ANAK DESA SUKSES DI KOTA

ANAK DESA SUKSES DI KOTA
73.


__ADS_3

Semuanya sudah di dalam pesawat menuju tanah kelahiran kembali, dua anak kecil yang selalu heboh dimanapun berada.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, Renaldi merasa seperti mendapatkan bongkahan emas, duduk di kursi deretan paling belakang diantara semua keluarga itu, duduk dengan wanita yang selalu mengganggu pikirannya yang selalu membuatnya senyum senyum sendiri.


Otak Renaldi berputar mencari cari topik pembicaraan supaya dia bisa bicara dengan perempuan di sebelahnya ini "Dek, liat apasih pokus amat", tanya nya.


Seli tersenyum menampilkan deretan giginya, "Lihat ini", Seli menunjukan deretan bahkan mungkin ratusan poto poto mereka selama liburan.


Duhh melihat senyuman yang begitu memabukan rasanya Renaldi ingin terbang melayang, manis banget Ya Allah batin Renaldi "Bagus bagus juga ya, kirim ke kakak semuanya", ucap Renaldi sambil tersenyum.


"Tar ya kak, Seli pilihin dulu soalnya banyak poto Seli yang sendiri".


"Ehh gak usah di pilihin lagi kelamaan kirim aja semuanya", ucapnya denga cepat, apa apaan orang poto Seli di ponselnya sudah numpuk juga, di setiap ada kesempatan Renaldi selalu mencuri curi kesempatan memoto wanita remaja itu.


"Gak mau kak, banyak Seli yang jelek", ucapnya terkekeh.


Apa nih anak orang dia yang paling cantik di duania ini bagi gue hahhaaa, geli sendiri dengan khayalannya. "Jelek darimana orang cantik banget gini", senyum Renaldi menatap pada wanita di sampingnya itu.


"Kak ih jangan liatin kaya gitu malu", Seli langsung membuang mukanya.


"Dek", panggil Renaldi lagi.

__ADS_1


"Gak mau ah, kakak mah iseng orang nya", Seli malu jika harus menatap Renaldi lagi.


"Kakak serius lihat sini dong", Pandi mengeluarkan barang kecil dari saku nya.


Apasih kak Renaldi seneng banget bikin orang malu, batin Seli. "Apa kak", mau tak mau Seli menoleh pada lelaki itu.


Renaldi langsung mengambil tangan Seli, langsung iya pakaikan gelang yang sudah dari tiga hari yang lalu dia beli, meskipun sedikit lumayan harganya namun Renaldi tetap membeli gelang itu karena terlihat sangat cantik apalagi di pakaikan kepada wanita cantik seperti Seli. "Pakai terus ya, Maaf mungkin ini tidak begitu berharga, beda dari pemberian Mama sama Papa, beda dari pemberian kak Lily apalagi dari bang Pandi", ucapnya.


Seli melongo tiba tiba Renaldi menarik tangannya dan memakaikan gelang cantik itu ke tangannya, "Kak ini bagus banget pasti mahal, gak apa apa Seli gak di kasih kado yang penting do'a terus dari kakak untuk Seli".


"Mahal sih tapi gak semahal kamu dek", ucap Renaldi ambigu.


Alis Seli menyengit mencermati apa maksud Renaldi tadi, "Gak usah mahal mahal kak, Seli bukan menilai dari harganya tapi menilai dari segi bagaimana orang itu memberi ke Seli dengan ikhlas dan tulusnya".


"Dihh kak Ren suka ngelantur hahaha", Seli tertawa.


"Ini ikhlas dari hati yang terdalam", Renaldi menatap ke arah mata Seli.


"Terimakasih kak Ren, semoga kak Ren cepat dapet jodoh yang benar benar mencintai dan menyayangi kak Ren ya, Terimakasih buat hadiahnya yang cantik ini".


Duwarrr rasanya bagai di tendang pas sedang ruku, Ya Allah gue selama ini ber do'a nya minta jodohnya sama dia, tapi dia ngedo'ain gue seolah jodohnya harus sama orang lain. "Semoga jodoh kakak yang dekat dekat saja ya dek".

__ADS_1


Seli yang tidak tau menau dengan maksud dan tujuan ucapan Renaldi dia hanya ikut meng Aamiin kan saja.


.


"By kak Ren kayanya berasa dapat bongkahan emas deh", Sandra terkekeh.


"Asal tidak kurang ajar aja", jawab Pandi singkat.


"Mana mungkin dia berani sudah pasti takut sama pawangnya".


"Hmmm".


Ck udah paling pusing kalau manusia lempeng ada di mode irit bicara, "Mulai deh kenapa sih?", tanya Sandra.


Pandi melirik, "Gak kenapa napa", balik lagi ke layar ponselnya.


"Tau ah suka kebiasaan tiba tiba irit bicara", Sandra menaruh tangan Pandi yang dari tadi iya genggam, lalu menyandarkan punggungnya memejamkan mata.


.


.

__ADS_1


.


🖤🖤🖤 Happy reading 😘😘😘


__ADS_2