
Selesai masak Sandra masuk ke ruangan kerja suaminya, Pandi kerja di temani Rafael yang katanya dia juga mau jadi orang hebat kaya Om nya.
"El lagi ngapain?", tanya Sandra mendekat pada anak itu.
"Belajar", ucap Rafael singkat.
"Belajar anak tk itu menggambar menghapal hurup sama angka bukan belajar bisnis baca buku kaya gini".
"Aunty berisik kan Om", Rafael melirik tak suka.
Pandi hanya bisa menggeleng Rafael benar benar bukan seperti anak umur 6 tahun bukan seperti anak kecil pada umumnya, "Sudah mandi dulu sana nanti lanjut lagi belajarnya ya", lebih baik menyuruh anak itu mandi daripada nanti ribut sama istrinya.
"Oke Om Rafa mandi dulu", ucapnya sambil turun dari kursi yang dia duduki, hanya sama Pandi dia tidak mau di panggil El.
Keluar dari ruangan Pandi dengan santai dan tampa menoleh ke arah Sandra membuat perempuan itu gemas ingin mengunyeng ngunyeng anak itu, "Andai dia boneka sudah ku unyeng unyeng tu muka", gerutu Sandra.
"Sini duduk sayang", Pandi menyuruh Sandra duduk di pangkuannya.
Perempuan itu menurut sambil memonyongkan bibirnya, "Heran aku sama dia perasaan aku belum pernah isengin tuh anak".
"Tadi habis ngapain di dapur?", mengalihkan pembicaraan agar istrinya lupa sebentar tentang Rafael.
"Belajar masak sama Ibu, aku sama kak Lily ngerecokin Ibu ngacak ngacak dapur hehee", senyum Sandra, langsung lupa sama Rafael yang menyebalkan.
"Ibu gak marah kan?", Pandi terkekeh.
"Ibu gak bakalan marah sama menantu kesayangannya", membanggakan dirinya sendiri. "Kamu udah selesai belum?".
"Udah, yuk ke kamar", Pandi langsung mematian laptopnya.
__ADS_1
Mereka beriringan masuk ke dalam kamar, karena hari sudah semakin sore mereka memilih membersihkan badan.
.
.
Makan malam bersama membuat kekeluargaan semakin harmonis, apalagi Lily yang dari pertama hidup di dunia tidak pernah merasakan bagaimana keluarga yang utuh jika sedang di Jakarta dia benar benar menikmati indahnya hidup apalagi setelah bebas dari sangkar yang hampir selama 8 tahun mengurung nya dengan segala sakit dan torehan luka padanya.
Sandra dan Seli yang selalu ribut dengan Rafael tidak pernah akur, mereka yang menambah rame di dalam rumah ini, Ibu kak Lily dan Pandi seolah tuli tidak menggubris kericuhan tiga manusia itu.
"El aunty do'ain kamu bakalan jatuh cinta banget banget banget sama anak aunty nanti ya dan gak bakalan aunty restuin", saking gedeg nya Sandra sama anak itu.
Membuat 3 orang yang dari tadi pokus dengan obrolannya melongo mendengar omongan Sandra.
"Kenapa emangnya dek?", tanya maminya El sambil tertawa.
"Masa anak kakak kami ajak tebak tebakan katanya gak mau karena aunty cewek gak mau main sama cewek", kesal Sandra.
"Aunty nya maksa terus nek aku kan bukan adek yang bisa di paksa paksa", adu Rafael.
"Gak tau keturunan dari sebelah mana kakak juga gak ngerti sama sikap tu anak kenapa beda banget", ucap kak Lily.
"11 12 sama Om nya kak apalagi sekarang semakin menjadi cs banget".
"Loh ko aku di bawa bawa", ucap Pandi.
"Tau ah kamu juga suka ngeselin".
"Udah udah kenapa ribut gara gara begituan, El sini dekat nenek sebentar", Bu Mirah memangku Rafael, "Nak El mau dengar nenek gak?", tanya bu Mirah.
__ADS_1
"Apa nek", hanya sama Nenek Oma dan Opa nya Rafael ramah dan bicara lembut.
"El jangan kaya gitu ya sayang, aunty nya sayang sama El mau main mau ajak kamu bercanda, kan di sini juga gak lama El besok pulang sama Mami sama adek, emangnya gak bakalan kangen?".
"Iya Nek maaf ya", Rafael langsung menunduk.
"duh cucu Nenek pintar banget, minta maaf sama aunty ya sayang pintar".
"Iya Nek, aunty San aunty Seli maafin aku ya, tapi harus janji juga aunty jangan paksa paksa aku", ucap Rafael masih kekeuh tidak mau di paksa.
"Iya aunty maafin", Sandra merebahkan badannya di pangkuan sang suami sebab mereka semua sedang lesehan di tengah tengah rumah.
"Aunty Seli gak maafin aku ya?", tanya Rafael pada Seli karena Seli diam saja dan sedang melihat ponselnya.
"Ehh iya apa El?", tanya Seli gelagapan.
"Maafin aku ya", ucap Rafael lagi.
"Iya aunty udah maafin ko, asal jangan ngeselin lagi ya".
"Iya nggak".
Seli sedang bengong melihat pesan masuk dari seseorang yang sudah hampir sebulan ini tanpa libur mengingatkan nya makan tidur dan belajar, dia masih bingung dengan apa maksud lelaki itu, yang sebulan ini terus terusan mengirim pesan padanya.
.
.
.
__ADS_1
🖤🖤🖤 Happy reading 😍😍😍