
Sandra juga merasa aneh setelah melihat Reja ada di rumahnya, dia tau kalau Reja teman suaminya tapi selama ini Reja jarang di negara ini, bahkan belum pernah bertamu ke rumah ini.
Sandra baru saja mau masuk ke dapur menyengit heran melihat dan mendengar obrolan suaminya, tidak begitu terdengar jelas obrolan di antara mereka sepertinya yang di obrolkan itu sangat penting.
Melihat Sandra yang lewat ke belakang mereka buru buru Reja menyapanya, "Haii nyonya Pandi selamat atas kelahiran anak pertamanya ya", ucapnya sambil tersenyum, sedikit mengalihkan pembicaraan Pandi, sungguh Reja merasa seperti maling yang sedang ketahuan dan sedang di introgasi polisi.
Baru kali ini dirinya merasa mati kutu, apa mungkin karena Pandi mengetahui bagaimana seluk beluk dirinya di masalalu.
Akhhh rasanya kalau begini terus Reja ingin cepat cepat pulang deh, tapi setelah iya pikir pikir lagi dan setelah iya tau bagaimana hubungan keluarga Pandi dan wanita yang iya cintai itu, dia harus mengambil hati Pandi lagi lagi semakin menjadi pr saja buatnya, baru juga Lily sedikit luluh kini di tambah Pandi lagi.
Bisa gak Pan gue bunuh aja lu, batinnya terus menggerutu, akhhh mana berani gue bunuh singa gila sepertinya yang ada gue duluan yang di bunuh sama dia.
.
Sandra mendekat pada mereka, "Hai kak terimakasih, apa kabar?, tumben main", ikut duduk di samping suaminya.
"Dia sama kak Lily", ucap Pandi dengan cepat sebelum Reja menyaut.
Menyengit heran, "Loh ko bisa, tadi kamu yang mau jemput kata kakak gak usah dia sama sopirnya".
"Ya dia sopirnya", menunjuk dengan dagu.
__ADS_1
Ya Allah Pandiii Astagfirullhalazim, Reja hanya bisa membatin dikala dirinya di bilang sopir, apa apaan mana ada sopir setampan gue.
"Sejak kapan seorang Reja Gunawan pemilik Restoran terbanyak di negara ini bahkan sampai luar negri juga punya menyambi jadi sopir peribadi", Sandra semakin bingung, sebab dia tau Reja juga bukan orang biasa.
"Nah maka dari itu kan dia mengambil alih pekerjaan kalangan bawah, harusnya di musnahkan manusia sepertinya", ucap Pandi lagi.
"Lu ada dendam apasih sama gue Pan?", ingin sekali rasanya melempar toples kaca yang ada di depannya itu dan pas ke arah kepala Pandi.
Tentu saja keinginnan nya itu hanya angan angan, apalagi Pandi sudah mendelik padanya.
"Gue sih gak dendam sedikit juga", ucapnya santai lalu menyandarkan punggungnya ke sopa.
"Udah apasih kalau jauh aja kaya yang iya saling bertukar pesan dan menanyakan kabar, kenapa pas dekat kaya kucing sama anjing".
"Elu yang mulai duluan Ja, ingat itu".
.
Datanglah segerombolan orang hahaa, Bu Mirah Mama Selina dan Papa Handra bersama dua bocah Rafael juga Misel, mereka baru pulang dari supermarket depan.
Rafael dan Misel sudah bisa mereka ajak jajan, meskipun sudah punya cucu kandung namun para orang tua itu tidak melupakan cucu angkatnya, kedatangan dua bocah itu di sambut dengan baik bahkan langsung mereka manjakan.
__ADS_1
Riuh dua bocah dan tiga orang tua sukses menyetop obrolan memanas di antara Pandi dan Reja.
"Haii habis borong apa sayang, kalian kebiasaan kesini cuman malakin Oma, Opa sama nenek doang", ucap Lily, dirinya baru saja keluar dari kamar baby Fely.
"Mamiiii Isel di beliin ini sama nenek, ini dari oma dan ini dari opa", girangnya, ya meskipun banyak di rumahnya juga dan sangat cukup, namanya juga anak kecil, jika di kasih oleh orang yang tulus dia akan sangat senang.
"Masya Allah, banyak banget sayang udah bilang apa ke nenek opa sama oma".
Misel lari lagi ke arah tiga orang tua itu, ahh dia tadi lupa bilang terimakasih saking bahagianya.
Sambil berlari sambil teriak, "Maaf Maiii isel lupa", ucapnya.
"Terimakasih oma, enek, opa", mengucapkan terimakasih sambil mencium ketiga orang itu.
Semua yang ada di sana tertawa menertawakan tingkah Misel, berbeda dengan Rafael ya walawpun sedang senang anak itu masih setia dengan muka lempengnya.
Rafael yang semakin hari semakin irit bicara, dan sangat berubah derastis setelah Lily ajak membesuk Ayahnya tahun lalu, apalagi di pesawat tadi Lily mengajak anak anaknya untuk membesuk Daren lagi namun jawaban Rafael sangat di luar dugaan, "Untuk apa menjenguk orang yang sudah membuat Mami sedih dan membuat Mami sakit hati selama ini, kalau dia menyayangi kita seperti ucapannya dia tidak mungkin menghianati kita", itulah ucapan Rafael.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading🖤🖤🖤