sabar ya orang sabar di sayang Pandi😘
🖤🖤🖤 Happy reading😘
__ADS_1