ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
72.


__ADS_3

Liburan telah usai, lima hari mereka menghabiskan waktu meninggalkan segala pekerjaan, pulang dari liburan mereka akan perang pikiran lagi.


Besok akan pulang ke negara kelahiran, ini malam terakhir mereka berkumpul dalam satu rumah, sebab jika sudah kembali dari liburan pasti akan pulang ke rumah masing masing apalagi calon janda yang beda kota, dan sekarang punya tanggung jawab begitu besar.


"Besok pulang lagi aja ya cepet banget perasaan", ucap Sandra.


"Hahaa iya dek, harus mulai perang lagi nih sama laptop dan kertas", ucap kak Lily.


"2 kerucil tinggal di rumah aja ya kak", melas Seli.


"Ya Allah dek kalau satu kota sih masih mending hahaa, ini kita harus pakai pesawat lagi pulang perginya, Rafael udah sekolah juga", ucap kak Lily.


"Yahh andai satu kota ya pasti seru ngumpul terus".


"Kak Seli lebay deh", ucap Rafael.


"El awas kamu ya, yaudah kakak gak mau main sam El lagi".


"Kak Seli kan cewek aku cowok, emang kak Seli cocoknya main sama adik Misel, aku sama Om Pandi", ucap Rafael.


"Dih anak kakak masih kecil juga udah mulai keliatan ya kak bibit bibitnya, mirip sama Om nya", ucap Sandra.


"Hahaa kebanyakan main sama Om nya jadi mulai ketularan".


"Gak apa apa kalau ketularan pintar nya mah ya El", ucap Mama Selina.


"Iya Oma", ucap Rafael lagi.


Ngobrol seru seruan menghabiskan waktu dengan keluarga memang sangat asik dan tidak ingin cepat berakhir.


Jam 10 malam akhirnya semuanya sudah mulai mengantuk dan pergi ke kamar masing masing untuk istirahat, beda dengan dua manusia yang masih on terus matanya.


"Gak tidur?", tanya Pandi pada Sandra sebab perempuan itu bukannya masuk ke kamar malah main ponsel merebahkan badannya di sopa.

__ADS_1


"Belum ngantuk by".


Pandi asik dengan ipad nya sambil makan cemilan yang ada di depannya dan minuman kaleng dingin yang dia ambil dari dapur tadi.


30 menit mereka asik dengan dunianya sendiri sendiri, Pandi dengan pekerjaan nya Sandra dengan tontonan yang iya suka.


Tak lama Sandra pindah sopa ke sebelah Pandi lalu merebahkan badannya lagi berbantalan paha lelaki itu. Pandi membiarkannya saja dia masih pokus pada ipad nya.


"By lagi apa?", tanya Sandra.


"Kerja", jawab singkat Pandi.


"Besok juga kan kita pulang".


"Gak bisa di tunda ini penting".


"Pentingan aku apa pekerjaan?".


"Pilih aku apa pekerjaan?", tanya Sandra lagi.


"Kamu penting kerjaan juga penting jadi sama sama penting, kalau gak kerja mau makan darimana?".


"Iya sih tapi kamu itu hampir 24 jam kerja loh".


"Selagi masih ada waktu dan kesempatan jangan di sia siakan".


"Huhhh susah kalau bicara sama orang sibuk mah di tatap juga nggak".


"Mulai deh, sebentar sayang ini besok sudah harus selesai".


15 menit menit Sandra menunggu sambil nonton derama kesukaan nya.


"Masih belum ngantuk?", tanya Pandi lagi.

__ADS_1


"Belum, kenapa emang".


"Nanya aja".


"Dih gak jelas, udah selesai belum kerjaan nya".


"Udah, ada yang mau di omongin ya".


"Ko tau sih hehe, udah kaya peramal aja, soal tadi siang aku benar benar gak ada hubungan apa apa sama tuh orang".


"Kalawpun ada hubungan ya akan aku suruh akhiri sekarang juga", ucap Pandi dengan tegas.


"Marah ya".


Pandi diam saja, sebenarnya dia sangat cemburu, siapa yang tidak cemburu wanitanya tiba tiba di peluk sama peria asing apalagi Sandra di negara ini hampir 3 tahun dia tidak tau apa saja yang di lakukan Sandra selama di sini.


"By ayolah kebiasaan kalau di tanya malah gak jawab".


"Menurutmu apa yang ada dalam pikiran aku".


"Gak tau, kamu dari siang nyuekin aku terus".


"Bukan nyuekin tapi aku lagi sibuk, sudah lah aku gak mempermasalahkan itu yang ada kita malah ribut nanti, asal kamu bisa selalu menjaga kepercayaanku aku akan terus percaya".


"Terimakasih calon suamik", memeluk Pandi dari samping, Sandra sangat takut Pandi salah paham, dia memang kenal dengan lelaki yang tadi siang tiba tiba memeluknya itu, dia tidak ada perasaan sama sekali.


.


.


.


🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2