
Akhhh dari jam 11 siang sampai jam 11 malam memang bukan main Rafael punya mertua, akhirnya selesai dan bisa menggerakan badan.
Rafael kira hanya mengerjakan yang tadi saja ternyata file di situ banyak yang harus di kerjakan dirinya.
Bukan kaleng kaleng ngerjain mantunya, batin Rafael, badannya terasa kaku, punggung sakit, pinggang lumayan terasa retak.
Tadi dirinya istirahat dan makan sebentar sambil di suapi Fely.
Melihat ponsel, "Astagfirulloh cepet banget nih jam".
📨 "Kak aku sama Dava bobo duluan😘".
📨 "Semangat beresin kerjaan papa nya❤".
📨 "Kalau terlalu malam selesainya jangan mandi ya, baju sudah aku taro, selesai cuci cuci langsung tidur, bay aku tidur duluan soalnya ngantuk banget".
📨 "Semangat suamik❤❤🤗".
Pesan masuk dari Fely, pukul, 21.13 wib.
Astagfirulloh sudah capek kerja di tinggal tidur duluan lagi, monolognya nalangsa.
Keluar dari ruangan kerja papa Pandi langsung masuk ke kamar Fely, melihat begitu nyenyak tidur Fely dan Dava membuat dirinya tenang, hatinya menghangat.
Selesai cuci muka cuci kaki dan lap badan Rafael mengambil posisi tidur di samping Fely, memeluknya dari belakang.
"Huwhhh gagal malam pertama", ucapnya, kalau saja Dava tidak ada di sana sudah di pastikan Rafael menyerang Fely langsung.
Tahan Raff tahann, betahun tahun saja bisa tahan kenapa hanya menunggu besok atau nanti malam lagi rasanya kepala mau pecah.
Akhirnya ikut tidur juga, setelah berjam jam mencoba tidur namun susah, karena badan dan matanya memang sudah lelah dari tadi, minta cepat di istirahatkan.
.
Ke esokan harinya Fely seperti biasa bangun pagi, melihat ke samping, ada Rafael terlelap mukanya terlihat lelah.
__ADS_1
Kali ini Fely memutuskan tidak ke kantor, kerja di rumah sambil bisa leha leha, kalau kerja juga kasihan melihat Rafael yang kelelahan, jadi khusus untuk hari ini menyenangkan Rafael dulu.
Dava sekolah sampai jam 1 siang, lumayan setengah hari mereka bisa menghabiskan waktu berdua.
Membangunkan Dava agar siap siap untuk pergi ke sekolah, anak itu dengan sigap langsung bangun dan pergi ke kamarnya.
"Capek banget ya kak, sampai tidak terusik sama sekali", Fely mengelus rambut pelan.
Yang semakin merasa nyaman malah mengganti posisi memeluk guling dengan erat.
.
Dava sudah berangkat sekolah di antar sopir, kali ini anak itu tumben tidak mau di antar mami nya.
Fely masuk lagi ke kamarnya setelah melihat Dava berangkat, rumah sangat sepi, pekerja di sana hanya membersihkan di pagi hari, siang hari dan nanti sore, setelah itu mereka kembali ke belakang lagi.
Membalas email yang masuk setelah itu Fely ikut naik lagi ke kasur, mengambil guling yang di dekap Rafael lalu melemparnya ke sembarang arah.
"Enak aja ada istri malah meluk guling", batinnya.
Ya jelas ngantu lah dirinya tidur jam 2 dini hari karena susah untuk tidur walawpun badannya lelah.
"Iya tapi udah jam 7 lewat Pih", mengelus kepala yang semakin menelusup ke dadanya.
"Nyaman banget sayang".
"Mau sarapan apa nanti?".
"Sarapan kamu aja boleh ya, hari ini jangan ke kantor dulu".
"Iya enggak".
Rafael membuka matanya lalu tersenyum, pertama kali saat membuka mata langsung terlihat muka Fely yang sudah segar.
"Rasanya seperti mimpi".
__ADS_1
"Maksudnya?".
"Bangun langsung melihat bidadari, kamu cantik banget sayang, wangi lagi", semakin mengeratkan pelukannya.
Gilaaa gue, bisa bisanya dia baru bangun tidur udah ngegombal, untung cakep nih suami.
"Mandi sana, tadi malam gak mandi kan".
"Patuh sama perintah istri, temenin mandinya mih".
"Dava aja yang masih kecil mandi sendiri, masa bapaknya mandi minta di temennin yang benar saja".
"Beda sayang, Dava mana?".
"Anaknya mungkin sudah sampe sekolah pak".
"Ehhh ini jam berapa sayang?".
"Tuh setengah 8", Fely menunjukan jam.menggunakan dagunya.
"Astagfirulloh ko kamu gak bilang kalau sudah siang".
"Ayo nyalahin keplak juga pala nya nih".
"Nggak bukan nyalahin kamu sayang, maksudnya ko gak bilang dari tadi, Dava sudah sekolah?, haihhh bapak macam apa aku ini", Rafael langsung terduduk.
Kenapa bisa kesiangan begini, padahal dirinya berniat mau mengantarkan Dava sekolah pagi ini.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤