
Sampai kantor Pandi sangat sibuk, bukan lagi dia ada jam kuliah siang, di tambah lagi harus menjemput Sandra sekolah.
Di sekolah Sandra, mood anak itu sedang tidak baik baik saja, selama dalam pelajaran juga banyak main ponsel, dan pertama kalinya ponsel Sandra di sita oleh guru, otomatis harus orang tuanya yang mengambil.
Pandi baru saja selesai jam kuliahnya, melihat pesan dari Papa Handra bahwa Pandi harus mengambilkan ponsel milik Sandra yang di sita gurunya.
Papa Handra di tlpon oleh pihak sekolah bahwa harus datang ke sekolah, karena sedang di luar kota jadi beliau mengutus Pandi yang akan datang. Karena memang peraturan dari sekolah tidak boleh ada yang memainkan ponsel, tidur di kelas dan menggunakan make up selama jam pelajaran.
Cek anak ini bikin ulah, sudah tau lagi repot tambah bikin repot saja. Pandi menggerutu.
Menjalankan mobilnya menuju tempat sekolah Sandra, sampe sana Pandi masih harus menunggu anak itu keluar.
40 menit Pandi menunggu, sangat membuang waktu bagi Pandi, bukan lagi harus ngurusin ini itu.
Sandra keluar menuju mobil Pandi dengan menunduk, jujur Sandra sangat takut, mungkin kalau kemarin kemarin dia tidak akan setakut ini, tapi Pandi yang sekarang beda dengan yang kemarin kemarin.
Pandi keluar dari mobilnya, jujur dalam hati terdalam nya dia merasa lucu dengan mimik muka Sandra yang belum apa apa sudah memancarkan ketakutan.
"Kenapa menunduk, punya salah apa?", ucap Pandi dengan suara dingin.
Deg.... Ketakutan Sandra bertambah mendengar suara dingin Pandi. "Jawab, kalau di tanya di jawab bukan semakin menunduk".
"Ponsel aku di sita guru", suara Sandra sudah bergetar.
"Dimana ruang gurunya?".
Sandra langsung berjalan di ikuti Pandi, rasanya melangkah juga sangat lambat dan karena tidak memperhatikan ke jalannan Sandra sampai menabrak tong sampah, niat menghindar ke pinggir nyatanya dia malah membentur sekalian ke tembok.
__ADS_1
Awwww ringis Sandra, luar biasa sakitnya karena tanggannya yang lebih dulu membentur tembok.
"Ceroboh", Pandi menarik tangan Sandra berjalan sedikit cepat sampai membuat anak itu kesusahan mengimbangi jalan Pandi bukan lagi kakinya yang lumayan sakit karena membentur tong sampah tadi.
Sampai ruangan kepala sekolah, sebenarnya hal seperti ini bukan masalah yang susah bagi Pandi, hanya saja baginya ini sangat menghabiskan waktunya.
"Permisi pak", Ucap Pandi.
"Ohh iya, anda yang di utus oleh Pak Handra ya?".
"Iya pak, Maaf beliau tidak bisa memenuhi panggilan dari pihak sekolah ini, karena beliau sedang berada di luar kota".
"Iya tidak jadi masalah pak, kami hanya ingin memberi peringatan secara lisan saja, memang ini bukan hal masalah yang serius, karena ini salah satu aturan di sekolah maka siapapun yang melanggarnya dia harus menerima teguran dan peringatan".
"Betul pak, saya minta maaf atas ketidak disiplinan adik saya", sebenarnya enggan untuk menyebut Sandra adiknya lagi, namun tadi Papa Handra sudah bilang kalau yang akan mengambil kakak nya Sandra.
Dalam hati Sandra ingin sekali meledakkan ucapannya, kalau biang masalah ini semua karena Pandi yang ada di sebelah kirinya, yang ada di hadapan Bapak kepala Sekolah sekarang.
"Tidak ada Pak", ucap Sandra.
"Baik kalau begitu saya harap kamu tidak mengulangi masalah seperti ini lagi, sangat di sayangkan kamu anak yang pintar juga rajin", Sandra mengangguk.
"Baik Pak Terimakasih, dan sekali lagi saya minta Maaf atas kejadian ini". Kami permisi pamit pak.
Pandi menarik Sandra lagi keluar dari ruangan kepala sekolah itu.
"Sakit jangan kencang kencang, aku bisa jalan sendiri", mata Sandra sudah berkaca kaca.
__ADS_1
"Bisa sendiri bisa sendiri terus, bisa apa membuat masalah, bisa masuk rumah sakit, bisa nabrak tong sampah", tanya Pandi.
Air mata Sandra sudah turun rasa marah juga gedeg terhadap Pandi bertambah.
"Masuk ke mobil, mangkanya waktu belajar jangan di buat main main".
"Gak usah aku bisa pulang sendiri".
"Jangan buat saya marah", Pandi menatap Sandra dengan tajam.
"Bisanya hanya marah marah dan terus marah marah, Mama sama Papaku juga tidak pernah memarahiku", teriak Sandra.
"Mangkanya anak nya menjadi seperti ini, tidak mau menerima kalau sedang salah".
"Setoppp, kamu memang jahat selalu saja marah marah".
Sandra masuk ke dalam mobil menutup mobil itu dengan kencang, kemarahan Pandi pun sudah di ubun ubun, dia sudah membuang waktu begitu banyak, tugas kuliah sama pekerjaan nya terabaikan hanya karena ngurusin Sandra.
•
•
•
Gelud yuk hahahh kan makin rame kalau lagi berantem kaya gini tuh, gak datar datar aja, iya gak sih heheee
❤❤❤
__ADS_1
Happy reading, jangan lupa like ya, Terimakasih🙏