
Rafael merasa tidak percaya kalau Fely bisa nekat juga meninggalkannya.
"Gak lucu lo ninggalin kakak dek, padahal gue baru mau minta maaf setelah pulang dari sini", memijat pelipisnya pening, sudah segala cara dirinya melacak tapi tetap saja tidak ketemu.
"Apa gue sejahat itu ya, gue kira ucapan lo benar mau nungguin sampai gue sadar", tidak terasa air matanya lolos setetes, "Pulang Fell kakak mohon", Rafael memejamkan matanya.
Bayang bayang Fely menari nari, menawarkan makannan, tersenyum manis memanggilnya secara lembut dan tidak pernah membantah dengan apa yang dirinya ucapkan.
Akhhh Rafael mendesah perustasi memikirkan bagaimana caranya untuk bertemu Fely, mau mencari ke luar negri juga data dirinya di blokir sekarang sudah seperti buronnan hanya tidak di kejar polisi saja.
Papa benar benar sudah memblokirku huwhh bagaimana cara untuk mendapatkan kepercayaannya lagi.
.
Trak brakkkkk suara pintu di buka dan di tutup paksa, muncul seorang wanita yang biasanya elegan dan berkarisma namun kali ini beda bahkan masih memakai pakaian rumahan saja.
"Bagus ya", suara Mami Lily tercekat.
Rasanya sungguh menyesal melahirkan Rafael yang kurang ajar, kenapa kenapa Rafael mengikuti sipat dan sikap juga jejak bapaknya yang sungguh kurang ajar.
"Mih tenang dulu Mih", ucap Rafael.
"Apa kata kamu tenang, hahh apa yang harus Mami tenangkan El, Mami kecewa sama kamu El kecewa".
"Mih sabar dulu duduk tenang kita cari jalan keluarnya baik baik jangan seperti ini", ucap Daddy Reja sambil menuntun istrinya yang sejak mendengar Fely menghilang pergi meninggalkan Rafael, sudah tidak karuan.
__ADS_1
Mami Lily menganggap Fely anak kandungnya sendiri dirinya meminta Fely supaya Rafael berubah dan Rafael juga sudah berjanji kalau akan berubah.
"Apa alasanmu hah kenapa Fely sampai bisa pergi, apa yang kamu perbuat?", pertanyaan beruntun dari seorang ibu yang sudah di kecewakan anak nya sendiri.
"Dengarkan aku bicara dulu ya Mih aku mohon", Rafael mendekat ke arah sopa yang sedang di duduki Mami dan Daddy nya.
"Sorry, tapi jika Mami kira aku benar benar punya wanita simpannan Mami salah, memang aku sempat membawa sekertarisku tapi itu sengaja hanya untuk memanas manasinya saja, seminggu dua minggu setelah pernikahan kami, dan ternyata Fely tidak mempan dengan itu, apa alasannya karena aku merasa Fely tidak cocok untuk menjadi istriku Mih dia sudah ku anggap adik".
Mami Lily hanya bisa menangis.
"Sebulan sampai tiga bulan Mami tau sendiri kan aku pulang pergi Indonesia London karena pekerjaanku juga", Rafael menjeda ucapannya lagi.
Kali ini dirinya memang benar benar merasa bersalah besar terutama pada Maminya sendiri karena telah berbohong dan sembunyi sembunyi bertemu dengan Papinya.
"Sebulan yang lalu aku bertemu Papi dia sakit, dan di rumah sakit sudah berbulan bulan, maaf Mih kalau aku membantunya maaf kalau aku tidak jujur sama Mami, sekejam apapun dia sama Mami aku dan Misel dulu tetap dia Papiku tidak akan ada yang bisa merubahnya".
"Karena aku ingin menyelesaikan urusanku dengan Papi sebelum aku memulai hidup tenang bersama istriku Mih", Rafael menunduk.
"Ternyata aku salah Fely lebih dulu meninggalkan aku sebelum urusanku selesai".
"Apa yang Papimu itu perbuat lagi".
"Dia meminta aku untuk menikahi anak sahabatnya".
"Terus kamu mau begitu hah".
__ADS_1
"Tidak Mih aku ada alasan lain tapi aku tidak bisa menjelaskan ke Mami sekarang, yang pastinya dia sekarang di manfaatkan sahabatnya, anak mana yang tega melihat Ayahnya sedang sakit lalu di manfaatkan, dan aku sengaja menjebak wanita itu sampai Papi tau akal busuk mereka".
"Jalan kamu salah El, Mami kecewa sama kamu".
"Iya aku juga mengakui kesalahanku ini, sekarang terserah Mami mau marah seperti apa juga".
"Mau gimana kamu menjelaskan ini semua ke Papamu (Papa Pandi)".
Rafael menggeleng dirinya membutuhkan keberanian besar untuk menghadap Papa Pandi.
"Dad sorry", ucapnya menunduk.
"Selesaikan masalahmu son Daddy yakin kamu bisa mengatasi semuanya, jujur Dady juga kecewa sama kamu, tapi Daddy juga tidak bisa menghakimi kamu saja".
Setidaknya Rafael punya setitik terang dari Daddy Reja yang selalu dari dulu berada di pihaknya, rasa bersalahnya Rafael pada ayah sambungnya itu sangat menggunung.
"Terimakasih Daddy selalu bisa mengerti bagaimana berada di posisiku".
"Anak Daddy di larang lemah, teruslah berusaha Daddy bantu do'a".
Cih kalau saja posisinya tidak seperti ini Rafael sangat ingin memeluk Daddy Reja dengan erat.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤