ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
27.


__ADS_3

Pandi menjalankan motornya seperti orang baru belajar motor, kadang meleot kiri meleot kanan. Yang seharusnya dateng 15 menit ke kontrakan nya ini sampai 37 menit saking pelan nya bawa motor.


Sampai kontarak Pandi buru buru mandi dia harus ke kampus waktunya sudah mepet, sebelum berangkat Pandi mendongakan wajahnya ke atas seolah miminta kekuatan.


Kuat Pan kuat jadi laki laki gak boleh lemah hanya karena itu, ada Ibu dan adikmu yang harus di bahagiakan. Akhhh gue bisa, apasih gue biasanya juga gak cengeng gini bukan gue.


Pandi menjalan kan motornya dengan kecepatan penuh, kelasnya sebentar lagi mulai, Pandi tidak pernah terlambat sampai kampus dia selalu on time biasanya.


Dan sampai kampus benar saja sudah ada dosen yang baru memulai memberikan materi.


"Permisi pak maaf saya terlambat", ucap Pandi.


"Ya masuklah Pandi", tidak biasanya anak ini telat pikir dosen itu.


Menjalankan dan menerima materi dengan baik dan lancar meski hatinya sedang tidak baik baik saja.


...****************...


Di rumah sakit.


Setelah Pandi keluar dari ruang rawatnya, Sandra menangis sejadi jadinya, merasa kesal kepada Pandi yang tidak peka.


Ada perawat yang masuk dan membawa makannan yang Pandi titipkan tadi.


"Selamat pagi, saya kesini membawa sarapan untuk anda".

__ADS_1


"Ini makannan dari rumah sakit ini?", tanya Sandra masih sambil mengelap air matanya.


"Bukan, tadi ada salah satu pemuda dia menitipkan ini kepada saya, dan katanya saya harus memastikan anda makan dan minum obat dengan benar, anggap saja ini permintaan maaf nya katanya, pemuda itu juga menitipkan ini".


Sandra menerima kertas dari perawat dan membacanya.


*Makan dulu yang ada dan minum obat, saya sudah bilang pada Mama mu, kalau anaknya mau bubur tawan, beliau akan membawakan nya nanti pas mengunjungimu, makan lah yang benar tenang saya tidak akan meracunimu, saya masih punya hati ko tidak akan setega itu sama anak orang ya walawpun telah menyakiti hatiku dengan segala ucapan nya. Tenang saja saya juga tidak menyalahkan mu ko, ini semua mutlak kesalahan saya yang tidak sadar diri. Sekali lagi saya MINTA MAAF.


by: Pandi*


Setelah membaca kertas yang berisi pesan dari Pandi, Sandra menangis lagi. Memakan bubur yang terasa hambar, lalu meminum obatnya, setelah perawat itu melihat Sandra makan dan meminum obatnya dia juga keluar, karena sudah menjalan kan amanat dengan baik.


Pandi di kampus semakin garang yang biasanya santai saja di dekatin cewek manapun juga selagi masih dalam batas wajar, kali ini dia sangat marah ada yang duduk di sebelahnya juga.


Pandi hanya mendelik tidak suka pada wanita itu.


"Elu knapa muka ganteng juga di jelek jelekin", ucap Reno, salah satu teman Pandi di kampus.


"Lagi pusing gue, jangan ganggu gue dulu ya, takutnya gue emosi", pinta Pandi.


"Yaudah gak apa apa kalau elu gak mau cerita sama gue, come on bro, elu orang hebat apapun masalah nya semoga cepat selesai ya, gue pergi".


Setelah selesai kuliah Pandi langsung ke kantor, perutnya terasa perih, mungkin karena Pandi melupakan sarapan dan ini waktu makan siang juga sudah lewat.


Sampai ruangannya Pandi memanggil Renaldi.

__ADS_1


Renaldi masuk dengan mengucapkan salam, takut di lempar lagi dia.


"Ada apa Pan?", tanya Renaldi.


"Pliss beliin gue makan ke depan, gue belum makan siang, pagi juga gak sarapan, gue tadi pagi buru buru ke kampus".


"Kebiasaan elu, sesibuk apapun jangan melupakan makan, tunggu bentar gue beliin dulu. Mana duitnya ucap Renaldi sambil cengengesan". Pandi memberikan duit 2 lembar berwarna merah pada Renaldi.


"Elu juga beli makannan apa aja yang elu suka, gue makan yang kaya biasa aja", Pandi sambil tangannya sibuk mengerjakan pekerjaan nya.


Hari ini Pandi sangat sibuk karena Papa Handra tidak masuk kantor, Pandi yang menghendel semua pekerjaan Papa Handra juga.


Lumayan sedikit lupa dengan kejadian tadi pagi, badannya lelah hatinya juga lelah sebenarnya, Pandi kini memilih lembur sampai pulang jam 10 malam baru sampe kontrakan.


Setelah membersihkan diri Pandi membantingkan badannya ke kasur dia sangat lelah dan langsung tertidur, bagi Pandi berlarut dengan kesedihan hanya akan menguras eneginya saja, biarlah yang harus dia pikirkan sekarang bagaimana dia bisa memulai usahanya sendiri, tidak mungkin dia bekerja di perusahaan Papa Handra terus menerus, dia harus bisa berdiri di kakinya sendiri.





Semangat Pandi Utor dukung kamu 1000% kamu pasti bisa punya usaha sendiri dan sukses dengan kegigihan dan kerja kerasmu.


❤❤❤ Happy reading, jangan lupa like ya, Terimakasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2