
Seharian menghabiskan waktu mengunjungi beberapa tempat wisata salah satunya, Westminser Abbey dan sore ini mereka akan ke Buckingham Palace.
Mereka semua menikmati liburan keluarga ini, kedua bocil kak Lily juga heboh di tambah Seli yang lebih heboh di antara semuanya, selama ini dia hanya melihat di internet bahagimana keindahan kota ini.
Papa Handra yang baru kenal dengan dua bocil sudah seperti ke cucunya sendiri, bahkan dia sangat menyayangi Rafael dan Misel, tidak membiarkan anak umur 6 tahun lebih dan umur 3 tahun itu kecapean, mengambil alih mendorong kereta bayi dan sesekali menggendong Misel kecil, tidak membiarkan Kak Lily mengasuh dua anak nya sendirian Renaldi dan Pandi juga bergantian menggendong Rafael kalau bocah itu kecapean berjalan.
"Lelah gak dek", tanya Renaldi pada Seli sebab mereka lumayan jauh dari yang lain.
"Lelah sih tapi seru kak", ucap Seli senyum nya mengembang.
Ya Allah, duhhh senyumnya mengalihkan duniaku, batin Renaldi.
"Sini kalau lelah kakak gendong".
"Gak mau kak malu", pipi Seli sudah merah dia langsung lari ke samping kak Lily.
Renaldi yang melihat Seli lari dia geli sendiri cekikikan, ck dah tau yang lu sukai itu masih abg labil Ren, gerutunya pada diri sendiri.
Sedangkan Pandi dan Sandra mereka lebih jauh dari yang lain. "Kenapa tu muka di tekuk kaya gitu", tanya Pandi.
"Capek jalan terus, coba di negara kita ada gojek ada gocar kan enak".
"Hahah, yaudah sini gendong mau, jangan jauh jauh kenapa sih udah kaya lagi musuhan aja".
__ADS_1
"Gak mau ah malu sama Rafael dan Misel".
"Ngapain harus malu, sinian jangan jauh jauh sayang".
"Bener nih udah siap", Sandra tersenyum jail.
"Nggak bercanda hahah".
"Tuh kan kumat ngeselinnya, tau ah malesin banget orangnya", Sandra langsung berjalan cepat ke arah samping Mama Selina.
Ck Ya Allah salah mulu gue kapan benernya ya, padahal cuman bercanda doang, gerutu Pandi.
Mana bisa dia langsung mengejar Sandra yang sudah di samping Mama Selina, yaudah lah biarkan saja, lebih baik memantau dari jauh, melihat semua keluarganya tertawa bahagia, Pandi lebih ke melamun membayangkan Pak Medi, andai saja Bapaknya masih ada beliau pasti ikut dan menikmati liburan ini, sedihnya.
"Kenapa sayang tu muka di tekuk kaya gitu?", tanya Mama Selina.
"Siapa emangnya kamu di apain".
"Gak ada Ma, udah happy happy aja lah kan kesini juga liburan biar happy".
"Kamu ini gimana sih dirinya yang masang muka masam juga", Mama Selina ter kekeh.
Sedangkan kak Lily yang mendengar dan melihat muka masam Sandra dia langsung tau pelakunya, siapa lagi kalau bukan Pandi, langsung mendelik ke arah pemuda yang lumayan agak jauh darinya.
__ADS_1
Serem juga Ibu Ibu ini kalau sudah melotot, batin Pandi, lalu iya berjalan santai mendekat pada mereka dan langsung mendapat jeweran dari kak Lily, Misel kecil seolah tau kalau Om nya di jewer dia langsung menangis minta di gendong Pandi.
"Ehh kenapa nangis sayang", ucap Kak Lily pada anak nya.
"Sakit ngaco, anak nya aja gak rela Om nya di jewer", ucap Pandi.
"Nggak sayang nggak ya Mami gak jewer Om Pandi kok", tangan kak Lily melesat lagi ke pinggang Pandi mencubit kecil pinggang pemuda itu".
"Akhhh sakit kak", Pandi mengaduh pinggangnya lumayan panas.
Sedangkan si pelaku seolah tak tak melakukan apa apa malah berjalan santai menggandeng Sandra.
"Ada apa apa bilang sama kakak", bisik Kak Lily.
Sandra hanya tersenyum menanggapi ucapan Ibu dua anak itu.
Gawat juga dua wanita ini kalau lagi bersatu pasti gue yang kalah, batin Pandi.
Sedangkan yang lain terus menertawakan Pandi karena Pemuda itu terlihat masam, hanya dengan wanita wanita inilah Pandi ter kalahkan.
.
.
__ADS_1
.
🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘