
Menjalani hari demi hari dengan banyak sekali derama selama kehamilan Sandra, masa ngidam dan segala macamnya, mungkin jika suaminya tak sabar pasti setiap hari bertengkar, telat sedikit saja Pandi akan kena ocehan dan tak bisa masuk kamar.
Ada salah satu malam kejadian Pandi harus pake daster bu Mirah selama semalaman penuh, bukan lagi di suruh beli kerak telor yang ada di taman kota harus sambil pakai daster, demi apa Pandi ingin sekali nyemplung ke tengah laut saking malu dan akhhh entah lah tidak bisa iya ungkapkan dengan kata kata, kalau bukan demi anak dan istrinya mungkin sudah iya amuk orang orang yang menertawakannya, kejadian waktu itu yang benar benar membuat Pandi prustasi, syukurnya seakan tuhan berpihak padanya waktu itu hujan deras jadi tidak begitu banyak orang di sana.
Tidak terasa walaupun penuh dengan derama kini usia kandungan Sandra sudah 9 bulan, perkiraan hpl 5 atau 6 hari lagi.
Kini iya sedang di rumah, dari semenjak memasuki usia kehamilanny 8 bulan memang Sandra tidak kerja lagi, semua kerjaan di tumpukkan ke Pandi dan Renaldi.
Sehari hari Sandra hanya ke kamar, dapur dan taman sesekali jalan di pagi hari di temani suaminya, seperti tadi pagi Pandi menyempatkan waktu untuk menemani istrinya jalan di pagi hari.
"Duhhh kenapa rasanya kaya perut begah gak enak ya, ini baby juga gak mau diam, kadang kadang tendangannya sakit, jangan kencang kencang sayang tendangnya ya sakitnya sampe ngilu", keluh Sandra yang baru saja naik ke kamarnya setelah dari taman.
"Awww semakin lama perut juga semakin sakit, kalau ini tanda mau lahiran kan perkiraan nya juga 5 sampai 6 hari lagi", monolognya, sambil sesekali meringis karena sakit.
Beberapa jam menunggu namun sekarang sudah tidak terasa sakit lagi, sampai sore Sandra tidak turun lagi ke bawah.
Tok tok tok, "Sandra, sayang nak", panggil Mama Selina karena tidak melihat anak nya keluar dari kamar setelah makan siang.
"Iya Mah, masuk aja", sautnya dari dalam.
"Loh sayang kenapa, ada apa ko tiduran terus tumben?".
"Abis tidur siang aku kebablasan mah".
"Ohhh Mama takut kamu kenapa napa habisnya dari siang gak turun turun, benar gak apa apa kan sayang", menelisik gelagat anaknya, gak biasanya Sandra seperti ini.
__ADS_1
"Gak apa apa Mah benar deh serius".
"Yaudah kalau gak apa apa mandi gih udah sore, gak baik kalau mandi terlalu sore juga".
"Iya mah, abang belum pulang ya".
"Belum sayang, paling juga sebentar lagi maklum aja dia sibuk".
"Iya mah, yaudah Sandra mandi dulu mah", turun dari ranjang, masuk ke kamar mandi meninggalkan Mamanya yang kebingungan.
"Nih anak gak biasanya begini", batin Mama Selina.
Baru saja membuka pintu untuk keluar dari kamar Sandra, Mama Selina berpapasan dengan Pandi yang baru pulang kerja mau masuk ke kamar.
"Ehh sayang udah pulang, Walaikum salam", menyambut hangat anak menantunya.
"Iya mah, Sandra kenapa?, ko tumben gak ada di bawah?".
"Baru aja masuk ke kamar mandi, tidur siangnya ke bablasan katanya".
"Tumben gak biasanya ini hampir jam 6 petang", Pandi melirik jam yang ada di tangannya.
"Iya Mama juga aneh, tapi tadi Mama tanya gak kenapa napa katanya sayang, yaudah masuk gih istirahat bentar sambil nunggu Sandra mandi".
"Iya mah".
__ADS_1
Pandi merebahkan badannya di atas sopa sambil menunggu istrinya selesai mandi, lelah hampir semua 2 perusahaan lumayan besar yang sangat jauh berbeda konsepnya iya kerjakan, memejamkan mata menghilangkan penat, kerja siang malam bukan lagi menghadapi istri yang kemauannya sering di luar nalar manusia, meski begitu Pandi selalu sabar dan ikhlas menjalankan semuanya tak lupa bersyukur atas rezeki yang telah Allah titipkan padanya.
Saking lamanya menunggu Sandra iya 10 menit tertidur, "Sayang by",panggil Sandra.
"Ehhhm", mengeliatkan badannya.
"Bangun yuk mandi udah sore by".
"Iya sayang ini udah bangun".
"yaudah mandi sana aku udah siapin airnya".
"Iya sayang, Terimakasih", cup Pandi mencium bibir istrinya tanpa permisi.
"Mandi duluke apa ke main sosor sosor bae", Sandra terkekeh pelan.
"Biar mandinya semangat hahahaa", Pandi tertawa keras.
.
.
.
Happy reading🖤🖤🖤
__ADS_1