
Bangun lebih pagi dari biasanya, karena tidurnya juga lebih awal. Melihat ponsel nya ternyata banyak sekali pesan masuk dari Mama Selina yang seperti biasa bawel dan tidak pernah absen mengingatkan untuk makan tepat waktu, jangan begadang jangan ini itu.
Mama dan Papa gak salah, gue tidak boleh terlalu membuat jarak semakin jauh dengan mereka untuk secepat ini, Mama pasti yang paling sedih, tapi gue di sini juga serba salah, gue udah terlanjur sayang juga sama keluarga ini. Huwhhhh sabar Pan, harus pelan pelan biarkan dia membencimu.
Hari ini gak terlalu sibuk, tapi gue harus mencari kesibukan lain, pasti Mama menanyakan apa saja yang gue lakuin hari ini, Pandi memijit pelipisnya, kalau sekaligus menjauh kesan nya dia tidak tau berterimakasih Mama dan Papa nya Sandra sudah terlalu baik padanya, kalau di biarkan kaya gini terus Sandra semakin membenciku, pikir Pandi.
Solusinya hanya satu ketika sedang mumet seperti ini Pandi hanya butuh mendengar suara Ibu dan adiknya, suara mereka berdua lah yang selalu membangkitkan semangat Pandi lagi.
.
.
Sudah 2 hari Pandi sedikit mengabaikan pesan Mama Selina, dia hanya membalas yang penting pentingnya saja.
Pagi ini baru juga selesai mandi, ponselnya sudah bunyi ternyata Papa Handra yang menghubunginya, alis Pandi menyengit ada apa pagi pagi begini beliau tlpon pikir Pandi.
Kayaknya penting banget sampai sepagi ini.
"Hallo Assalamualaikum Pa".
"Walaikum Salam Pan, Pandi hari ini masuk kampus pagi?", tanya Papa Handra.
"Nggak, hari ini jadwalnya siang Pa, ada apa Pa?".
"Papa minta tolong boleh Pan?, tolong antarkan Sandra ke sekolah, Papa mendadak harus ke luar kota sama Mama nak".
Pandi berpikir keras mau menolak gimana gak di tolak gimana "Boleh Pa, yaudah Pandi siap siap dulu ya".
"Tolong jagain adikmu selama dua hari ini ya Pan, Papa sama Mama titip Sandra ke kamu".
__ADS_1
"Iya Pa, Pandi akan menjaganya untuk kalian", ucap Pandi, padahal dalam hatinya berpikir keras, harus bagaimana dia dengan keadaan seperti ini.
"Yaudah nak Terimakasih ya, ini Mama kamu mau ngomong katanya".
"Halo sayang, sarapan di sini aja ya bareng Sandra, soalnya Mama sama Papa mau berangkat sekaran****g****".
"Iya Ma", Maafkan aku Ma, Pa, yang sudah banyak bohong sama kalian. batin Pandi.
"Yaudah, Mama tutup ya nak, titip adikmu yang manja itu", ucap Mama Selina sebelum mematikan tlpon nya.
Keadaan macam apa ini Ya Allah, batin Pandi.
Pandi menjalankan motornya, dia harus ke kantor dulu, memakai mobil Papa Handa yang di simpan di kantor untuk mengantarkan Sandra.
Pandi tidak mau memakai motornya, takutnya Sandra tidak mau di boncengin dia lagi, untung saja selama 1 minggu full, minggu kemarin Pandi belajar mengemudikan mobil, itu karena dorongan Papa Handra juga. Tidak sulit bagi Pandi, otaknya yang cerdas sigap menanggapi dan mencerna apapun, kecuali mecerna perasaan Sandra terhadapnya.
Sampai ke depan rumah itu, keadaan rumah suda mulai sepi, Pandi tidak turun dari mobil dia sudah seperti seorang driver taxi online.
"Den Pandi tidak masuk dulu?", tanya satpam itu.
"Papa sama Mama sudah berangkat kan?".
"Iya sudah lumayan lama den".
"Yaudah saya gak turun pak, tolong bilangin ke Sandra aja ya".
"Siap den, tunggu sebentar ya", pak satpam itu berlari untuk memanggilkan Sandra.
Sandra sampai ke depan mobil itu dengan muka masam.
__ADS_1
"Masuk", titah Pandi dengan dingin.
Sebenarnya Sandra merasa kaget dengan perubahan bicara lelaki itu, namun dia nurut saja karena Mama dan Papa nya sebelum berangkat sudah wanti wanti tadi, jangan membantah harus nurut sama Pandi.
Sandra duduk di belakang, Pandi tidak mempermasalahkan itu, masabodo anak itu mau duduk dimana, yang penting Pandi sudah menjalan kan tugas nya.
Sandra sebenarnya sebal ingin sekali dia memukul bahu kokoh itu dari belakang, awalnya dia duduk di belakang supaya Pandi menyuruhnya untuk duduk di depan bersamanya, namun di luar dugaan, jangan kan menyuruhnya untuk pindah ke depan, melirikpun tidak sama sekali.
Selama dalam perjalannan sangat sepi, hanya sekali mendengar suara Pandi mengangkat tlponnya, dari kantor, sepertinya itupun yang tlpon sekrtaris Papa Handra.
20 menit perjalannan karena tadi ada sedikit kemacetan, Sandra sampai sekolahnya. Mendengar suara dingin Pandi keluar lagi.
"Pulang sekolah jangan keluyuran tunggu di sini, saya akan mengusahakan menjemputmu tepat waktu", tanpa menoleh atawpun melirik.
Sumpah demi apa Sandra merasa gedeg dongkol marah ingin sekali mencabik cabik muka dingin Pandi. Entah kemana perkataan dan perlakuan lembut juga senyuman manis Pandi, seakan menghilang di telan bumi, yang ada sekarang sorot mata yang tajam dan bicara dingin, tanpa melirik kepadanya, Sandra hanya bisa melihat Pandi dari kaca yang ada di depan doang.
"Iya Terimakasih", hanya di jawab deheman saja oleh Pandi. Saking gedeg nya Sandra sampai membanting pintu mobil sekencangnya.
Masabodo mobil ayahnya di rusak sama anak nya, pikir Pandi.
•
•
•
Pandi lagi belajar jadi manusia dingin, terus terusan jadi manusia lemah lembut lama lama di injak injak orang.
🖤🖤🖤
__ADS_1
Happy reading😘 jangan lupa like ya😉 Terimakasih🙏🙏🙏