
Setelah makan siang barulah Pandi dan Sandra bisa istirahat beberapa jam sebelum resepsi di mulai.
Sandra duduk di atas kasur perutnya terasa kenyang, karena perut penuh itulah menyebabkan matanya mulai mengantuk, namun sangat canggung walawpun sering berduaan dan sering menghabiskan waktu bersama tapi kali ini beda Pandi sudah menjadi suaminya.
Setelah menerima tlpon Pandi juga ikut merangkak ke atas kasur, "Sayang", memeluk Sandra dari samping menelusupkan kepalanya ke paha sang istri.
Akhh rasanya Sandra ingin menjerit, ada rasa geli dan sedikit malu juga, entah malu ke siapa padahal di sana hanya mereka berdua, "By geli tau", berusaha menjauh.
"Tidur sayang lumayan istirahat 3 jam juga", ucap Pandi tanpa meelihat muka istrinya malah lebih memeluk erat Sandra dari samping.
Sandra tak menyaut sedikitpun, belum lama setelah menyuruhnya untuk tidur suara dengkuran halus dari lelaki itu terdengar.
"Lah sudah tidur ternyata", Sandra juga ikut merebahkan badannya di samping sang suami, melihat dengan dekat dan jelas dikala lelaki itu pulas tertidur, "Cakep banget ternyata suamiku, pantas banyak yang suka huwhh, untung sekarang sudah menjadi miliku seutuhnya hehehee", Setelah puas melihat wajah suaminya dengan jarak yang sangat dekat Sandra juga ikut memejamkan mata rasa kantuk yang tidak bisa iya hindari sebab semalam hanya tidur kurang lebih 3 jam.
2 jam tertidur di siang hari membuat Pandi semakin segar, semenjak bisa kerja dari jaman masih SD bisa terhitung dia tidur di siang hari.
Bangun dari tidurnya Pandi tersenyum melihat ada perempuan di sampingnya yang sedang tidur pulas juga, "Begini rasanya punya istri ya", cup Pandi melabuhkan ciuman singkat pada pipi wanita itu dan setelah itu dia masuk ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi Sandra masih asik dengan mimpinya, "Sayang bangun sudah sore", membangunkannya.
"Hmmm iya bentar ngantuk banget Ma", membalikan badan memeluk bantal.
"Sayang ayo bangun sudah sore", ucap Pandi lagi.
__ADS_1
"Hahhh", kaget Sandra dia langsung duduk melirik kiri dan kanan nya bingung.
Pandi hanya bisa terkekeh melihat istrinya kebingungan, "Kenapa kaget?, maaf ya", merasa sedikit bersalah juga.
Sandra hanya menggeleng lalu iya menjatuhkan badannya lagi ke kasur mengumpulkan sisa sisa nyawanya yang masih melayang, Pandi juga naik lagi ke kasur itu mengelus kepala Sandra.
"Aku tadi mengagetkanmu ya", tanya nya.
"Nggak apa apa by, aku hanya sedang mengantuk terus pas bangun ada kamu lagi di sini".
"Yaudah maaf ya, setelah ini mandi kita siap siap ke bawah lagi".
Sandra mengangguk lalu turun dari kasurnya masuk ke kamar mandi, merasa sangat bodoh malu maluin diri sendiri bisa bisanya dia tadi lupa kalau Pandi sudah menjadi suaminya, dan tadi apa coba pelunga pelongo duh malu banget, pikir Sandra.
Selesai mandi ternyata dia tidak bawa baju ganti, huuuhhh gimana ini di sana kan ada Pandi masa dia keluar dari kamar mandi hanya pakai handuk doang, mondar mandir mikir gimana caranya keluar dari kamar mandi.
"By kamu keluar dulu deh aku lupa bawa baju ganti", Sandra menyembulkan sedikit kepalanya.
"Udah gak apa apa udah halal ini".
"Ayolah pliss aku malu".
"Yaudah iya aku keluar", bohong Pandi, dia tidak keluar hanya sedikit membuka pintu lalu menutup lagi, bagi Pandi gak apa apa sudah halal ini.
__ADS_1
Sandra berjalan dengan cepat menuju koper nya cepat mencari baju ganti, Ya Allah Pandi pertama kali melihat pemandangan seperti ini, Pandi juga manusia normal, berjalan dengan cepat, greppp memeluk Sandra dari belakang.
"Akhhh kamu wangi banget sayang", mengendus batang leher istrinya.
Sedangkan Sandra hanya bisa mematung merasakan pelukan yang lumayan kuat, dan apa ini sebelah tangan Pandi tidak bisa diam.
"By mau apa tangannya plisss".
Pandi langsung membalikan tubuh Sandra, lalu iya mendorong secara pela ke kasur, menyatukan bibirnya dengan bibir Sandra entah lah ini ko menjadi candu buatnya dari tadi pikirannya terus membayangkan rasa kenyal dan manis bibir istrinya.
Terus meraup bibir istrinya dengan sedikit ganas, tangan nya sudah tidak bisa diam, apa ini dia menemukan apa, ada gundukan kenyal yang sangat pas di genggamannya.
Sandra yang baru merasakan seperti ini merasa geli juga enak, ingin menyudahi namun sangat sayang, ahhh gak tau hati dan pikiran Sandra tidak sejalan, "Akhhh", leguhannya sukses keluar setelah Pandi menyesap lehernya beberapa kali dan terus sampai bawah pas di dua gundukan kenyal tadi, seperti menemukan mainnan baru Pandi meraup habis kedua gundukan itu mulai tidak bisa mengontrol diri.
Ada suara ketukan pintu dari luar, huhhh mengganggu saja, Pandi mundur mengecup bibir istrinya sekilas lalu menutup wanita itu dengan selimut tebal.
Sandra sudah seperti orang bodoh, akhh entah lah rasanya dia juga menyayangkan kenikmatan ini berhenti begitu saja, namun setelah itu dia sadar, ehhh Ya Allah apa itu tadi huwaaaa aku sudah gak perawan lagi Mamaaaaa, jerit batin Sandra, sangat malu sama Pandi kenapa dia bisa menikmatinya juga.
.
.
.
__ADS_1
🖤🖤🖤
Happy reading, jangan pada menghayal yang aneh aneh ya ini lagi puasa loh 😂😂