ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
23.


__ADS_3

Sandra dari tadi pagi terlihat lesu anak itu tidak ada semangat semangat nya yang biasanya gak bisa diam di kelas maupun di kantin.


Pandi tidak pernah datang ke rumah itu lagi selama hampir 3 bulan ini, setelah mereka nonton bareng kini Pandi tak pernah menampakan mukanya lagi di depan Sandra, anak itu sangat sibuk dengan dunia kerja dan kuliahnya. Itu yang membuat Sandra sekarang uring uringan, mau menghubungi namun tidak punya nomer ponsel Pandi, mau minta pada Mama nya dia sangat gengsi.


Mama Seliana sering mengunjunginya ke kantor, Pandi pintar membuat alasan dia sibuk kuliah dan kerjaan nya, memang sibuk sih tapi ada paktor lain juga yang menyebabkan Pandi tak berkunjung kerumah itu untuk sementara waktu.


Karena kegigihan Pandi kerja yang menjadi tangan kanan nya Papa Handra perusahaan itu berangsur lancar bahkan bisa di bilang laba untung nya bertambah pesat. Membuat Papa Handra bangga pada Pandi belum lama terjun ke dunia kerja namun sangat lihai dalam menilai segala sesuatu, bahkan sekarang Pandi sering menggantikannya meeting, kerja sama antar perusahaan selalu Pandi dapatkan dengan mudah.


Anak yang begitu cerdas dan Papa Handra banggakan, Mama Seliana juga merasa bangga mendengar semua cerita itu dari suaminya mangkanya dia tidak terlalu memaksa Pandi sekarang, yang penting Pandi selalu mengabarinya, jika dia rindu pada Pandi juga dia bisa berkunjung ke kantor suaminya selalu di sambut dengan hangat oleh Pandi.


"Mell, Sandra kenapa sih dari pagi gue liat mukanya bete terus tuh anak", ucap Nissa.


"Gue juga gak tau Niss, yuk tanya", Melly dan Nissa saling sikut siapa duluan yang nanya, biasanya kalau lagi bete suka ngoceh nantinya kalau mreka gangguin.


"San lu knapa sih?, dari tadi muka di tekuk terus, cus kantin yuk", cerocos Melly si bawel dari yang paling bawel.


"Tau ah malas gue, kantin aj yuk bakso yang pedes, udah lama gue gak makan pedes".


"Jangan ngaco deh San, lu ah, di gorok gue nanti sama Mama Selina kalau ngebiarin anaknya makan pedas", ucap Melly.


"Iya San, bisa bisa kita berdua gak akan di kasih makan geratis lagi", Tampang geratisan Nissa.


"Gak asik lu berdua", Sandra meninggalkan sahabatnya itu, dia pergi ke kantin sendirian langsung memesan bakso.

__ADS_1


Melly dan Nissa bngong dintinggalin di kelas itu.


"Mell gue ngerasa aneh sama sikap Sandra akhir akhir ini lu ngerasa gak sih".


"Gue juga aneh Niss gak biasanya dia kaya gitu apa lagi ada masalah ya".


"Daripada bertanya tanya mending kita hayuk susul dia ke kantin", Melly dan Nissa berjalan santai menuju kantin mereka bergandengan.


Sampai kantin Melly dan Nisaa di buat bengong dengan apa yang di makan Sandra. Kuah bakso di penuhi cabe terlihat merah sekali bisa di bilang kuah biji cabe.


"San lu knapa sih, gak gini makan cabenya", ucap Melly sambil menggelengkan kepala, namun Sandra seolah tak mengetahui ada orang di depannya dia terus saja memakan bakso panas dengan kuah cabe itu, hatinya lagi kesal dongkol marah, entah marah karena apa dia juga tidak tau, yang pasti kalau mengingat Pandi yang seolah melupakannya dia sangat sedih dan marah, padahal dia bukan siapa siapa tapi seolah kekasih yang di gantungkan hubungannya begitu saja.


"Mell sepertinya harus kita buang tu bakso, parah dia yang ada masuk rumah sakit lagi", ucap Nissa.


Melly mengambil mangkuk yang ada di depan Sandra dan langsung membawanya ke tong sampah, membuang bakso yang sudah habis 1/3 itu kebanyakan yang habis daripada sisanya. Sandra tanpa protes dia juga merasa perutnya sudah panas, meminum jus jeruk yang dia pesan langsung habis 1 gelas mulut dan perutnya terasa terbakar.


Sandra pergi lagi ke kelasnya tanpa memperdulikan sahabatnya, Melly membayar pesannan yang Sandra makan lalu mereka juga mengikuti Sandra lagi ke kelasnya.


Pas sekali sampai kelas pelajaran sudah mau mulai lagi, selama pelajaran berjalan Sandra sudah keringat dingin memenuhi badan nya.


Nissa melihat ke arah Sandra dia langsung kaget, muka Sandra sudah pucat tangan dan wajahnya sudah di penuhi keringat. Langsung dia menggeser bangkunya dengan kasar.


"Sandra lu kenapa?", teriak Nissa melengking memenuhi kelas itu, semua di sana di buat kaget dengan teriakan Nissa. Melly juga langsung bangkit mendebgar Nissa teriak menyebut nama Sandra, ketakutannya yang dia rasakan tadi benar saja.

__ADS_1


Dan detik itu pula Sandra pingsan, membuat riuh kelas itu.


"Mell gimana ini gue juga bilang apa kan pasti".


"Iya Niss, duh brabe ini urusan Mama Seliana pasti ngamuk".


Sandra sudah di bawa ke uks, tapi petugas uks menyarankan Sandra langsung di bawa ke rumah sakit.


"Kan kan Niss pasti gini, kenapa sih ni anak kebiasaan menyakiti diri sendiri".


"Kayaknya dia lagi ada masalah deh Mell, se bete betenya dia masih suka bicara sama kita inimah tutup mulut terus".


Pihak sekolah langsung membawa Sandra ke rumah sakit.





🖤🖤🖤


Happy reading😍

__ADS_1


__ADS_2