
Jam 7 malam mereka berangkat ke mall TA, TA adalah salahsatu mall terbesar di kota ini.
Pandi yang sekarang sering menggunakan mobil membuat Sandra menggerutu terus.
"Kenapa bawa mobil sih", gerutu Sandra.
"Cuaca lagi gak bagus sekarang kalau bawa motor takutnya ujan atau kamu kedinginnan di jalan".
"Yaudah lah".
Cek kalau jauh gue kangen banget sama ni anak kalau dekat kadang suka ngeselin juga, untung gue cinta, batin Pandi.
"Mau makan apa?", tanya Pandi.
"Makan kamu boleh", jawab Sandra dengan jutek.
"Yang ada nanti aku yang makan kamu".
"Makan aku dong bang", goda Sandra mengerlingkan matany.
"Serius cari hotel nih sekarang juga", Pandi menyeringhai.
"Gak ya gak gak, ayo kita makan apa aja yang penting enak".
"Tuh kan sukanya mancing mancing, giliran di seriusin ketakutan", ejek Pandi.
Sampai restoran Pandi membelokan mobilnya, turun dari mobil menggandeng Sandra, tidak lupa dia menlpon Ibunya untuk tidak menunggunya makan malam.
"Patuh amat sama Ibu ya", Sandra cekikikkan.
"Berusaha jadi anak yang baik apa susahnya, aku juga udah kirim pesan ke Mama kalau anaknya lagi sama aku".
"Baik banget sih sayangnya aku", Sandra berjinjit niat mencium pipi Pandi namun Pandi menghindar.
"Jangan di depan umum sayang, kita belum halal".
__ADS_1
"Iya Maaf lupa hehee", lupa gue dia benar benar menjaga image bener kalau lagi di luar, tadimah nyosor nyosor aja pas di ruangannya hahaaa, batin Sandra.
Mereka duduk berhadapan sambil menunggu makannan yang mereka pesan datang.
Datang wanita cantik tiba tiba duduk di antara Pandi dan Sandra. Siapa dia ya perasaan mukanya gak asing batin Sandra.
"Haii Pan, apa kabar", senyum wanita itu mengembang.
"Baik", singkat jelas padat jawaban Pandi.
"Congrats ya atas lulusan terbaiknya, ikutan bangga, walawpun kita jarang ketemu nantinya", ucap Melisa sedih.
Lah gue gak di anggap sama ni cewek, ada hubungan apa ya mereka, batin Sandra.
"Hem", jawab Pandi lagi.
"Bakalan kangen banget sama kamu deh kayanya hehee", tawa Melisa.
Sandra sudah mulai kepanasan apa apaan pacarnya di kangenin orang.
"Boleh gak aku gabung di meja ini", tanya Melisa lagi pada Pandi.
"Ijin sama dia", tunjuk Pandi dengan dagunya.
Sebelum Melisa bilang Sandra sudah lebih dulu bicara dengan keras, "Gak ada anda cari meja lain sana".
"Kamu ini siapa sih, adiknya Pandi ya?".
"Saya pacarnya dan lebih tepatnya calon istri".
"Baru calon aja bangga", sinis Malisa.
"Daripada situ sudah tau cowok orang masih aja mau mendekatinya".
"Tunggu saja Pandi akan menjadi milikku".
__ADS_1
"Dih malu banget ngaku ngaku cowok orang".
"Kau liat saja nanti", ucap Melisa langsung berlalu dari meja itu.
Huwaaa benar kata Mama kalau dia banyak yang suka, tapi kenapa orangnya diam aja sih ngeselin, Sandra menjerit dalam hatinya.
"Gak usah cemberut, gak akan tergoda sama wanita manapun, harus di ingat dan di percaya itu", ucap Pandi.
"Kenapa tadi diam aja, gak di belain sama sekali lagi, ngeselin, mana tu cewek gatel banget".
"Udah mending makan daripada marah marah".
Karena makannan sudah datang Pandi menyuruh Sandra untuk langsung makan.
"Tau ah ngeselin kamu tuh".
"Makan Sandra", titah Pandi.
"Iya PANDIII ni saya makan", tekan Sandra.
"Makan yang banya kita butuh tenaga".
"Mau apa butuh tenaga, mau bikin anak?".
"Iya biar cepat jadi", ucap Pandi asal.
Akhirnya mereka makan dengan tenang, hati Sandra masih dongkol sama perempuan tadi. Sesekali dia melirik Pandi yang sedang serius dengan makannan nya.
•
•
•
Happy reading🖤🖤🖤
__ADS_1