ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
17. Menjemputnya pulang sekolah


__ADS_3

Setelah mengantarkan Sandra sampai sekolahnya dengan selamat Pandi pergi ke kantor untuk bekerja.


Pekerjaan Pandi sekarang semakin sibuk, apalagi Papa Handra sedang tidak di dalam kantor, semua urusan yang ada di kantor sudah di serahkan padanya.


Jam 9 harus ke kampusnya lagi, untung hari ini hanya ada dua mata kuliah jam 12 siang sudah bisa balik lagi ke kantor, jam dua siang nanti harus menjemput Sandra, lelah memang namun Pandi sangat mensyukuri dan menjalankan nya dengan ikhlas.


Tumpukan pekerjaan semakin tersusun di atas mejanya, namun sudah waktunya ke kampus, sambil membawa sedikit kertas kertas itu nanti pas waktunya istirahat bisa dia kerjakan pikirnya.


"Bu Mayang, saya ke kampus dulu ya", pamit Pandi pada sekrtaris Papa Handra.


"Iya mas Pandi hati hati", ucap Bu Mayang. Hanya Bu Mayang yang sudah tau kalau Pandi di angkat anak oleh bos nya. Dengan adanya Pandi dia juga merasa terbantu pekerjaan nya.


"Kalau ada apa apa tunggu saya ya, jam 12 siang saya sudah balik lagi ke kantor".


"Baik mas". Ucap Bu Mayang lagi.


Untung saja sudah punya motor sendiri, kalau tidak bisa gempor gue bolak balik kaya gini, batin Pandi.


Di kampus Pandi menjadi manusia pendiam terkesan dingin, kalau soal pintar sudah tidak di ragukan lagi, bahkan dari pertama masuk bisa di bilang Pandi menjadi incaran para cewek cewek kampus, jangankan di tanggapi di lirikpun tidak olehnya.


Jam istirahat Pandi mengisi waktu istirahatnya dengan bekerja yang dia bawa dari kantor.


Jam 12 siang benar saja dia sudah sampai kantor lagi, pulang dari kampus menyempatkan membeli makan di jalan, makan siang bareng Renaldi di dalam ruangannya, Pandi tidak akan melupakan sahabatnya itu.


"Wihhh sudah punya ruangan mah enak ya", ucap Renaldi.


"Biasakan masuk ruangan orang itu mengetuk pintu lalu mengucapkan salam", Pandi melempar kertas yang dia remas tadi. Enak saja orang lagi serius di kagetkan gerutu Pandi.


"Iya Maaf brow Maaf", Renaldi merasa salah juga.


"Yuk makan gue tadi pulang dari kampus beli makan", ajak Pandi lagi, marah dan sebalnya hanya sesaat.

__ADS_1


"Siap makan geratis mah, mana ada gue menolak makan geratis", dengan santai mengambil bungkusan makan membawanya ke sopa yang ada di ruangan itu.


"Kampret emang elu itu", bukan marah karena di bilang kampret Renaldi malah tertawa.


Setelah makan siang bersama, Renaldi kembali dengan pekerjaan nya, Pandi juga secepatnya menyelesaikan kerjaannya. Alhamdulillah tumpukan kertas yang ada di meja nya selesai dia bereskan sebelum menjemput Sandra.


Sampai ke sekolah Sandra, namun anak itu masih belum keluar kelasnya.


"Mas nya yang tadi pagi antar non Sandra ya?", tanya satpam.


"Iya pak, saya abangnya", ucap Pandi.


"Ohhh, iya iya tunggu ya mas belum pada keluar", meski bingung dengan jawaban Pandi, sebabnya satpam itu tau kalau Sandra anak tunggal.


10 menit menunggu akhirnya anak anak remaja yang memakai seragam putih abu itu berhamburan keluar.


Dari jauh Sandra sudah tersenyum, melihat orang yang sedang duduk di motor hijau nya, cakep banget abang gue, sambil senyum senyum Sandra membayangkan seperti tadi pagi lagi.


"Iya ni anak dari tadi senyum senyum terus gak kaya biasanya", ucap Melly lagi.


Sandra tidak menghiraukan ucapan sahabatnya, dia berjalan lebih cepat, gak suka abangnya di kerumunnin siswa siswa di sana. Dia berlari ke arah Pandi yang sudah di kerumunnin teman sekolah nya.


"Abangggggg", teriak Sandra. Pandi tersenyum melihat Sandra yang berlari ke arahnya.


"Jangan lari lari, malu kalau jatoh", ucap Pandi. Sedangkan Sandra semakin dongkol mendengar cewek cewek gatel itu dengan entengnya mengucapkan cinta pada Pandi.


"Jangan suka tebar pesona deh, kenapa gak pake masker aja sih", gerutu Sandra.


"Heii kenapa?, sudah gak harus pake masker kan corona juga sudah hilang", Pandi merapihkan rambut Sandra untuk iya pasangkan helm.


"Tau ah nyebelin banget sih, seneng ya di kerumunnin cewek gatel kaya mereka".

__ADS_1


"Abang gak bilang gitu ya, kenal juga kagak sama mereka, pulang yuk, sudah makan belum?", Pandi harus memastikan takut di bilang gak becus jagain adiknya.


"Udah, tapi mau ice cream", manja Sandra. Butuh ice cream dia untuk menghilangkan rasa panas juga kesalnya.


"Siap tuan putri, mau dimana beli ice cream nya, tapi jangan banyak banyak ya, abang belum punya banyak duit soalnya", canda Pandi.


"Alahhh boong", gak percaya Sandra, lagian mana ada harga ice cream 100jt. Pandi terkekeh mendengar ucapan Sandra.


Benar saja pulang tadi di jalan beli ice cream, Pandi mengantarkan Sandra sampai rumah dengan selamat lagi.


"Abang ke kantor lagi ya, ice cream nya jangan di habisin 1 hari, jangan banyak nonton yang tidak jelas, lebih baik belajar sebentar lagi ujian kan", nah bawel juga ternyata abang abang satu ini.


"Bawel juga ya ternyata, hahaha", tawa Sandra.


"Di bilangin malah ter tawa".


"Iya iya abang tersayangku", Sandra mengedipkan sebelah mata. Sumpah demi apa Sandra juga gak kenal sama dirinya sendiri bisa bisanya genit, bisa bisanya dia marah tadi melihat Pandi di kerumunnin cewek.


"Dahhh abang pergi", Pandi mengacak rambut Sandra dengan gemas, lalu pergi lagi ke kantor.


Duh di perlakukan seperti itu membuat hati Sandra semakin meleyottttt, membayangkan rambutnya di rapihkan di pakaikan helm, membayangkan dia memeluknya pas lagi naik motor tadi, membayangkan bagaimana perhatian Pandi terhadapnya selama 1 hari ini. Sandra menjerit dalam hatinya, enak juga punya abang hehehee


β€’


β€’


β€’


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Happy weekend and happy reading. My lov nya Utor hehe😘😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2