ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
24. Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Melly dan Nissa merasakan takut takut untuk menghubungi Mamanya Sandra.


"Duhh gimana ini Mell, gue rasa Mama Selina bakalan marah ini".


"Kalau gak langsung di hubungin malah tambah marah nantinya Niss".


Butuh tarik napas dalam dalam kedua gadis remaja itu untuk menghubungi Mama Selina.


"Assalamualaikum Ma".


"Walaikum salam sayang, ada apa ini kan jam sekolah, knapa tlpon Mama, kalian gak knapa napa kan atau kalian bolos?", cerocos Mama Selina.


"Ma maaf, Sandra sakit, ini kita lagi mau bawa ke rumah sakit HN sekarang".


"Ko bisa kenapa, rumah sakit mana?, share ke Mama alamatnya Mama ke situ sekarang, jagain Sandra ya nak, Mama titip Sandra dulu".


Mama Selina yang panik mendengar kabar anaknya masuk ke rumah sakit, langsung menghubungi suaminya, masa bodolah dengan kerjaan yang penting nomer 1 yaitu anak.


Papa Handra yang tadinya mau meeting bahkan meeting sudah mau di mulai, mendapat kabar dari sang istri jadinya dia mengutus Pandi lah yang mengantikannya.

__ADS_1


Kaget bukan main Pandi juga mendengar kabar seperti itu, namun dia berusaha untuk tenang, berusaha untuk menakis rasa yang mulai menjadi jadi. Menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, karena semakin menekan hatinya untuk santai saja untuk tidak terlalu memikirkan itu semakin membuat hatinya kacaw.


Selesai meeting Pandi masuk ke ruangannya membantingkan diri ke sopa, kepala nya terasa pening karena otak dan perasaan nya terbagi bagi.


Sandra semakin aku berusaha untuk melupakan mu, semakin kuat rasa ini untuk mu, aku tidak tau ini rasa apa, apa ini rasa kakak terhadap adiknya atau ini rasa cinta, akhhhh Pandi mendesah prustasi, niat menjauhi Sandra untuk sementara waktu, untuk membuang rasa malah rasa itu semakin menggerogoti hatinya sendiri.


Menyibukan diri untuk kerja dan kuliah bukannya tambah hilang perasaan itu malah tambah menjadi jadi.


Pandi bangkit dari terlentangnya di sopa dia secepat kilat menduduki kursinya, melihat waktu sudah jam 3 sore, waktu juga rasanya begitu cepat kerjaan nya belum terselesaikan semua, hati dan otak nya selalu di penuhi Sandra Sandra dan Sandra terus.


Gila gue udah gila kali ya, kenapa Sandra terus yang ada dalam pikiran gue ini, Ya Allahh rasa apa ini, sambil menyelesaikan pekerjaan Pandi sambil menggerutu.


Rumah sakit


Sampai sana Papa Handra dan Mama Selina langsung mennemui kedua sahabat anak nya itu.


"Nissa Melly sayang kenapa Sandra ko bisa seperti ini?", tanya sambil menangis.


"Mama tenang dulu kita tunggu dokter yang sedang menangani Sandra".

__ADS_1


"Maafkan kami Ma, Sandra tadi makan bakso pake cabe banyak, padahal baksonya langsung kami buang, dia dari pagi terlihat murung dan juga bad mood, pas waktu istirahat kedua tadi dia jalan ke kantin sendiri ternyata memesan bakso, kami kecolongan Maafkan kami Ma", meski dengan rasa takut Melly dan Nissa harus menjelaskan ke Mama Selina walau dengan tercekat juga tenggorokan rasanya kering.


"Ya Allah Pa, anak kita gimana Pa", menangis pilu, takut kehilangan anak semata wayang yang lahir dari rahim nya, yang dia perjuangkan dan mempertaruhkan hidup dan matinya juga.


Tak lama dokter pun selesai memeriksa Sandra, keluar dari ruang pemeriksaan.


"Dok bagai mana dengan anak saya, anak saya baik baik saja kan dok".


"Ma tenang dulu biarkan dokter nya bicara dan menjelaskan terlebih dahulu", Papa Handra mengelus punggung sang istri, dia juga sebenarnya panik takut ini sudah kali kedua anaknya masuk rumah sakit dengan tidak sadarkan diri.


"Iya Bu tenang dulu, mari Ibu dan Bapak ikut saya sebentar".





🖤🖤🖤

__ADS_1


Happy reading😘


__ADS_2